alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Warga Curigai Terjadi Penimbunan BBM di Masalembu

SUMENEP – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Pulau Masalembu masih terjadi. Akibat kelangkaan itu, harga bensin di sana melambung tinggi.  Yakni Rp 20–25 ribu per liter. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah tak sampai Rp 10 ribu.

            Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), kelangkaan bensin itu sudah terjadi lebih dari sepekan. Para pengecer jarang menjual premium karena stok sudah terbatas. Kelangkaan terjadi karena suplai BBM ke sana tidak normal. Pengiriman dari pihak Pertamina sering terlambat,

            Masyanto, 32, warga Pulau Masalembu menjelaskan, akibat kelangkaan bensin, aktivitas warga terganggu. Salah satu yang paling terdampak adalah transportasi. ”Masalembu menjadi langganan kelangkaan BBM. Padahal, penduduk pulau kami membutuhkan bensin. Petani dan pedagang terganggu aktivitasnya,” katanya.

Baca Juga :  Latih Puluhan Tenaga Medis

            Masyanto menambahkan, meski kapal pengangkut BBM telah tiba di Masalembu, kelangkaan BBM jenis premium tetap terjadi. Masyarakat harus antre untuk bisa membeli bensin. Kuat dugaan, sambung dia, agen penyaluran minyak dan solar (APMS) menjual BBM tanpa melalui dispenser.

            Dijelaskan, BBM yang dikirim melalui kapal langsung dijual ke sub agen dan pengecer. Hal itu berpotensi terjadinya penimbunan BBM. Seharusnya dari kapal dipindah ke APMS terlebih dahulu. ”Biarkan calon pembeli yang antre di APMS,” katanya geram.

            Dijelaskan, kapal pengangkut BBM tiba di Masalembu pada Rabu malam (9/8). Kapal itu dikabarkan membawa bensin 56 ton untuk APMS 08. Tapi, hanya dalam waktu dua hari bensin sudah kembali langka. Buktinya di sejumlah pengecer terjadi antrean warga untuk membeli bensin.

Baca Juga :  Catat....! Polres Sumenep Janji Tindak Penambang Nakal

            Ahmad, 38, warga setempat menambahkan, sebagian pedagang menjual BBM dengan sembunyi-sembunyi. Bensin tidak dipajang di luar dan pembelinya hanya orang-orang tertentu. Dia mencurigai ada pihak yang sengaja menimbun BBM.        ”Mereka menjual ke orang tertentu atau yang sudah akrab,” terangnya.

- Advertisement -

SUMENEP – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Pulau Masalembu masih terjadi. Akibat kelangkaan itu, harga bensin di sana melambung tinggi.  Yakni Rp 20–25 ribu per liter. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah tak sampai Rp 10 ribu.

            Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), kelangkaan bensin itu sudah terjadi lebih dari sepekan. Para pengecer jarang menjual premium karena stok sudah terbatas. Kelangkaan terjadi karena suplai BBM ke sana tidak normal. Pengiriman dari pihak Pertamina sering terlambat,

            Masyanto, 32, warga Pulau Masalembu menjelaskan, akibat kelangkaan bensin, aktivitas warga terganggu. Salah satu yang paling terdampak adalah transportasi. ”Masalembu menjadi langganan kelangkaan BBM. Padahal, penduduk pulau kami membutuhkan bensin. Petani dan pedagang terganggu aktivitasnya,” katanya.

Baca Juga :  Temukan Mamin Tak Layak Konsumsi

            Masyanto menambahkan, meski kapal pengangkut BBM telah tiba di Masalembu, kelangkaan BBM jenis premium tetap terjadi. Masyarakat harus antre untuk bisa membeli bensin. Kuat dugaan, sambung dia, agen penyaluran minyak dan solar (APMS) menjual BBM tanpa melalui dispenser.

            Dijelaskan, BBM yang dikirim melalui kapal langsung dijual ke sub agen dan pengecer. Hal itu berpotensi terjadinya penimbunan BBM. Seharusnya dari kapal dipindah ke APMS terlebih dahulu. ”Biarkan calon pembeli yang antre di APMS,” katanya geram.

            Dijelaskan, kapal pengangkut BBM tiba di Masalembu pada Rabu malam (9/8). Kapal itu dikabarkan membawa bensin 56 ton untuk APMS 08. Tapi, hanya dalam waktu dua hari bensin sudah kembali langka. Buktinya di sejumlah pengecer terjadi antrean warga untuk membeli bensin.

Baca Juga :  Kotak Suara Rusak, KPU Minta Ganti ke Percetakan

            Ahmad, 38, warga setempat menambahkan, sebagian pedagang menjual BBM dengan sembunyi-sembunyi. Bensin tidak dipajang di luar dan pembelinya hanya orang-orang tertentu. Dia mencurigai ada pihak yang sengaja menimbun BBM.        ”Mereka menjual ke orang tertentu atau yang sudah akrab,” terangnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Jelang PHPU, KPU Buka Kotak Suara

Klaim Progres Proyek Jembatan 65 Persen

RSUD Abuya Kangean Dapat Rp 8 Miliar

Artikel Terbaru

/