alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

SP Plt Kepala Puskesmas Gapura Terindikasi Salahi Aturan

SUMENEP – Surat perintah (SP) bupati Sumenep tentang pengangkatan pelaksana tugas (Plt) Kepala Puskesmas Gapura Akhmad Nur diduga palsu. Pasalnya, isi SP itu menyebut Akhmad Nur menjadi Plt kepala puskesmas mulai 28 Agustus 2017. Padahal surat bernomor 821.4/348/435.203.3/2017 tersebut dikeluarkan pada 19 September 2017.

Yang lebih mencurigakan, di SP tertulis bahwa pangkat atau golongan Akhmad Nur penata muda atau IIIa. Padahal di website resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), golongan Akhmad Nur dari IId ke IIIa terhitung sejak 1 Oktober 2017. Itu menunjukkan, data di SP tidak sesuai karena diduga dibuat sebelum ketentuan BKN.

Tidak hanya itu, tata cara pengangkatan Akhmad Nur menjadi Plt kepala puskesmas dinilai tidak memenuhi syarat. Sebab, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor  100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural, ditentukan syarat untuk dapat diangkat dalam jabatan struktural. Antara lain, serendah-rendahnya menduduki pangkat satu tingkat di bawah pangkat yang dipersyaratkan.

Baca Juga :  Plt Kepala Puskesmas Gapura Angkat Tenaga Sukwan

Yang dipersyaratkan serendah-rendahnya eselon IV atau golongan IIIb. Dengan demikian, patut diduga pengangkatan Akhmad Nur menjadi Plt kepala Puskesmas Gapura tidak sesuai persyaratan.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, sudah lama ada SP untuk Plt Kepala Puskesmas Gapura. Hanya, sebut dia, pada waktu itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep A. Fatoni keliru memberikan statement.

Mengenai pengangkatan Akhmad Nur yang dinilai tidak sesuai prosedur, bupati dua periode itu menegaskan, pihaknya mengeluarkan SP supaya jabatan kepala Puskesmas Gapura tidak kosong. ”Sudah lama dikeluarkan (SP pengangkatan Plt Kepala Puskesmas Gapura). Sebab, kepala puskesmas berhalangan tetap,” tegasnya.

Sayangnya, Plt Kepala Puskesmas Gapura Akhmad Nur dihubungi ke nomor yang biasa dipakai di-reject. Pesan singkat yang dikirim tidak direspons.

Baca Juga :  Musim Kemarau, Harga Cabai di Sumenep Bisa Capai Rp 19 Ribu Sekilo

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumenep A. Fatoni membenarkan pengangkatan Plt Kepala Puskesmas Gapura belum ada SP dari bupati. Namun, setelah ada pemberitaan, SP dari bupati ada. Meskipun, SP tersebut terindikasi menyalahi aturan. 

SUMENEP – Surat perintah (SP) bupati Sumenep tentang pengangkatan pelaksana tugas (Plt) Kepala Puskesmas Gapura Akhmad Nur diduga palsu. Pasalnya, isi SP itu menyebut Akhmad Nur menjadi Plt kepala puskesmas mulai 28 Agustus 2017. Padahal surat bernomor 821.4/348/435.203.3/2017 tersebut dikeluarkan pada 19 September 2017.

Yang lebih mencurigakan, di SP tertulis bahwa pangkat atau golongan Akhmad Nur penata muda atau IIIa. Padahal di website resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), golongan Akhmad Nur dari IId ke IIIa terhitung sejak 1 Oktober 2017. Itu menunjukkan, data di SP tidak sesuai karena diduga dibuat sebelum ketentuan BKN.

Tidak hanya itu, tata cara pengangkatan Akhmad Nur menjadi Plt kepala puskesmas dinilai tidak memenuhi syarat. Sebab, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor  100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural, ditentukan syarat untuk dapat diangkat dalam jabatan struktural. Antara lain, serendah-rendahnya menduduki pangkat satu tingkat di bawah pangkat yang dipersyaratkan.

Baca Juga :  Dirawat di Puskesmas, Begini Kondisi Bayi yang Ditemukan Busiyah

Yang dipersyaratkan serendah-rendahnya eselon IV atau golongan IIIb. Dengan demikian, patut diduga pengangkatan Akhmad Nur menjadi Plt kepala Puskesmas Gapura tidak sesuai persyaratan.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, sudah lama ada SP untuk Plt Kepala Puskesmas Gapura. Hanya, sebut dia, pada waktu itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep A. Fatoni keliru memberikan statement.

Mengenai pengangkatan Akhmad Nur yang dinilai tidak sesuai prosedur, bupati dua periode itu menegaskan, pihaknya mengeluarkan SP supaya jabatan kepala Puskesmas Gapura tidak kosong. ”Sudah lama dikeluarkan (SP pengangkatan Plt Kepala Puskesmas Gapura). Sebab, kepala puskesmas berhalangan tetap,” tegasnya.

Sayangnya, Plt Kepala Puskesmas Gapura Akhmad Nur dihubungi ke nomor yang biasa dipakai di-reject. Pesan singkat yang dikirim tidak direspons.

Baca Juga :  Dirawat di Puskesmas, Begini Kondisi Bayi yang Ditemukan Busiyah

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumenep A. Fatoni membenarkan pengangkatan Plt Kepala Puskesmas Gapura belum ada SP dari bupati. Namun, setelah ada pemberitaan, SP dari bupati ada. Meskipun, SP tersebut terindikasi menyalahi aturan. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/