20 C
Madura
Tuesday, May 30, 2023

Jadikan Nilai Alquran Dasar Kebijakan Pemimpin

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep antusias mengikuti peringatan malam Nuzulul Quran. Kegiatan dialakukan secara daring dan sesuai protokol kesehatan itu dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah pimpinan daerah lain.

Kegiatan itu bertajuk Khatmil Quran Kubra 2020 Kali online bersama jajaran forkopimda, 4000 hafiz/hafizah, dan 17 bupati/wali kota. Bupati Sumenep A. Busyro Karim mendapat giliran pertama untuk membaca surah An Naba’. Bupati mengikuti kegiatan itu bersama jajaran forkopimda di Pendapa Agung Keraton Sumenep pada Sabtu malam (9/5).

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, khatmil quran kubra yang dikomandani gubernur Jawa Timur merupakan terobosan baru. Sepatutnya, pemimpin itu memberi teladan kepada masyarakat dalam hal beribadah.

Baca Juga :  Tanggulangi Banjir, Pemerintah Bangun Drainase

Nilai-nilai qurani wajib dimiliki seorang pemimpin. Kemudian, dijadikan dasar dalam setiap mengambil keputusan. Dengan begitu, kebijakan yang dilahirkan menjadi bentuk keadilan seorang pemimpin.

”Nilai qurani harus mendasari kebijakan setiap pemimpin. Misalnya, berpihak pada yang lemah dan mengutamakan keadilan. Itu kan ajaran dari Alquran,” jelasnya.

Bupati menambahkan, memperingati malam turunnya kitab suci Alquran menjadi momen yang sangat spesial sembari mengharap keberkahan bulan Ramadan. Kegiatan beribadah tidak boleh terhenti sekalipun menghadapi pandemi Covid-19.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menguji kemampuan bupati/wali kota dalam membaca Alquran. Di Sumenep, peringatan Nuzulul Quran di musala dan masjid bukan kegiatan langka. Setiap tahun pasti berkumandang dari perkotaan hingga desa-desa.

Baca Juga :  Festival Lovebird Nasional Diikuti 1.500 Peserta

Namun, berhubung tahun ini ada bencana pandemi Covid-19, nuansa kegiatan tersebut sedikit tidak tanpak. Pemerintah memang mengimbau untuk tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. Bahkan, kegiatan peribadatan harus dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

”Masyarakat biasa memeriahkan malam peringatan Nuzulul Quran,” jelasnya. (jun)

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep antusias mengikuti peringatan malam Nuzulul Quran. Kegiatan dialakukan secara daring dan sesuai protokol kesehatan itu dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah pimpinan daerah lain.

Kegiatan itu bertajuk Khatmil Quran Kubra 2020 Kali online bersama jajaran forkopimda, 4000 hafiz/hafizah, dan 17 bupati/wali kota. Bupati Sumenep A. Busyro Karim mendapat giliran pertama untuk membaca surah An Naba’. Bupati mengikuti kegiatan itu bersama jajaran forkopimda di Pendapa Agung Keraton Sumenep pada Sabtu malam (9/5).

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, khatmil quran kubra yang dikomandani gubernur Jawa Timur merupakan terobosan baru. Sepatutnya, pemimpin itu memberi teladan kepada masyarakat dalam hal beribadah.


Baca Juga :  Forum Kontraktor Sumenep Curiga Proyek Dimonopli

Nilai-nilai qurani wajib dimiliki seorang pemimpin. Kemudian, dijadikan dasar dalam setiap mengambil keputusan. Dengan begitu, kebijakan yang dilahirkan menjadi bentuk keadilan seorang pemimpin.

”Nilai qurani harus mendasari kebijakan setiap pemimpin. Misalnya, berpihak pada yang lemah dan mengutamakan keadilan. Itu kan ajaran dari Alquran,” jelasnya.

Bupati menambahkan, memperingati malam turunnya kitab suci Alquran menjadi momen yang sangat spesial sembari mengharap keberkahan bulan Ramadan. Kegiatan beribadah tidak boleh terhenti sekalipun menghadapi pandemi Covid-19.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menguji kemampuan bupati/wali kota dalam membaca Alquran. Di Sumenep, peringatan Nuzulul Quran di musala dan masjid bukan kegiatan langka. Setiap tahun pasti berkumandang dari perkotaan hingga desa-desa.

- Advertisement -
Baca Juga :  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep┬áTambah Poli Jantung dan Paru

Namun, berhubung tahun ini ada bencana pandemi Covid-19, nuansa kegiatan tersebut sedikit tidak tanpak. Pemerintah memang mengimbau untuk tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. Bahkan, kegiatan peribadatan harus dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

”Masyarakat biasa memeriahkan malam peringatan Nuzulul Quran,” jelasnya. (jun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/