alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Ajukan Kembali KMP DBS III Jadi Perintis

SUMENEP – Harga tiket Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III berubah-ubah. Awal tahun ini KMP DBS III masih melayani pelayaran reguler. Sebelumnya, pada 2019 kapal milik PT Sumekar (Line) itu sempat melayani pelayaran perintis sekitar lima bulan.

Direktur PT Sumekar (Line) Akhmad Zainal Arifin mengungkapkan, pihaknya akan kembali mengikuti tender pelayaran perintis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tahun ini. KMP DBS III akan kembali diajukan untuk bisa melayani pelayaran bersubsidi tersebut untuk meringankan biaya transportasi masyarakat. Khususnya yang berasal dari kepulauan.

Rencananya lelang pelayaran perintis akan digelar akhir Januari ini. Karena itu, pihaknya selaku salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) di Kota Keris akan berupaya mewujudkan keinginan tersebut. ”Biaya operasional dalam pelayaran itu besar. Makanya akan berdampak pada tingginya harga tiket. Kalau perintis, disubsidi pemerintah dan tiket bisa lebih murah,” ungkapnya kemarin (10/1).

Baca Juga :  Bupati Sumenep Minta Jadwal Kapal Tidak Bersamaan

Saat ini harga tiket pelayaran reguler KMP DBS III berkisar Rp 95 ribu–Rp 128 ribu. Menyesuaikan dengan tempat atau ruangan yang dipesan penumpang. Jika terwujud kembali melayani pelayaran perintis, harga tiket kapal yang dibuat dengan biaya Rp 39 miliar pada 2018 itu akan lebih bersahabat.

Harga tiket penumpang perintis PT Sumekar (Line) 2019, rute Kalianget-Sapudi Rp 6.500 dan Rp 11.500 tujuan Raas. Sedangkan Kalianget-Kangean hanya Rp 18.000 dan ke Sapeken Rp 25.000. Sedangkan untuk pelayaran ke Kalianget-Banyuwangi Rp 35.000.

Tahun lalu KMP DBS III mendapat suntikan dana Rp 12 miliar dari pemprov untuk melayani pelayaran perintis. Kontrak tersebut berlaku Agustus–Desember 2019. Tahun ini PT Sumekar (Line) akan mengupayakan kontrak perintis bisa lebih dari 10 bulan.

Dia menambahkan, untuk menjadi perintis KMP DBS III minimal harus melayani pelayaran ke dua kabupaten. Untuk itu, nantinya pelayaran akan ditambah dengan rute Kalianget-Banyuwangi. ”Kami upayakan bisa lebih banyak dibandingkan tahun kemarin. Agar masyarakat bisa menikmati tiket murah lebih lama,” ujar Zainal.

Baca Juga :  Bahaya, Polisi Perlu Tertibkan Bali

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Badrul Aini menudukung upaya PT Sumekar (Line) agar KMP DBS III kembali melayani pelayaran perintis. Sebab, harga tiket pelayaran reguler terlampau tinggi dan membebani masyarakat. Di sisi lain animo masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi laut sangat tinggi.

Badrul berharap pada 2020 seluruh angkutan transportasi laut di Sumenep bisa lebih mendukung perekonomian masyarakat kepulauan. Salah satunya dengan tiket murah. ”Kalau bisa, KMP DBS III melayani pelayaran perintis selama setahun penuh. Agar masyarakat semakin minat untuk berlayar menggunakan kapal milik daerah ini,” tandasnya.

- Advertisement -

SUMENEP – Harga tiket Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III berubah-ubah. Awal tahun ini KMP DBS III masih melayani pelayaran reguler. Sebelumnya, pada 2019 kapal milik PT Sumekar (Line) itu sempat melayani pelayaran perintis sekitar lima bulan.

Direktur PT Sumekar (Line) Akhmad Zainal Arifin mengungkapkan, pihaknya akan kembali mengikuti tender pelayaran perintis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tahun ini. KMP DBS III akan kembali diajukan untuk bisa melayani pelayaran bersubsidi tersebut untuk meringankan biaya transportasi masyarakat. Khususnya yang berasal dari kepulauan.

Rencananya lelang pelayaran perintis akan digelar akhir Januari ini. Karena itu, pihaknya selaku salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) di Kota Keris akan berupaya mewujudkan keinginan tersebut. ”Biaya operasional dalam pelayaran itu besar. Makanya akan berdampak pada tingginya harga tiket. Kalau perintis, disubsidi pemerintah dan tiket bisa lebih murah,” ungkapnya kemarin (10/1).

Baca Juga :  Wujud Pengabdian Said Abdullah pada Ponpes


Saat ini harga tiket pelayaran reguler KMP DBS III berkisar Rp 95 ribu–Rp 128 ribu. Menyesuaikan dengan tempat atau ruangan yang dipesan penumpang. Jika terwujud kembali melayani pelayaran perintis, harga tiket kapal yang dibuat dengan biaya Rp 39 miliar pada 2018 itu akan lebih bersahabat.

Harga tiket penumpang perintis PT Sumekar (Line) 2019, rute Kalianget-Sapudi Rp 6.500 dan Rp 11.500 tujuan Raas. Sedangkan Kalianget-Kangean hanya Rp 18.000 dan ke Sapeken Rp 25.000. Sedangkan untuk pelayaran ke Kalianget-Banyuwangi Rp 35.000.

Tahun lalu KMP DBS III mendapat suntikan dana Rp 12 miliar dari pemprov untuk melayani pelayaran perintis. Kontrak tersebut berlaku Agustus–Desember 2019. Tahun ini PT Sumekar (Line) akan mengupayakan kontrak perintis bisa lebih dari 10 bulan.

Dia menambahkan, untuk menjadi perintis KMP DBS III minimal harus melayani pelayaran ke dua kabupaten. Untuk itu, nantinya pelayaran akan ditambah dengan rute Kalianget-Banyuwangi. ”Kami upayakan bisa lebih banyak dibandingkan tahun kemarin. Agar masyarakat bisa menikmati tiket murah lebih lama,” ujar Zainal.

Baca Juga :  DBS III Absen Subsidi Perintis

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Badrul Aini menudukung upaya PT Sumekar (Line) agar KMP DBS III kembali melayani pelayaran perintis. Sebab, harga tiket pelayaran reguler terlampau tinggi dan membebani masyarakat. Di sisi lain animo masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi laut sangat tinggi.

Badrul berharap pada 2020 seluruh angkutan transportasi laut di Sumenep bisa lebih mendukung perekonomian masyarakat kepulauan. Salah satunya dengan tiket murah. ”Kalau bisa, KMP DBS III melayani pelayaran perintis selama setahun penuh. Agar masyarakat semakin minat untuk berlayar menggunakan kapal milik daerah ini,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/