alexametrics
22.4 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Bongkar Jalan Paving setelah Coblosan

HASIL pemilihan kepala desa (pilkades) Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, menimbulkan reaksi. Salah satunya, pembongkaran jalan paving. Pelakunya merupakan sekelompok pendukung dari salah satu cakades.

Pj Kades Pragaan Daya Moh. Haruji Sholeh menerangkan, setelah mendapat laporan, dirinya langsung mendatangi lokasi. Sesuai keterangan warga, pemilik tanah tidak bersedia jalan paving ada di sana. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, pihaknya terus berupaya melakukan komunikasi persuasif.

Selain membongkar jalan paving, ada warga yang melakukan penutupan jalan. Selama ini jalan tersebut dibuka untuk umum. ”Namun untuk jalan ini masih dalam kawasan pekarangannya sendiri,” jelasnya.

Sikap warga tersebut mendapat reaksi dari warga lain. Sebab, selama ini jalan itu digunakan sebagai jalan umum. ”Antarwarga memang sempat bersitegang. Tapi, kami selalu melakukan mediasi. Hasil mediasi solusinya adalah membuka akses lain,” terangnya.

Baca Juga :  Pilih Sesuai Hati Nurani

Camat Pragaan Darussalam menyampaikan, kejadian itu belum bisa dipastikan sebagai buntut pilkades. Pelaksanaan pilkades berjalan lancar sampai penghitungan suara selesai. ”Saya juga ada di lokasi sampai penghitungan suara selasai,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah warga Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, mendatangi Mapolres Sumenep kemarin (9/11). Mereka melaporkan tindakan seorang warga yang mengancam keselamatan banyak orang saat pilkades.

Orang tersebut datang membawa celurit ketika penghitungan suara dimulai. Sontak, beberapa warga menjauh karena ketakutan. Dengan raut muka marah, yang bersangkutan mengibaskan celuritnya ke kotak suara.

Sebagian warga berusaha mendekati pelaku untuk menenangkan, tetapi tidak menuai hasil. Orang itu tetap merusak properti. Beberapa petugas kepolisian ada di lokasi, namun tidak langsung mengamankan pelaku. ”Tidak ada korban jiwa karena celuritnya dia gunakan untuk menebas kotak suara saja,” jelas Mohammad Khudaifi, 27, warga Desa Aeng Tongtong.

Baca Juga :  Temuan Kompleks Pemakaman Curi Perhatian Warga

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, laporan polisi belum dikeluarkan karena masih dimintai keterangan. Terkait pelaku tidak langsung diamankan polisi. Sebab, dia belum memberikan keterangan jelas. ”Yang melapor masih berada di mapolres dan belum keluar LP,” jelasnya. (c3)

HASIL pemilihan kepala desa (pilkades) Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, menimbulkan reaksi. Salah satunya, pembongkaran jalan paving. Pelakunya merupakan sekelompok pendukung dari salah satu cakades.

Pj Kades Pragaan Daya Moh. Haruji Sholeh menerangkan, setelah mendapat laporan, dirinya langsung mendatangi lokasi. Sesuai keterangan warga, pemilik tanah tidak bersedia jalan paving ada di sana. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, pihaknya terus berupaya melakukan komunikasi persuasif.

Selain membongkar jalan paving, ada warga yang melakukan penutupan jalan. Selama ini jalan tersebut dibuka untuk umum. ”Namun untuk jalan ini masih dalam kawasan pekarangannya sendiri,” jelasnya.


Sikap warga tersebut mendapat reaksi dari warga lain. Sebab, selama ini jalan itu digunakan sebagai jalan umum. ”Antarwarga memang sempat bersitegang. Tapi, kami selalu melakukan mediasi. Hasil mediasi solusinya adalah membuka akses lain,” terangnya.

Baca Juga :  466 Cakades Berebut Minta Coblos

Camat Pragaan Darussalam menyampaikan, kejadian itu belum bisa dipastikan sebagai buntut pilkades. Pelaksanaan pilkades berjalan lancar sampai penghitungan suara selesai. ”Saya juga ada di lokasi sampai penghitungan suara selasai,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah warga Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, mendatangi Mapolres Sumenep kemarin (9/11). Mereka melaporkan tindakan seorang warga yang mengancam keselamatan banyak orang saat pilkades.

Orang tersebut datang membawa celurit ketika penghitungan suara dimulai. Sontak, beberapa warga menjauh karena ketakutan. Dengan raut muka marah, yang bersangkutan mengibaskan celuritnya ke kotak suara.

- Advertisement -

Sebagian warga berusaha mendekati pelaku untuk menenangkan, tetapi tidak menuai hasil. Orang itu tetap merusak properti. Beberapa petugas kepolisian ada di lokasi, namun tidak langsung mengamankan pelaku. ”Tidak ada korban jiwa karena celuritnya dia gunakan untuk menebas kotak suara saja,” jelas Mohammad Khudaifi, 27, warga Desa Aeng Tongtong.

Baca Juga :  Temuan Kompleks Pemakaman Curi Perhatian Warga

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, laporan polisi belum dikeluarkan karena masih dimintai keterangan. Terkait pelaku tidak langsung diamankan polisi. Sebab, dia belum memberikan keterangan jelas. ”Yang melapor masih berada di mapolres dan belum keluar LP,” jelasnya. (c3)

Artikel Terkait

Most Read

Puskeswan Tak Terawat

Tello’ Lanceng Talpos

Artikel Terbaru

/