alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Bidang ESDA Wujudkan Masyarakat Cerdas dan Hemat Energi

SUMENEP – Untuk mewujudkan masyarakat cerdas dan hemat energi, Bagian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep mengembangkan kompor biogas. Program ini dilakukan dengan cara memberikan bimbingan teknis mengenai pengembangan dan aplikasi kompor biogas kepada masyarakat.

Kepala Bagian (Kabag) ESDA Setkab Sumenep Abd. Kahir menjelaskan, teknologi kompor biogas ini menggunakan bahan limbah ternak sapi sebagai sumber energi. Dia berharap, bimbingan tersebut dapat menyadarkan masyarakat akan potensi energi, khususnya dari limbah ternak sapi.

”Kegiatan ini bertujuan memberi pengetahuan kepada masyarakat untuk memanfaatkan potensi energinya, khususnya teknologi kompor gas berbasis limbah ternak sapi,” ungkapnya.

Selain menghemat energi, program kompor biogas ini juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang mengikuti bimbingan tersebut. Bimbingan ini sendiri berlangsung selama dua hari, yaitu 8 dan 9 November.

Baca Juga :  Riska Amaliyah, Delegasi Sumenep di Raka-Raki Jatim 2021

”Nantinya diharapkan program ini dapat membuka lapangan pekerjaan kepada para peserta terlatih ini. Setelah mengikuti pembekalan mereka diharapkan bisa membuat reaktor kompor gas itu, untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, sisa limbah sapi yang digunakan sebagai sumber energi biogas dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. ”Bahkan kualitasnya lebih baik ketimbang pupuk kandang yang langsung digunakan tanpa diproses sebagai biogas terlebih dahulu,” terangnya.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep R Idris mengapresiasi usaha Bagian ESDA. Menurutnya, penghematan energi melalui pengembanagan biogas adalah langkah cerdas untuk menyelamatkan SDA. Dia berharap, program ini dapat berkembang dan dimanfaatkan seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Tunda Appraisal, Penjualan DBS II Buram

”Ide untuk mengganti gas dengan biogas adalah ide cerdas. Selain mengikuti program dari pemerintah pusat, program ini memang sangat relevan di Kabupaten Sumenep. Sebab, Kabupaten Sumenep merupakan daerah dengan populasi sapi yang tinggi,” pungkasnya.

SUMENEP – Untuk mewujudkan masyarakat cerdas dan hemat energi, Bagian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep mengembangkan kompor biogas. Program ini dilakukan dengan cara memberikan bimbingan teknis mengenai pengembangan dan aplikasi kompor biogas kepada masyarakat.

Kepala Bagian (Kabag) ESDA Setkab Sumenep Abd. Kahir menjelaskan, teknologi kompor biogas ini menggunakan bahan limbah ternak sapi sebagai sumber energi. Dia berharap, bimbingan tersebut dapat menyadarkan masyarakat akan potensi energi, khususnya dari limbah ternak sapi.

”Kegiatan ini bertujuan memberi pengetahuan kepada masyarakat untuk memanfaatkan potensi energinya, khususnya teknologi kompor gas berbasis limbah ternak sapi,” ungkapnya.


Selain menghemat energi, program kompor biogas ini juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang mengikuti bimbingan tersebut. Bimbingan ini sendiri berlangsung selama dua hari, yaitu 8 dan 9 November.

Baca Juga :  Siuman, Kondisi Wabup Sumenep Membaik

”Nantinya diharapkan program ini dapat membuka lapangan pekerjaan kepada para peserta terlatih ini. Setelah mengikuti pembekalan mereka diharapkan bisa membuat reaktor kompor gas itu, untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, sisa limbah sapi yang digunakan sebagai sumber energi biogas dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. ”Bahkan kualitasnya lebih baik ketimbang pupuk kandang yang langsung digunakan tanpa diproses sebagai biogas terlebih dahulu,” terangnya.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep R Idris mengapresiasi usaha Bagian ESDA. Menurutnya, penghematan energi melalui pengembanagan biogas adalah langkah cerdas untuk menyelamatkan SDA. Dia berharap, program ini dapat berkembang dan dimanfaatkan seluruh masyarakat.

Baca Juga :  PC Fatayat NU Sumenep Ganti Nakhoda

”Ide untuk mengganti gas dengan biogas adalah ide cerdas. Selain mengikuti program dari pemerintah pusat, program ini memang sangat relevan di Kabupaten Sumenep. Sebab, Kabupaten Sumenep merupakan daerah dengan populasi sapi yang tinggi,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Dispertahortbun Raih Juara II

Waspadai Benjolan di Tubuh

Bupati Beri Insentif Tulisan Mahasiswa

Artikel Terbaru

/