alexametrics
20.5 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

40.723 Nelayan Tak Dapat Kusuka

SUMENEP – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengganti program kartu nelayan menjadi kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka). Program yang dijalankan sejak awal 2018 itu belum sepenuhnya bisa dinikmati nelayan di Sumenep.

Kasi Perlindungan Nelayan dinas Perikanan Sumenep Iwan Darmanzah menyebutkan,  selama 2018 ada 1.277 Kusuka yang tersebar. Angka ini belum mencapai separo jumlah nelayan di Kota Keris yang tembus 42.000 orang. Dengan demikian, 40.723 belum tersentuh program tersebut.

 Pihaknya berkoordinasi dengan BNI berkaitan dengan pembagian Kusuka. Kartu tersebut juga bisa menjadi persyaratan administrasi untuk nelayan memperoleh bantuan. Bantuan yang diberikan biasanya berupa jaring atau perahu.

Pendataannya dilakukan oleh penyuluh perikanan bantu (PPB) di lapangan. Mereka biasanya langsung berkoordinasi dengan kelompok nelayan atau perangkat desa.

Baca Juga :  Mengisi Kemerdekaan dengan Program Nyata untuk Rakyat

Iwan menegaskan bahwa Kusuka tidak hanya diperuntukkan kepada nelayan. Kartu kusuka diperuntukkan kepada masyarakat yang memiliki usaha kelautan.

Persyaratan untuk mendapatkan Kusuka hanya dengan mengisi formulir, fotokopi KK, dan fotokopi KTP.

Ada verifikasi untuk mengetahui usaha yang bersangkutan. Semisal pengepul, pembudi daya, dan nelayan. ”Dalam waktu dekat kita juga akan salurkan 1.600 Kusuka,” janjinya.

Abdul Mannan, 53, nelayan asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget menuturkan, meski pernah mendengar istilah kartu nelayan, selama ini dia tidak begitu memperhatikan. Pasalnya, penyaluran bantuan nelayan dirasa juga tidak merata.

Diakui ada nelayan di desanya yang mendapat bantuan. Namun, bantuan itu kurang tepat sasaran. Padahal, banyak nelayan yang lebih layak mendapatkan bantuan, tapi tidak kebagian.

Baca Juga :  Bupati Busyro Pesan Selalu Ikuti Aturan

”Kalau begitu kan kasihan, bagaimana perasaan mereka yang benar-benar tidak punya (kurang mampu) tapi tidak mendapat bantuan,” tandasnya. (c3)

SUMENEP – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengganti program kartu nelayan menjadi kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka). Program yang dijalankan sejak awal 2018 itu belum sepenuhnya bisa dinikmati nelayan di Sumenep.

Kasi Perlindungan Nelayan dinas Perikanan Sumenep Iwan Darmanzah menyebutkan,  selama 2018 ada 1.277 Kusuka yang tersebar. Angka ini belum mencapai separo jumlah nelayan di Kota Keris yang tembus 42.000 orang. Dengan demikian, 40.723 belum tersentuh program tersebut.

 Pihaknya berkoordinasi dengan BNI berkaitan dengan pembagian Kusuka. Kartu tersebut juga bisa menjadi persyaratan administrasi untuk nelayan memperoleh bantuan. Bantuan yang diberikan biasanya berupa jaring atau perahu.


Pendataannya dilakukan oleh penyuluh perikanan bantu (PPB) di lapangan. Mereka biasanya langsung berkoordinasi dengan kelompok nelayan atau perangkat desa.

Baca Juga :  Bantuan Korban Gempa Sapudi Harus Tepat Sasaran

Iwan menegaskan bahwa Kusuka tidak hanya diperuntukkan kepada nelayan. Kartu kusuka diperuntukkan kepada masyarakat yang memiliki usaha kelautan.

Persyaratan untuk mendapatkan Kusuka hanya dengan mengisi formulir, fotokopi KK, dan fotokopi KTP.

Ada verifikasi untuk mengetahui usaha yang bersangkutan. Semisal pengepul, pembudi daya, dan nelayan. ”Dalam waktu dekat kita juga akan salurkan 1.600 Kusuka,” janjinya.

Abdul Mannan, 53, nelayan asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget menuturkan, meski pernah mendengar istilah kartu nelayan, selama ini dia tidak begitu memperhatikan. Pasalnya, penyaluran bantuan nelayan dirasa juga tidak merata.

Diakui ada nelayan di desanya yang mendapat bantuan. Namun, bantuan itu kurang tepat sasaran. Padahal, banyak nelayan yang lebih layak mendapatkan bantuan, tapi tidak kebagian.

Baca Juga :  Pelaksana Proyek Gardu Induk Dikeluhkan

”Kalau begitu kan kasihan, bagaimana perasaan mereka yang benar-benar tidak punya (kurang mampu) tapi tidak mendapat bantuan,” tandasnya. (c3)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/