alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Urusan Seleksi Tambahan Pilkades, Pemkab Pilih Unmer Malang

SUMENEP-Kekhawatiran banyak pihak soal pelaksanaan seleksi tambahan dalam Pilkades 2019 terjawab sudah. Pemkab Sumenep memastikan pelaksanaan seleksi tambahan berlangsung fair.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Sumenep A Busyro Karim sebagaimana diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) M. Ramli. Penegasan itu disampaikan menjawab keraguan banyak pihak soal teknis pelaksanaan seleksi.

Menurut Ramli, Bupati Busyro secara tegas menginginkan tahapan pilkades serentak berlangsung fair dan terbuka. “Pak Bupati tegas sekali, semua tahapan harus fair. Seleksi tambahan berupa uji kepemimpinan sebagaimana amanat perbup terbaru, semuanya harus fair,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pemkab telah mengundangkan perbup pilkades revisi. Yakni, dengan keluarnya Perbup 54/2019 tentang perubahan Perbup 39/2019 mengenai Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Baca Juga :  Pantau Pilkades Serentak, Bupati Apresiasi Warga Yang Datang Ke TPS

Berdasarkan ketentuan perbup terbaru, bagi desa dengan lebih dari lima cakades harus mengadakan seleksi tambahan. Yakni, uji kepemimpinan yang terdiri dari ujian tertulis dan wawancara. 

Poin untuk uji kepimpinan ini mencapai 30 persen, melengkapi sistem skoring yang menetapkan 70 persen berdasarkan kriteria pengalaman, ijazah dan usia.

Seleksi tambahan tersebut rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Yakni, pada awal bulan Oktober mendatang. Ramli menyampaikan, pihaknya sedang menggodok teknis seleksi tambahan. Salah satunya dengan pihak ketiga yang akan menjadi penyeleksi.

“Sedang digodok, intinya sehari diupayakan selesai dan nilainya pun langsung bisa dicek beberapa jam kemudian. Sehingga tidak ada kecurigaan akan terjadinya permainan apapun,” papar mantan kadinsos ini.

Baca Juga :  Catat! Ini 38 Desa Yang Akan Menggelar Pilkades Serentak di Sampang

Pihaknya meminta para bacakades terkait menyiapkan diri menghadapi seleksi tambahan. Bacakades bisa memelajari isi perbup revisi berkaitan materi ujian. Ujian tulis meliputi; pemahaman Bahasa Indonesia, Pancasila dan UUD 1945, penyelenggaraan pemerintahan desa, fungsi dan tugas kades dan muatan lokal desa.

Sedangkan untuk wawancara meliputi antara lain; visi dan misi bacakades, strategi pencapaian visi dan misi, kepemimpinan dan integritas serta muatan lokal berupa kasus-kasus pedesaan secara umum.

- Advertisement -

SUMENEP-Kekhawatiran banyak pihak soal pelaksanaan seleksi tambahan dalam Pilkades 2019 terjawab sudah. Pemkab Sumenep memastikan pelaksanaan seleksi tambahan berlangsung fair.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Sumenep A Busyro Karim sebagaimana diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) M. Ramli. Penegasan itu disampaikan menjawab keraguan banyak pihak soal teknis pelaksanaan seleksi.

Menurut Ramli, Bupati Busyro secara tegas menginginkan tahapan pilkades serentak berlangsung fair dan terbuka. “Pak Bupati tegas sekali, semua tahapan harus fair. Seleksi tambahan berupa uji kepemimpinan sebagaimana amanat perbup terbaru, semuanya harus fair,” katanya.


Sebagaimana diketahui, pemkab telah mengundangkan perbup pilkades revisi. Yakni, dengan keluarnya Perbup 54/2019 tentang perubahan Perbup 39/2019 mengenai Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Baca Juga :  Aktivis Mahasiswa Galang Dana untuk Palestina

Berdasarkan ketentuan perbup terbaru, bagi desa dengan lebih dari lima cakades harus mengadakan seleksi tambahan. Yakni, uji kepemimpinan yang terdiri dari ujian tertulis dan wawancara. 

Poin untuk uji kepimpinan ini mencapai 30 persen, melengkapi sistem skoring yang menetapkan 70 persen berdasarkan kriteria pengalaman, ijazah dan usia.

Seleksi tambahan tersebut rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Yakni, pada awal bulan Oktober mendatang. Ramli menyampaikan, pihaknya sedang menggodok teknis seleksi tambahan. Salah satunya dengan pihak ketiga yang akan menjadi penyeleksi.

“Sedang digodok, intinya sehari diupayakan selesai dan nilainya pun langsung bisa dicek beberapa jam kemudian. Sehingga tidak ada kecurigaan akan terjadinya permainan apapun,” papar mantan kadinsos ini.

Baca Juga :  Catat! Ini 38 Desa Yang Akan Menggelar Pilkades Serentak di Sampang

Pihaknya meminta para bacakades terkait menyiapkan diri menghadapi seleksi tambahan. Bacakades bisa memelajari isi perbup revisi berkaitan materi ujian. Ujian tulis meliputi; pemahaman Bahasa Indonesia, Pancasila dan UUD 1945, penyelenggaraan pemerintahan desa, fungsi dan tugas kades dan muatan lokal desa.

Sedangkan untuk wawancara meliputi antara lain; visi dan misi bacakades, strategi pencapaian visi dan misi, kepemimpinan dan integritas serta muatan lokal berupa kasus-kasus pedesaan secara umum.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Polres Gandeng JPRM Adakan MRSF

Awasi UNBK melalui CCTV

Artikel Terbaru

/