alexametrics
24 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Dua Hari, Rumah Warga dan Puskesmas Dilalap Api

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Rumah Mohammad Bakri, warga Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep, dilalap api Minggu (8/9). Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sebab, pemilik rumah sedang menjenguk orang tuanya yang sakit.

Kobaran api cepat membesar dan melalap seisi rumah. Saat koran ini mendatangi lokasi kemarin (9/8),, yang tersisa tinggal puing. Kerabat dan tetangga berdatangan ke lokasi.

Encung suhaimi, adik pemilik rumah, menuturkan, rumah tersebut dihuni Saniyah (kakak kandungnya) dan suaminya, Muhammad Bakri. ”Sementara anak dan menantu tinggal di rumah lain yang letaknya masih bersebelahan,” terangnya.

Menurut dia, saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena kelurga besar berkumpul di Desa Pamolokan, menjenguk ibunya yang sakit. ”Saya juga di rumah ibu. Semua keluarga besar di sana. Sebab, kondisi ibu parah,” ceritanya.

Mendengar rumah kakaknya terbakar, sebagian anggota keluarga mendatangi lokasi. Ternyata, api sudah membesar. ”Sebelum mobil pemadam kebakaran tiba, tetangga sekitar memadamkan api dengan alat seadanya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kangean Memendam Jejak Prasejarah

Encung menjelaskan, kobaran api berhasil dijinakkan sekitar satu jam. Semua benda nyaris ludes terbakar, kecuali ruang dapur di bagian belakang. ”Untung api tidak sampai ke dapur. Sebab, di dapur ada enam tabung gas,” ujarnya.

Sebelum kejadian, kata Encung, kakaknya bercerita melakukan silaturahmi ke kediaman salah seorang ulama. Saat itu, ulama itu menyampaikan bahwa kakaknya akan ditimpa musibah besar. Karena itu, belum lama ini di rumah tersebut digelar doa bersama,” tuturnya.

Encung menambahkan, dalam waktu dekat akan digelar doa bersama kembali dan dijadwalkan akhir Agustus. Namun, takdir berkata lain, musibah datang lebih awal. ”Namanya juga musibah. Manusia hanya bisa merencanakan. Sekarang kakak masih di rumah ibu,” ucapnya lirih.

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, anggota Polsek Kota ikut membantu pemadaman api. Hasil pemeriksaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Sejumlah barang berharga dan uang tunai ludes terbakar.

”Seperti BPKB, perhiasan, uang tunai Rp 100 juta, burung, dan perabotan rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peritiwa ini. Kerugian materi ditaksir Rp 300 juta rupiah,” jelasnya.

Baca Juga :  Komisi III Warning PT Sumekar

Dia menerangkan, kebakaran juga terjadi di Puskesmas Gapura. Insiden itu terjadi kemarin (9/8) sekitar pukul 02.30. Sejumlah fasilitas untuk layanan kesehatan rusak terbakar. ”Penyebabnya, diduga kuat akibat korsleting listrik,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Gapura As’ad Zainudin menyampaikan, puskesmas memiliki dua bangunan terpisah. Satu bangunan untuk layanan rawat jalan dan satu bangunan lainnya untuk rawat inap. ”Yang terbakar bangunan sisi barat untuk layanan rawat jalan,” ulasnya.

Bangunan sisi barat ini terdiri atas ruang tunggu depan pelayanan loket, ruang pelayanan bayi, dan ruang penyimpanan rekam medis. ”Pelayanan di Puskemas Gapura tetap beroperasi. Layanan untuk ruangan yang terdampak digeser ke ruangan lain,” ungkapnya.

 

Dia menambahkan, tidak ada korban pada insiden tersebut. ”Peralatan elektronik aman tidak ada yang terbakar, kecuali rekam medis. Kerugian ditaksir mencapai Rp 75 juta,” tandasnya. (jun)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Rumah Mohammad Bakri, warga Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep, dilalap api Minggu (8/9). Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sebab, pemilik rumah sedang menjenguk orang tuanya yang sakit.

Kobaran api cepat membesar dan melalap seisi rumah. Saat koran ini mendatangi lokasi kemarin (9/8),, yang tersisa tinggal puing. Kerabat dan tetangga berdatangan ke lokasi.

Encung suhaimi, adik pemilik rumah, menuturkan, rumah tersebut dihuni Saniyah (kakak kandungnya) dan suaminya, Muhammad Bakri. ”Sementara anak dan menantu tinggal di rumah lain yang letaknya masih bersebelahan,” terangnya.


Menurut dia, saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena kelurga besar berkumpul di Desa Pamolokan, menjenguk ibunya yang sakit. ”Saya juga di rumah ibu. Semua keluarga besar di sana. Sebab, kondisi ibu parah,” ceritanya.

Mendengar rumah kakaknya terbakar, sebagian anggota keluarga mendatangi lokasi. Ternyata, api sudah membesar. ”Sebelum mobil pemadam kebakaran tiba, tetangga sekitar memadamkan api dengan alat seadanya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lima Rumah Rusak Diterjang Ombak

Encung menjelaskan, kobaran api berhasil dijinakkan sekitar satu jam. Semua benda nyaris ludes terbakar, kecuali ruang dapur di bagian belakang. ”Untung api tidak sampai ke dapur. Sebab, di dapur ada enam tabung gas,” ujarnya.

Sebelum kejadian, kata Encung, kakaknya bercerita melakukan silaturahmi ke kediaman salah seorang ulama. Saat itu, ulama itu menyampaikan bahwa kakaknya akan ditimpa musibah besar. Karena itu, belum lama ini di rumah tersebut digelar doa bersama,” tuturnya.

Encung menambahkan, dalam waktu dekat akan digelar doa bersama kembali dan dijadwalkan akhir Agustus. Namun, takdir berkata lain, musibah datang lebih awal. ”Namanya juga musibah. Manusia hanya bisa merencanakan. Sekarang kakak masih di rumah ibu,” ucapnya lirih.

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, anggota Polsek Kota ikut membantu pemadaman api. Hasil pemeriksaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Sejumlah barang berharga dan uang tunai ludes terbakar.

”Seperti BPKB, perhiasan, uang tunai Rp 100 juta, burung, dan perabotan rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peritiwa ini. Kerugian materi ditaksir Rp 300 juta rupiah,” jelasnya.

Baca Juga :  Miris! Dinkes Akui Puskesmas di Sampang Kekurangan Perawat dan Dokter

Dia menerangkan, kebakaran juga terjadi di Puskesmas Gapura. Insiden itu terjadi kemarin (9/8) sekitar pukul 02.30. Sejumlah fasilitas untuk layanan kesehatan rusak terbakar. ”Penyebabnya, diduga kuat akibat korsleting listrik,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Gapura As’ad Zainudin menyampaikan, puskesmas memiliki dua bangunan terpisah. Satu bangunan untuk layanan rawat jalan dan satu bangunan lainnya untuk rawat inap. ”Yang terbakar bangunan sisi barat untuk layanan rawat jalan,” ulasnya.

Bangunan sisi barat ini terdiri atas ruang tunggu depan pelayanan loket, ruang pelayanan bayi, dan ruang penyimpanan rekam medis. ”Pelayanan di Puskemas Gapura tetap beroperasi. Layanan untuk ruangan yang terdampak digeser ke ruangan lain,” ungkapnya.

 

Dia menambahkan, tidak ada korban pada insiden tersebut. ”Peralatan elektronik aman tidak ada yang terbakar, kecuali rekam medis. Kerugian ditaksir mencapai Rp 75 juta,” tandasnya. (jun)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/