alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Jadi Atensi Kejari, Baru Dibangun, Dermaga Ambruk

SUMENEP – Pembangunan dermaga Pelabuhan Gili Iyang janggal. Belum genap setahun, dermaga tersebut sudah ambruk.

Proyek yang dikerjakan PT Kolam Intan Prima itu melekat di Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep. Pekerjaan belum tuntas hingga batas akhir waktu yang ditentukan. Karenanya, kontraktor pelaksana diputus kontrak.

Insan Rofiki, warga Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, Pulau Gili Iyang, membenarkan dermaga pelabuhan di desanya ambruk. Kemungkinanan karena dasar konstruksi tidak mampu menahan hantaman ombak.

Dia mengaku sempat menerima penjelasan dari pihak konstruksi bahwa ambruknya bangunan sempat diprediksi karena pemasangan beton belum sempurna. Namun, kontrak sudah diputus terlebih dahulu. Pekerjaan menyesuaikan dengan pasang surut air laut di lokasi.

”Pelabuhan yang baru itu ambruk baru sekitar 3 hari yang lalu. Sesuai dengan yang disampaikan kontraktor, pengerjaannya hanya kurang 15 persen,” ungkap Rofiki kemarin (9/6).

Baca Juga :  Sisa Satu Kegiatan Belum Digarap

Dia berharap pemerintah tetap melanjutkan pembangunan Pelabuhan Gili Iyang. Tentunya dengan kualitas yang bagus agar tidak membahayakan pengguna.

”Semoga tetap dilanjutkan karena ini menjadi kebutuhan masyarakat pulau,” harapnya.

Merespons kejadian itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Djamaluddin membenarkan, pengerjaan pembangunan dermaga pelabuhan memang belum sempurna. Pemkab Sumenep melalui satuan kerja (satker) telah memustus kontrak pihak kontraktor. Selanjutnya pasti dilakukan audit atas pekerjaan tersebut.

Sementara ini, kata Djamaluddin, belum bisa dipastikan ada unsur pelanggaran hukum atau tidak. Apabila nanti ditemukan pelanggaran hukum, pasti akan dilakukan tindakan tegas.

”Kalau jelas melanggar hukum, pasti ada risiko hukum yang harus diterima. Sementara menunggu perhitungan yang dilakukan pemkab. Biasanya melalui inspektorat,” jelasnya.

Baca Juga :  Seleksi Dirut PDAM Terbuka untuk Umum

Kepala Dinas Perhubungan Sumenep Agustiono Sulasno belum bisa memberikan tanggapan. Didatangi ke kantornya pukul 08.30 kemarin, yang bersangkutan tidak ada. Upaya konfirmasi melalui nomor selulernya tidak ada respons.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, Pemkab Sumenep dijanjikan dapat bantuan keuangan (BK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur senilai Rp 60 miliar. Anggaran tersebut untuk revitalisasi pembangunan Pelabuhan Gili Iyang.

Namun, penganggarannya secara bertahap. Pada 2019 disediakan anggaran 17.795.000.000 untuk pembangunan dermaga Pelabuhan Gili Iyang. Pembangunan lanjutan akan dilakukan tahun ini dengan jasa kontraktor berbeda. (jun)

- Advertisement -

SUMENEP – Pembangunan dermaga Pelabuhan Gili Iyang janggal. Belum genap setahun, dermaga tersebut sudah ambruk.

Proyek yang dikerjakan PT Kolam Intan Prima itu melekat di Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep. Pekerjaan belum tuntas hingga batas akhir waktu yang ditentukan. Karenanya, kontraktor pelaksana diputus kontrak.

Insan Rofiki, warga Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, Pulau Gili Iyang, membenarkan dermaga pelabuhan di desanya ambruk. Kemungkinanan karena dasar konstruksi tidak mampu menahan hantaman ombak.


Dia mengaku sempat menerima penjelasan dari pihak konstruksi bahwa ambruknya bangunan sempat diprediksi karena pemasangan beton belum sempurna. Namun, kontrak sudah diputus terlebih dahulu. Pekerjaan menyesuaikan dengan pasang surut air laut di lokasi.

”Pelabuhan yang baru itu ambruk baru sekitar 3 hari yang lalu. Sesuai dengan yang disampaikan kontraktor, pengerjaannya hanya kurang 15 persen,” ungkap Rofiki kemarin (9/6).

Baca Juga :  Warga Protes Pemusnahan Rokok Ilegal

Dia berharap pemerintah tetap melanjutkan pembangunan Pelabuhan Gili Iyang. Tentunya dengan kualitas yang bagus agar tidak membahayakan pengguna.

”Semoga tetap dilanjutkan karena ini menjadi kebutuhan masyarakat pulau,” harapnya.

Merespons kejadian itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Djamaluddin membenarkan, pengerjaan pembangunan dermaga pelabuhan memang belum sempurna. Pemkab Sumenep melalui satuan kerja (satker) telah memustus kontrak pihak kontraktor. Selanjutnya pasti dilakukan audit atas pekerjaan tersebut.

Sementara ini, kata Djamaluddin, belum bisa dipastikan ada unsur pelanggaran hukum atau tidak. Apabila nanti ditemukan pelanggaran hukum, pasti akan dilakukan tindakan tegas.

”Kalau jelas melanggar hukum, pasti ada risiko hukum yang harus diterima. Sementara menunggu perhitungan yang dilakukan pemkab. Biasanya melalui inspektorat,” jelasnya.

Baca Juga :  Target Penerbitan KIA Hanya 7 Ribu

Kepala Dinas Perhubungan Sumenep Agustiono Sulasno belum bisa memberikan tanggapan. Didatangi ke kantornya pukul 08.30 kemarin, yang bersangkutan tidak ada. Upaya konfirmasi melalui nomor selulernya tidak ada respons.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, Pemkab Sumenep dijanjikan dapat bantuan keuangan (BK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur senilai Rp 60 miliar. Anggaran tersebut untuk revitalisasi pembangunan Pelabuhan Gili Iyang.

Namun, penganggarannya secara bertahap. Pada 2019 disediakan anggaran 17.795.000.000 untuk pembangunan dermaga Pelabuhan Gili Iyang. Pembangunan lanjutan akan dilakukan tahun ini dengan jasa kontraktor berbeda. (jun)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/