alexametrics
21.2 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Satu Kerapu Merah Bisa Seharga Rp 1 Juta

SUMENEP – Profesi nelayan cukup menjanjikan bagi masyarakat Kecamatan Sapeken. Keuntungan yang diperoleh dari hasil tangkap ikan sangat besar. Bahkan, satu ekor ikan kakap merah dengan berat lebih satu kilogram bisa dihargai Rp 1 juta.

Abu Siri, nelayan asal Dusun Buket, Desa/Kecamatan Sapeken, mengungkapkan, nelayan biasanya menggunakan pancing untuk menangkap ikan. Paling banyak dicari ikan kerapu karena harganya yang mahal. Tapi, tidak semua jenis kerapu. Hanya ikan kerapu merah yang dibeli dengan harga tinggi oleh pengepul.

”Sekitar Rp 700 ribu per kilogram. Kalau kerapu jenis lain sekitar Rp 200 ribu. Itu pun harus dijual hidup-hidup. Kalau mati, murah,” ungkap pria 46 tahun itu saat diwawancarai RadarMadura.id Sabtu (8/6).

Hasil laut masyarakat kepulauan Sapeken banyak dijual ke Pulau Dewata. Sebab, permintaan dari daerah tersebut cukup tinggi. Biasanya untuk menu di restoran. Tidak hanya ke Bali, ikan kerapu juga banyak diekspor ke luar negeri. Salah satunya Hongkong.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Pamekasan Target 2.000 Ton Ikan

Pada momen hari raya Imlek, kata Abus Siri, harga kerapu merah bisa tembus Rp 1 juta per kilogram. Sekali berangkat memancing, Abu Siri bisa menghabiskan waktu sekitar empat hari di laut. Hasil yang didapat variatif. Terkadang sekali melaut bisa mendapat kerapu merah dengan berat dua kilogram.

Namun, tidak mudah untuk mendapat ikan tersebut. Bahkan, dia lebih sering mendapat ikan jenis lain. ”Campur. Kadang kerapu jenis lain. Paling besar kerapu merah itu berat 3 kilogram. Tapi, itu jarang bisa didapat,” ujar Abu.

Penghasilan yang bisa didapat sekali melaut lebih dari Rp 1 juta. Kalau dapat ikan bagus, penghasilannya lebih besar. Misal mendapat ikan kerapu merah dengan bobot 4 kilogram. Sudah pasti bisa mengantongi Rp 2,5 juta, bahkan bisa lebih.

Baca Juga :  Penangkapan Nelayan Pasca Penangguhan Permen KP Disoal

Jutaan rupiah dari hasil penjualan itu masih kotor, belum dipotong biaya operasional. Tapi yang pasti, lanjut Abu, cukup untuk menafkahi keluarga. Dia mengaku sudah sejak bujang berprofesi sebagai nelayan. Mengikuti jejak orang tuanya.

Hasil tangkap yang memiliki harga tinggi berikutnya yakni lobster. Harga udang besar ini sekitar Rp 400 ribu per kilogram. Namun, tidak mudah mendapatkan lobster. Untuk mendapat udang tersebut nelayan harus menyelam.

”Lobster mutiara yang mahal. Kalau lobster bambu atau jenis lainnya lebih murah,” terangnya.

- Advertisement -

SUMENEP – Profesi nelayan cukup menjanjikan bagi masyarakat Kecamatan Sapeken. Keuntungan yang diperoleh dari hasil tangkap ikan sangat besar. Bahkan, satu ekor ikan kakap merah dengan berat lebih satu kilogram bisa dihargai Rp 1 juta.

Abu Siri, nelayan asal Dusun Buket, Desa/Kecamatan Sapeken, mengungkapkan, nelayan biasanya menggunakan pancing untuk menangkap ikan. Paling banyak dicari ikan kerapu karena harganya yang mahal. Tapi, tidak semua jenis kerapu. Hanya ikan kerapu merah yang dibeli dengan harga tinggi oleh pengepul.

”Sekitar Rp 700 ribu per kilogram. Kalau kerapu jenis lain sekitar Rp 200 ribu. Itu pun harus dijual hidup-hidup. Kalau mati, murah,” ungkap pria 46 tahun itu saat diwawancarai RadarMadura.id Sabtu (8/6).


Hasil laut masyarakat kepulauan Sapeken banyak dijual ke Pulau Dewata. Sebab, permintaan dari daerah tersebut cukup tinggi. Biasanya untuk menu di restoran. Tidak hanya ke Bali, ikan kerapu juga banyak diekspor ke luar negeri. Salah satunya Hongkong.

Baca Juga :  Gelombang Laut Tinggi Bisa Terjadi Tiba-Tiba

Pada momen hari raya Imlek, kata Abus Siri, harga kerapu merah bisa tembus Rp 1 juta per kilogram. Sekali berangkat memancing, Abu Siri bisa menghabiskan waktu sekitar empat hari di laut. Hasil yang didapat variatif. Terkadang sekali melaut bisa mendapat kerapu merah dengan berat dua kilogram.

Namun, tidak mudah untuk mendapat ikan tersebut. Bahkan, dia lebih sering mendapat ikan jenis lain. ”Campur. Kadang kerapu jenis lain. Paling besar kerapu merah itu berat 3 kilogram. Tapi, itu jarang bisa didapat,” ujar Abu.

Penghasilan yang bisa didapat sekali melaut lebih dari Rp 1 juta. Kalau dapat ikan bagus, penghasilannya lebih besar. Misal mendapat ikan kerapu merah dengan bobot 4 kilogram. Sudah pasti bisa mengantongi Rp 2,5 juta, bahkan bisa lebih.

Baca Juga :  7.871 Nelayan Tak Dilindungi Asuransi

Jutaan rupiah dari hasil penjualan itu masih kotor, belum dipotong biaya operasional. Tapi yang pasti, lanjut Abu, cukup untuk menafkahi keluarga. Dia mengaku sudah sejak bujang berprofesi sebagai nelayan. Mengikuti jejak orang tuanya.

Hasil tangkap yang memiliki harga tinggi berikutnya yakni lobster. Harga udang besar ini sekitar Rp 400 ribu per kilogram. Namun, tidak mudah mendapatkan lobster. Untuk mendapat udang tersebut nelayan harus menyelam.

”Lobster mutiara yang mahal. Kalau lobster bambu atau jenis lainnya lebih murah,” terangnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/