25.1 C
Madura
Friday, March 24, 2023

Komisi II Lindungi Lahan Pertanian dengan LP2B

SUMENEP – Komisi II DPRD Sumenep berkomitmen mendukung pembangunan di Kota Keris, termasuk di bidang pertanian. Komisi yang membidangi masalah perekonomian itu intens mengawal pembahasan raperda tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Ketua Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam mengatakan, di Sumenep banyak lahan produktif. Lahan itu harus dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Karena itu, pihaknya membuat raperda tentang LP2B. Harapannya, tidak mudak digunakan untuk kebutuhan infrastruktur. Terlebih, pemerintah sedang menggalakkan swasembada pangan.

Jika lahan pertanian tidak diproteksi, lambat laun akan terkikis habis. ”Makanya, akan berdampak terhadap hal lain. Misalnya, terjadi genangan banjir karena sudah tidak ada lahan serapan air,” katanya Senin (9/4).

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Tegaskan Belum Ada Tambang Fosfat Berizin

Pria yang akrab disapa Oyok itu menambahkan, pemkab tidak akan bisa mendukung swasembada pangan jika lahan pertanian dijadikan perumahan, perkantoran, dan infrastruktur lain. ”LP2B memberikan proteksi kepada pihak pemerintah dan swasta. Jika kemudian memanfaatkan lahan pertanian berkelanjutan, harus ada ganti tiga kali lipat,” tegasnya.

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, untuk LP2B, sudah dilakukan fasilitasi oleh gubernur Jatim. Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep telah melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah untuk mempelajari LP2B.

”Masih belum tercantum lahan pertanian atas nama siapa dan alamatnya di mana. Bulan ini kemungkinan dari gubernur sudah difasilitasi. Lalu, kami tetapkan dan akan dilaksanakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Luncuran Taksi Bandara

Pihaknya berharap, lahan pertanian produktif tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang hanya mengharapkan keuntungan semata. Menurut Oyok, lahan pertanian harus dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian.

 

SUMENEP – Komisi II DPRD Sumenep berkomitmen mendukung pembangunan di Kota Keris, termasuk di bidang pertanian. Komisi yang membidangi masalah perekonomian itu intens mengawal pembahasan raperda tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Ketua Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam mengatakan, di Sumenep banyak lahan produktif. Lahan itu harus dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Karena itu, pihaknya membuat raperda tentang LP2B. Harapannya, tidak mudak digunakan untuk kebutuhan infrastruktur. Terlebih, pemerintah sedang menggalakkan swasembada pangan.

Jika lahan pertanian tidak diproteksi, lambat laun akan terkikis habis. ”Makanya, akan berdampak terhadap hal lain. Misalnya, terjadi genangan banjir karena sudah tidak ada lahan serapan air,” katanya Senin (9/4).

Baca Juga :  Ajukan Kuota Tambahan 5.306 Penerima PKH Plus

Pria yang akrab disapa Oyok itu menambahkan, pemkab tidak akan bisa mendukung swasembada pangan jika lahan pertanian dijadikan perumahan, perkantoran, dan infrastruktur lain. ”LP2B memberikan proteksi kepada pihak pemerintah dan swasta. Jika kemudian memanfaatkan lahan pertanian berkelanjutan, harus ada ganti tiga kali lipat,” tegasnya.

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, untuk LP2B, sudah dilakukan fasilitasi oleh gubernur Jatim. Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep telah melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah untuk mempelajari LP2B.

”Masih belum tercantum lahan pertanian atas nama siapa dan alamatnya di mana. Bulan ini kemungkinan dari gubernur sudah difasilitasi. Lalu, kami tetapkan dan akan dilaksanakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiga Bulan Guru Sertifikasi Tak Dibayar

Pihaknya berharap, lahan pertanian produktif tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang hanya mengharapkan keuntungan semata. Menurut Oyok, lahan pertanian harus dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian.

- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Kafe Mami Muda Ludes Dilalap Api

/