alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Diterjang Angin Puyuh, Rumah Rusak Berat, Tiga Keluarga Mengungsi

SUMENEP-Selain Desa Talang, Kecamatan Saronggi, angin puyuh juga merusak rumah warga Desa Tarogan, Kecamatan Lenteng. Bahkan, warga terpaksa mengungsi karena kerusakan rumah cukup parah. Konon, ada tiga warga yang mengungsi.

Ketiga warga yang mengungsi adalah Marseap dan Aminah. Keduanya mengungsi ke rumah anaknya bernama Pusidah. Lalu Juma’e, mengungsi ke rumah anaknya bernama Ainiyah. Terakhir ada Mulasin, mengungsi ke rumah anaknya yakni Ramli.

Masyudi, salah seorang warga Desa Tarogan menyatakan wajar jika warga mengungsi ke rumah kerabatnya. Sebab, rumah yang diterjang angin puyuh sudah tidak bisa ditempati lagi. “Mereka mengungsi ke rumah anaknya yang sudah berkeluarga,” katanya.

Baca Juga :  Volume Pemeliharaan Jalan Sonok Berkurang

Menurut Masyudi, kerusakan rumah ketiga pengungsi tersebut tergolong paling parah. Dia saksi mata langsung yang melihat genteng rumah Marseap beterbangan disapu angin puyuh. “Saya hanya bisa berdiri menyaksikan keganasan angin,” katanya sedih.

Dijelaskan, saat ini Marseap sedang berada di rumah anaknya. Sementara mengenai perbaikan rumah penduduk, masih belum bisa dilakukan. “Tadi sudah ada aparat kepolisian dan TNI datang ke lokasi mengambil foto,” tandasnya.

Perlu diketahui, sedikitnya 56 rumah penduduk di dua kecamatan rusak setelah diterjang angin puyuh, Minggu (10/3) sekitar pukul 13.00. Awalnya, angin puyuh menerjang rumah warga Kecamatan Saronggi dan sejam kemudian warga Lenteng. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

SUMENEP-Selain Desa Talang, Kecamatan Saronggi, angin puyuh juga merusak rumah warga Desa Tarogan, Kecamatan Lenteng. Bahkan, warga terpaksa mengungsi karena kerusakan rumah cukup parah. Konon, ada tiga warga yang mengungsi.

Ketiga warga yang mengungsi adalah Marseap dan Aminah. Keduanya mengungsi ke rumah anaknya bernama Pusidah. Lalu Juma’e, mengungsi ke rumah anaknya bernama Ainiyah. Terakhir ada Mulasin, mengungsi ke rumah anaknya yakni Ramli.

Masyudi, salah seorang warga Desa Tarogan menyatakan wajar jika warga mengungsi ke rumah kerabatnya. Sebab, rumah yang diterjang angin puyuh sudah tidak bisa ditempati lagi. “Mereka mengungsi ke rumah anaknya yang sudah berkeluarga,” katanya.

Baca Juga :  Desak Kades Tersangka Ditahan

Menurut Masyudi, kerusakan rumah ketiga pengungsi tersebut tergolong paling parah. Dia saksi mata langsung yang melihat genteng rumah Marseap beterbangan disapu angin puyuh. “Saya hanya bisa berdiri menyaksikan keganasan angin,” katanya sedih.

Dijelaskan, saat ini Marseap sedang berada di rumah anaknya. Sementara mengenai perbaikan rumah penduduk, masih belum bisa dilakukan. “Tadi sudah ada aparat kepolisian dan TNI datang ke lokasi mengambil foto,” tandasnya.

Perlu diketahui, sedikitnya 56 rumah penduduk di dua kecamatan rusak setelah diterjang angin puyuh, Minggu (10/3) sekitar pukul 13.00. Awalnya, angin puyuh menerjang rumah warga Kecamatan Saronggi dan sejam kemudian warga Lenteng. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/