26.9 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Jaringan Lemot saat Mengerjakan Soal

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Tes tulis calon anggota PPK di Sumenep sudah selesai dilaksanakan kemarin (7/12). Meski begitu, pelaksanaan tes yang menggunakan sistem CAT itu menyisakan keluhan dari peserta. Terutama, mengenai jaringan yang lemot.

M. Khotib misalnya. Dia merupakan peserta yang tidak bisa melangkah ke tahap wawancara. Pemuda asal Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, itu pulang dengan kepala menunduk. Sebab, poin yang diperoleh tidak masuk 15 ranking

”Saya tidak lolos karena yang diambil hanya 15 nilai tertinggi. Rata-rata nilainya 76 ke atas,” kata dia kemarin.

Menurut Khotib, jika melihat dari persiapan, dia meyakini bisa masuk tahap wawancara. Sebab, dari sisi pengalaman, dia mengaku pernah terlibat sebagai penyelenggara pemilu.

Baca Juga :  Puskesmas Arjasa Aktif Cegah Covid-19

Pada Pemilu 2019, lanjut Khotib, dipercaya menjadi ketua KPPS di Desa Payudan Daleman. Begitu pun dengan pelaksanaan Pilkada Sumenep 2020. Selain itu, pada Pemilu 2019 pihaknya juga pernah mengikuti seleksi PPS tapi tidak terpilih.

”Waktu itu seleksinya masih manual. Ini pengalaman pertama saya mengikuti seleksi CAT,” tuturnya.

Dia menyatakan, di Kecamatan Guluk-Guluk itu terdapat 38 peserta yang mengikuti seleksi tes tulis. Namun, peserta yang dinyatakan lolos ke tahap wawancara hanya 15 orang. Jadi terdapat 18 peserta yang dinyatakan gugur. ”Ada juga anggota PPK yang lama ikut seleksi lagi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebenarnya tidak ada kendala serius dalam mengerjakan soal tes tulis. Hanya, ketika mengerjakan soal, mengalami kendala karena jaringan lemot. Sementara, peserta hanya diberi waktu 90 menit untuk mengerjakan 75 soal.

Baca Juga :  Alquran dan Kereta Kuda Paling Digemari

”Ketika mengeklik soal, masih loading sehingga memakan waktu. Jadi saya buru-buru mengerjakan soal takut tidak terjawab semua,” tuturnya.

Divisi SDM dan Parmas KPU Sumenep Rafiqi mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses tes tulis calon anggota PPK. Hanya, pada hari kedua, KPU Sumenep harus menambah server di dua ruangan yang ditempati pelaksanaan tes. Dia mengakui jika hari pertama pada sesi ketiga dan keempat jaringan sedikit lamban.

”Sekarang sudah normal. Jadi satu server dipakai untuk 25 komputer,” katanya. (bil/daf)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Tes tulis calon anggota PPK di Sumenep sudah selesai dilaksanakan kemarin (7/12). Meski begitu, pelaksanaan tes yang menggunakan sistem CAT itu menyisakan keluhan dari peserta. Terutama, mengenai jaringan yang lemot.

M. Khotib misalnya. Dia merupakan peserta yang tidak bisa melangkah ke tahap wawancara. Pemuda asal Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, itu pulang dengan kepala menunduk. Sebab, poin yang diperoleh tidak masuk 15 ranking

”Saya tidak lolos karena yang diambil hanya 15 nilai tertinggi. Rata-rata nilainya 76 ke atas,” kata dia kemarin.


Menurut Khotib, jika melihat dari persiapan, dia meyakini bisa masuk tahap wawancara. Sebab, dari sisi pengalaman, dia mengaku pernah terlibat sebagai penyelenggara pemilu.

Baca Juga :  Bupati Busyro Karim Pantau Tes SKD CPNS, 18 Peserta Ternyata Absen

Pada Pemilu 2019, lanjut Khotib, dipercaya menjadi ketua KPPS di Desa Payudan Daleman. Begitu pun dengan pelaksanaan Pilkada Sumenep 2020. Selain itu, pada Pemilu 2019 pihaknya juga pernah mengikuti seleksi PPS tapi tidak terpilih.

”Waktu itu seleksinya masih manual. Ini pengalaman pertama saya mengikuti seleksi CAT,” tuturnya.

Dia menyatakan, di Kecamatan Guluk-Guluk itu terdapat 38 peserta yang mengikuti seleksi tes tulis. Namun, peserta yang dinyatakan lolos ke tahap wawancara hanya 15 orang. Jadi terdapat 18 peserta yang dinyatakan gugur. ”Ada juga anggota PPK yang lama ikut seleksi lagi,” ungkapnya.

- Advertisement -

Dia menambahkan, sebenarnya tidak ada kendala serius dalam mengerjakan soal tes tulis. Hanya, ketika mengerjakan soal, mengalami kendala karena jaringan lemot. Sementara, peserta hanya diberi waktu 90 menit untuk mengerjakan 75 soal.

Baca Juga :  STKIP PGRI Jadi Tuan Rumah Latsarnas Perti VI

”Ketika mengeklik soal, masih loading sehingga memakan waktu. Jadi saya buru-buru mengerjakan soal takut tidak terjawab semua,” tuturnya.

Divisi SDM dan Parmas KPU Sumenep Rafiqi mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses tes tulis calon anggota PPK. Hanya, pada hari kedua, KPU Sumenep harus menambah server di dua ruangan yang ditempati pelaksanaan tes. Dia mengakui jika hari pertama pada sesi ketiga dan keempat jaringan sedikit lamban.

”Sekarang sudah normal. Jadi satu server dipakai untuk 25 komputer,” katanya. (bil/daf)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/