alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Warga Protes Pemusnahan Rokok Ilegal

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura kembali memusnahkan 3 juta batang rokok ilegal kemarin (8/12). Rokok diperkirakan senilai Rp 3,1 miliar.

Pemusnahan 3.078.983 batang rokok ilegal itu dilakukan di tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan. Pemusnahan dilakukan dengan cara dikubur ke dalam lubang dengan kedalaman lebih dari sepuluh meter.

Kepala Kantor Bea Cukai Madura Yanuar Calliandra menerangkan bahwa tiga juta batang rokok ilegal itu hasil penindakan di berbagai tempat. Mulai dari titik Jembatan Suramadu hingga toko dan pasar di wilayah Madura.

”Hasil penindakan ini berpotensi merugikan negara hingga Rp 1,5 miliar,” katanya. Dia mengatakan, pemusnahan rokok ilegal sudah sesuai regulasi. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 83/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Juga mengacu pada Surat Persetujuan Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi bernomor S-259/MK.6/KN.5/2021 tanggal 20 November 2021. ”Penindakan ini juga hasil sinergi dari empat kabupaten di Madura,” katanya.

Baca Juga :  Warga Polisikan Kades Bira Tengah

Meski begitu, tindakan pemusnahan tersebut mendapat protes dari warga. Protes tersebut disampaikan oleh Musannan Abdul Hadi, warga setempat. Dia menyebut, pemusnahan barang bukti rokok ilegal salah arah.

”Kalau hanya karena legalisasi, tidak membayar bea cukai, maka pemusnahan tersebut sesat,” katanya. ”Bea cukai hanya urusan izin dan ketertiban administrasi, dengan kata lain soal urusan bayar pajak,” sambungnya.

Dia mengatakan, seharusnya Bea Cukai Madura melakukan mediasi administratif. Tidak justru memilih jalan memusnahkan rokok ilegal tersebut. Dia mengatakan, Bea Cukai Madura harus mampu mengedukasi dan memfasilitasi. ”Karena rokok yang dimusnahkan itu ada nilainya, di sana ada tenaga, waktu dan pikiran serta materi yang dikeluarkan,” katanya. 

Baca Juga :  Pagi Angkut Warga Kepulauan, Siang Hari KAK Beri Layanan Kesehatan
- Advertisement -

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura kembali memusnahkan 3 juta batang rokok ilegal kemarin (8/12). Rokok diperkirakan senilai Rp 3,1 miliar.

Pemusnahan 3.078.983 batang rokok ilegal itu dilakukan di tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan. Pemusnahan dilakukan dengan cara dikubur ke dalam lubang dengan kedalaman lebih dari sepuluh meter.

Kepala Kantor Bea Cukai Madura Yanuar Calliandra menerangkan bahwa tiga juta batang rokok ilegal itu hasil penindakan di berbagai tempat. Mulai dari titik Jembatan Suramadu hingga toko dan pasar di wilayah Madura.


”Hasil penindakan ini berpotensi merugikan negara hingga Rp 1,5 miliar,” katanya. Dia mengatakan, pemusnahan rokok ilegal sudah sesuai regulasi. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 83/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Juga mengacu pada Surat Persetujuan Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi bernomor S-259/MK.6/KN.5/2021 tanggal 20 November 2021. ”Penindakan ini juga hasil sinergi dari empat kabupaten di Madura,” katanya.

Baca Juga :  Sekeluarga Terpapar Covid-19

Meski begitu, tindakan pemusnahan tersebut mendapat protes dari warga. Protes tersebut disampaikan oleh Musannan Abdul Hadi, warga setempat. Dia menyebut, pemusnahan barang bukti rokok ilegal salah arah.

”Kalau hanya karena legalisasi, tidak membayar bea cukai, maka pemusnahan tersebut sesat,” katanya. ”Bea cukai hanya urusan izin dan ketertiban administrasi, dengan kata lain soal urusan bayar pajak,” sambungnya.

Dia mengatakan, seharusnya Bea Cukai Madura melakukan mediasi administratif. Tidak justru memilih jalan memusnahkan rokok ilegal tersebut. Dia mengatakan, Bea Cukai Madura harus mampu mengedukasi dan memfasilitasi. ”Karena rokok yang dimusnahkan itu ada nilainya, di sana ada tenaga, waktu dan pikiran serta materi yang dikeluarkan,” katanya. 

Baca Juga :  Warga Meninggal di Masjid, Dugaan Sementara karena Serangan Jantung
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/