alexametrics
21.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Banyak Eks Honorer K-2 Tidak Bisa Daftar CPNS

Eks honorer K-2 benar-benar terganjal untuk bisa ikut seleksi CPNS tahun ini. Selain persyaratan umur tidak sedikit diantara mereka yang tidak bisa mendaftar. Sistem menolak pendafataran mereka dengan dianggap tidak sesuai Permendikbud.

 

***

PULUHAN eks honorer K-2 dari wilayah kepulauan Sumenep tak bisa mengikuti pendaftaran CPNS 2018. Penyebabnya, portal sistem seleksi CPNS nasional (SSCN) menolak registrasi mereka. 

Joni Irawan, 32, warga Desa/Pulau Karamian, Kecamatan Masalembu, Sumenep, menjelaskan, saat mendaftar di portal SSCN, pendaftarannya ditolak. Dia mendapat pemberitahuan bahwa data yang dimasukkan tidak sesuai dengan peraturan. 

”Saya tidak tahu kenapa. Setiap saya mengisi pendaftaran di web, pendafataran ditolak. Lalu ada tulisan data Anda tidak sesuai dengan Permendikbud,” jelasnya Senin (8/10). 

Baca Juga :  AKD Minta Terapkan Sistem FIFO

Joni yang merupakan pengajar di salah satu sekolah di Desa/Pulau Karamian akhirnya datang ke Kota Sumenep. Dia mempertanyakan masalah yang dialami kepada pihak Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep. 

Joni tidak seorang diri. Setidaknya ada 45 eks honorer K-2 asal kepulauan yang mengalami permasalahan sama. Mereka mengaku memenuhi standar usia untuk mengikuti seleksi pengangkatan CPNS tahun ini. 

”Ada yang dari Pulau Raas, Sapudi, Kangean, dan Masalembu. Eks honorer K-2 di kepulauan yang memenuhi syarat umur mengikuti tes CPNS tapi tidak bisa mendaftar sebanyak 45 orang,” terangnya. 

Kepala BKPSDM Sumenep R. Titik Suryati berjanji akan membantu honorer K-2 yang tidak bisa mendaftar tes CPNS 2018. Menurut dia, gagalnya pendaftaran disebabkan kesalahan sistem. Pihaknya berencana berkirim surat kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). 

Baca Juga :  Belum Tahu Berapa Yang Akan Diterima

”Kemungkinan karena kesalahan sistem yang menyebabkan data teman-teman ini tidak terbaca. Dalam waktu dekat mungkin, satu atau dua hari ke depan, kami akan mengirimkan surat ke kementerian untuk mengadukan kejadian ini,” ujarnya. 

 

 

Eks honorer K-2 benar-benar terganjal untuk bisa ikut seleksi CPNS tahun ini. Selain persyaratan umur tidak sedikit diantara mereka yang tidak bisa mendaftar. Sistem menolak pendafataran mereka dengan dianggap tidak sesuai Permendikbud.

 

***


PULUHAN eks honorer K-2 dari wilayah kepulauan Sumenep tak bisa mengikuti pendaftaran CPNS 2018. Penyebabnya, portal sistem seleksi CPNS nasional (SSCN) menolak registrasi mereka. 

Joni Irawan, 32, warga Desa/Pulau Karamian, Kecamatan Masalembu, Sumenep, menjelaskan, saat mendaftar di portal SSCN, pendaftarannya ditolak. Dia mendapat pemberitahuan bahwa data yang dimasukkan tidak sesuai dengan peraturan. 

”Saya tidak tahu kenapa. Setiap saya mengisi pendaftaran di web, pendafataran ditolak. Lalu ada tulisan data Anda tidak sesuai dengan Permendikbud,” jelasnya Senin (8/10). 

Baca Juga :  Insentif Honorer K-2 Naik

Joni yang merupakan pengajar di salah satu sekolah di Desa/Pulau Karamian akhirnya datang ke Kota Sumenep. Dia mempertanyakan masalah yang dialami kepada pihak Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep. 

Joni tidak seorang diri. Setidaknya ada 45 eks honorer K-2 asal kepulauan yang mengalami permasalahan sama. Mereka mengaku memenuhi standar usia untuk mengikuti seleksi pengangkatan CPNS tahun ini. 

”Ada yang dari Pulau Raas, Sapudi, Kangean, dan Masalembu. Eks honorer K-2 di kepulauan yang memenuhi syarat umur mengikuti tes CPNS tapi tidak bisa mendaftar sebanyak 45 orang,” terangnya. 

Kepala BKPSDM Sumenep R. Titik Suryati berjanji akan membantu honorer K-2 yang tidak bisa mendaftar tes CPNS 2018. Menurut dia, gagalnya pendaftaran disebabkan kesalahan sistem. Pihaknya berencana berkirim surat kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). 

Baca Juga :  Honorer K-2 Sangat Butuh SK Bupati

”Kemungkinan karena kesalahan sistem yang menyebabkan data teman-teman ini tidak terbaca. Dalam waktu dekat mungkin, satu atau dua hari ke depan, kami akan mengirimkan surat ke kementerian untuk mengadukan kejadian ini,” ujarnya. 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/