alexametrics
25.8 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Ini Kegiatan Jokowi di Ponpes Annuqayah dan Al-Amien Prenduan

SUMENEP – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan ke Sumenep. Presiden Indonesia ketujuh itu mengunjungi beberapa pondok pesantren (ponpes). Di antaranya, Ponpes Annuqayah dan Ponpes Al-Amien Prenduan.

Dalam kunjungannya ke dua pondok pesantren besar di Madura itu, Jokowi membawa misi perdamaian. Memang, tujuan kunjungan orang nomor satu di Indonesia itu ke Sumenep dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional.

Saat berada di Ponpes Annuqayah, Presiden Jokowi mengesahkan program Kampung Damai. Kampung Damai merupakan program hasil kerja sama antara UN Women dan Wahid Foundation.

Dalam kesempatan tersebut, presiden mengajak masyarakat Madura menjaga perdamaian dan menghindari perselisihan. ”Indonesia ini negara besar. Kita memiliki 714 suku, 1.100 bahasa, dan bermacam agama serta budaya. Mari kita jaga agar Indonesia menjadi negara yang kuat dan maju,” ajaknya.

Jokowi merupakan presiden Indonesia kedua yang melakukan kunjungan ke Ponpes Annuqayah. Sebelum dia, Presiden KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga pernah berkunjung ke ponpes ini.

Menurut Direktur Utama Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, pemilihan Madura sebagai tempat pengesahan Kampung Damai karena karakter perempuan Madura yang khas. Wanita yang akrab disapa Yenny Wahid itu mengungkapkan, perempuan Madura memiliki karakter yang ulet, pekerja keras, dan suka gotong royong. ”Jadi cocok dengan semboyan kampung damai. Yaitu, perempuan berdaya, komunitas damai,” ungkap Yenny.

Baca Juga :  SKHU SD di Masalembu Belum Selesai

Pimpinan Ponpes Annuqayah Prof. Abd. A’la mengungkapkan terima kasih atas kedatangan presiden. Dia menyampaikan keterpurukan petani garam dan petani tembakau di Madura. ”Mungkin ini sedikit keluhan dari kami. Saat ini petani garam dan petani tembakau di Sumenep mengalami musim buruk. Mungkin Bapak bisa bantu,” ungkapnya kepada presiden.

Setelah menyelesaikan kegiatan di Ponpes Annuqayah, presiden menuju Ponpes Al-Amien Prenduan. Seperti di Annuqayah, kedatangan presiden disambut dengan meriah di Ponpes Al-Amien Prenduan.

Kedatangan Jokowi di Ponpes Al-Amien Prenduan disambut 7.000 lebih santri. Presiden mengajak para santri dan santriwati menolak ujaran kebencian. Jokowi mengajak masyarakat untuk hidup saling berdampingan. ”Kita harus pintar memilih informasi agar tidak termakan berita bohong atau hoax. Atau, ujaran kebencian yang lain,” ucapnya.

Selain ribuan santri, acara yang diselenggarakan di Masjid Al-Amien Prenduan itu dihadiri sejumlah kiai se-Madura dan wali santri. Pihak pondok juga mendatangkan 500 santri berprestasi.

Baca Juga :  Pendekar Al-Amien Bawa Pulang 13 Medali

Mereka terdiri dari 239 santri berprestasi di bidang hafalan Alquran, dengan hafalan 30 dan 20 juz. Lalu 181 santri berprestasi di bidang non akademik serta 80 santri berprestasi di bidang akademik.

Dalam kesempatan tersebut, presiden berjanji akan memberikan bantuan berupa beasiswa pendidikan kepada para santri berprestasi. ”Siapa yang berhasil lolos seleksi, akan kami beri beasiswa pendidikan,” ucap Jokowi disambut tepuk tangan santri.

Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani berharap, pesan damai yang disampaikan Presiden Jokowi dapat meningkatkan kecintaan kepada Indonesia. Fauzi mengaku bahagia karena selama 65 tahun berdiri, Jokowi merupakan presiden Indonesia pertama yang datang ke Ponpes Al-Amien Prenduan.

”Melalui Halaqah Kebangsaan, kita berharap kecintaan kepada Indonesia semakin kuat dan mendalam. Keyakinan bahwa Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini adalah ikhtiar terbaik sebagai ideologi, falsafah, dan dasar negara yang mesti dirawat dan diamalkan nilai-nilainya,” ujar pimpinan pondok yang memegang teguh prinsip berdiri di atas dan untuk semua golongan itu. 

 

SUMENEP – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan ke Sumenep. Presiden Indonesia ketujuh itu mengunjungi beberapa pondok pesantren (ponpes). Di antaranya, Ponpes Annuqayah dan Ponpes Al-Amien Prenduan.

Dalam kunjungannya ke dua pondok pesantren besar di Madura itu, Jokowi membawa misi perdamaian. Memang, tujuan kunjungan orang nomor satu di Indonesia itu ke Sumenep dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional.

Saat berada di Ponpes Annuqayah, Presiden Jokowi mengesahkan program Kampung Damai. Kampung Damai merupakan program hasil kerja sama antara UN Women dan Wahid Foundation.


Dalam kesempatan tersebut, presiden mengajak masyarakat Madura menjaga perdamaian dan menghindari perselisihan. ”Indonesia ini negara besar. Kita memiliki 714 suku, 1.100 bahasa, dan bermacam agama serta budaya. Mari kita jaga agar Indonesia menjadi negara yang kuat dan maju,” ajaknya.

Jokowi merupakan presiden Indonesia kedua yang melakukan kunjungan ke Ponpes Annuqayah. Sebelum dia, Presiden KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga pernah berkunjung ke ponpes ini.

Menurut Direktur Utama Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, pemilihan Madura sebagai tempat pengesahan Kampung Damai karena karakter perempuan Madura yang khas. Wanita yang akrab disapa Yenny Wahid itu mengungkapkan, perempuan Madura memiliki karakter yang ulet, pekerja keras, dan suka gotong royong. ”Jadi cocok dengan semboyan kampung damai. Yaitu, perempuan berdaya, komunitas damai,” ungkap Yenny.

Baca Juga :  100 Personel Brimob Polda Turun Tangan

Pimpinan Ponpes Annuqayah Prof. Abd. A’la mengungkapkan terima kasih atas kedatangan presiden. Dia menyampaikan keterpurukan petani garam dan petani tembakau di Madura. ”Mungkin ini sedikit keluhan dari kami. Saat ini petani garam dan petani tembakau di Sumenep mengalami musim buruk. Mungkin Bapak bisa bantu,” ungkapnya kepada presiden.

Setelah menyelesaikan kegiatan di Ponpes Annuqayah, presiden menuju Ponpes Al-Amien Prenduan. Seperti di Annuqayah, kedatangan presiden disambut dengan meriah di Ponpes Al-Amien Prenduan.

Kedatangan Jokowi di Ponpes Al-Amien Prenduan disambut 7.000 lebih santri. Presiden mengajak para santri dan santriwati menolak ujaran kebencian. Jokowi mengajak masyarakat untuk hidup saling berdampingan. ”Kita harus pintar memilih informasi agar tidak termakan berita bohong atau hoax. Atau, ujaran kebencian yang lain,” ucapnya.

Selain ribuan santri, acara yang diselenggarakan di Masjid Al-Amien Prenduan itu dihadiri sejumlah kiai se-Madura dan wali santri. Pihak pondok juga mendatangkan 500 santri berprestasi.

Baca Juga :  Pendekar Al-Amien Bawa Pulang 13 Medali

Mereka terdiri dari 239 santri berprestasi di bidang hafalan Alquran, dengan hafalan 30 dan 20 juz. Lalu 181 santri berprestasi di bidang non akademik serta 80 santri berprestasi di bidang akademik.

Dalam kesempatan tersebut, presiden berjanji akan memberikan bantuan berupa beasiswa pendidikan kepada para santri berprestasi. ”Siapa yang berhasil lolos seleksi, akan kami beri beasiswa pendidikan,” ucap Jokowi disambut tepuk tangan santri.

Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani berharap, pesan damai yang disampaikan Presiden Jokowi dapat meningkatkan kecintaan kepada Indonesia. Fauzi mengaku bahagia karena selama 65 tahun berdiri, Jokowi merupakan presiden Indonesia pertama yang datang ke Ponpes Al-Amien Prenduan.

”Melalui Halaqah Kebangsaan, kita berharap kecintaan kepada Indonesia semakin kuat dan mendalam. Keyakinan bahwa Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini adalah ikhtiar terbaik sebagai ideologi, falsafah, dan dasar negara yang mesti dirawat dan diamalkan nilai-nilainya,” ujar pimpinan pondok yang memegang teguh prinsip berdiri di atas dan untuk semua golongan itu. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/