alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

‘Taksi’ Perahu Kecelakaan, Ini Yang Akan Dilakukan UPT Pantai Lombang

SUMENEP – Pantai Lombang yang terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Sumenep. Tapi, penempatan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan layanan jasa naik kuda serta ‘taksi’ perahu dikeluhkan warga.

Iskandar, Ketua Gerakan Pemuda Bersatu (GPB) Kecamatan Batang-Batang menuturkan, penertiban PKL harus terus dilakukan. “Belum dipasangnya papan nama area steril PKL atau plang kawasan PKL membuat petugas kewalahan melakukan penertiban,” ujarnya.

Menurutnya, pemilik layanan jasa sewa kuda juga bebas berkeliaran karena tidak ada plang atau tanda khusus yang menjelaskan area tersebut merupakan kawasan PKL. “Seharusnya, ada area khusus untuk parkir kuda. Sehingga, tidak mengganggu pengunjung,” usulnya.

Baca Juga :  Bupati Janji Segera Lakukan Lelang Jabatan

Anwar, Kepala UPT Wisata Pantai Lombang Sumenep mengaku tidak membutuhkan plang untuk membatasi area bagi PKL dan parkir kuda. “Sebab, selama ini cukup aman. Papan nama tidak dibutuhkan karena kami sudah menghimbau kepada PKL terkait area mangkal,” jelasnya.

Mengenai layanan jasa ‘taksi’ perahu, Anwar mengaku sudah menjelaskan aturan mainnya. Misalnya mewajibkan pemilik perahu menyediakan payung, tempat duduk dan pelampung. Sehingga, pengguna layanan jasa taksi perahu aman dan nyaman.

“Kami sudah mengingatkan 14 pengelola layanan jasa ‘taksi’ perahu. Tapi, mereka masih memaksa dan tidak memperdulikan peringatan kami. Jika terjadi kecelakaan, kami tidak mau bertanggungjawab,” tandasnya. (Rofiqi)

SUMENEP – Pantai Lombang yang terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Sumenep. Tapi, penempatan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan layanan jasa naik kuda serta ‘taksi’ perahu dikeluhkan warga.

Iskandar, Ketua Gerakan Pemuda Bersatu (GPB) Kecamatan Batang-Batang menuturkan, penertiban PKL harus terus dilakukan. “Belum dipasangnya papan nama area steril PKL atau plang kawasan PKL membuat petugas kewalahan melakukan penertiban,” ujarnya.

Menurutnya, pemilik layanan jasa sewa kuda juga bebas berkeliaran karena tidak ada plang atau tanda khusus yang menjelaskan area tersebut merupakan kawasan PKL. “Seharusnya, ada area khusus untuk parkir kuda. Sehingga, tidak mengganggu pengunjung,” usulnya.

Baca Juga :  Deteksi Penyakit AIDS, Dinkes Sumenep Periksa 800 PSK dan 250 Waria

Anwar, Kepala UPT Wisata Pantai Lombang Sumenep mengaku tidak membutuhkan plang untuk membatasi area bagi PKL dan parkir kuda. “Sebab, selama ini cukup aman. Papan nama tidak dibutuhkan karena kami sudah menghimbau kepada PKL terkait area mangkal,” jelasnya.

Mengenai layanan jasa ‘taksi’ perahu, Anwar mengaku sudah menjelaskan aturan mainnya. Misalnya mewajibkan pemilik perahu menyediakan payung, tempat duduk dan pelampung. Sehingga, pengguna layanan jasa taksi perahu aman dan nyaman.

“Kami sudah mengingatkan 14 pengelola layanan jasa ‘taksi’ perahu. Tapi, mereka masih memaksa dan tidak memperdulikan peringatan kami. Jika terjadi kecelakaan, kami tidak mau bertanggungjawab,” tandasnya. (Rofiqi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/