alexametrics
22.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

PKL di Lapangan Giling Resah dengan Kabar Direlokasi

SUMENEP – Sejumlah PKL di Sumenep kembali dihantui bayang-bayang relokasi. Mereka dulu berjualan di sekitar Taman Bunga, lalu dipindah ke kawasan Lapangan Karapan Sapi Giling. Belum genap setahun di Giling, para PKL akan dipindah lagi.

Patung sepasang sapi berwarna keemasan itu terlihat gagah. Patung tersebut merupakan ikon paling menonjol di Lapangan Karapan Sapi Giling, Kota Sumenep. Di sekitar patung sepasang sapi itulah para PKL menggelar dagangan.

Sebenarnya PKL belum genap setahun berjualan di kawasan yang berdekatan dengan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep itu. Meski begitu, akhir-akhir ini para PKL kembali dibuat waswas dengan adanya rencana relokasi.

Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Lapangan Karapan Sapi Giling sebenarnya belum sepenuhnya jelas. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Fajar Rahman angkat bicara soal rencana relokasi tersebut.

Baca Juga :  Syaiful Rahman Dasuki Kasek Berprestasi 2018

Menurut Fajar, hingga saat ini pihaknya belum bisa menertibkan PKL yang berada di sekitar Lapangan Giling, khususnya yang berada di depan MAN Sumenep. Sebab, kata dia, sampai saat ini masih ada PKL yang belum mendapatkan kios baru untuk ditempati.

Dia mengaku sudah meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep untuk mencari solusi. ”Saya sudah minta ke disperindag untuk disiapkan karena tidak mungkin satpol PP menertibkan tanpa ada solusi,” katanya.

Fajar menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan penertiban PKL akan dilakukan. Dia masih harus berkoordinasi dengan pihak Disperindag Sumenep.

Ketua Komisi 2 DPRD Sumenep Nurus Salam juga meminta agar disperindag menyelesaikan permasalahan lokasi baru sebelum merelokasi PKL. Dia berpendapat, relokasi tidak akan berhasil jika tidak bisa mengakomodasi seluruh PKL yang ada di Lapangan Giling.

Baca Juga :  KMP DBS III Gagal Berlayar, Penumpang Seharian Telantar

”Jangan  menyelesaikan masalah dengan masalah baru. Selesaikan dulu masalah yang ada. Siapkan tempat untuk semua PKL yang akan direlokasi agar tidak ada permasalahan yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Oyok itu meminta agar para PKL bersikap kooperatif. Sebab, kata dia, semua program yang sudah dicanangkan Pemkab Sumenep untuk perbaikan daerah dan perekonomian masyarakat.

”Mungkin PKL lelah karena sudah dua kali dipindah. Itu wajar. Tapi sekarang ini kan beda. Artinya, mereka dibuatkan tempat baru, ada kompleks khusus. Kalau awal pindah kemudian sepi pembeli, itu wajar. Tapi kalau jadi kompleks kegiatan perekonomian, pasti nanti ramai,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

SUMENEP – Sejumlah PKL di Sumenep kembali dihantui bayang-bayang relokasi. Mereka dulu berjualan di sekitar Taman Bunga, lalu dipindah ke kawasan Lapangan Karapan Sapi Giling. Belum genap setahun di Giling, para PKL akan dipindah lagi.

Patung sepasang sapi berwarna keemasan itu terlihat gagah. Patung tersebut merupakan ikon paling menonjol di Lapangan Karapan Sapi Giling, Kota Sumenep. Di sekitar patung sepasang sapi itulah para PKL menggelar dagangan.

Sebenarnya PKL belum genap setahun berjualan di kawasan yang berdekatan dengan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep itu. Meski begitu, akhir-akhir ini para PKL kembali dibuat waswas dengan adanya rencana relokasi.


Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Lapangan Karapan Sapi Giling sebenarnya belum sepenuhnya jelas. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Fajar Rahman angkat bicara soal rencana relokasi tersebut.

Baca Juga :  Tertibkan Pedagang Berjualan di Trotoar

Menurut Fajar, hingga saat ini pihaknya belum bisa menertibkan PKL yang berada di sekitar Lapangan Giling, khususnya yang berada di depan MAN Sumenep. Sebab, kata dia, sampai saat ini masih ada PKL yang belum mendapatkan kios baru untuk ditempati.

Dia mengaku sudah meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep untuk mencari solusi. ”Saya sudah minta ke disperindag untuk disiapkan karena tidak mungkin satpol PP menertibkan tanpa ada solusi,” katanya.

Fajar menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan penertiban PKL akan dilakukan. Dia masih harus berkoordinasi dengan pihak Disperindag Sumenep.

Ketua Komisi 2 DPRD Sumenep Nurus Salam juga meminta agar disperindag menyelesaikan permasalahan lokasi baru sebelum merelokasi PKL. Dia berpendapat, relokasi tidak akan berhasil jika tidak bisa mengakomodasi seluruh PKL yang ada di Lapangan Giling.

Baca Juga :  Burung Cinta Turun Harga

”Jangan  menyelesaikan masalah dengan masalah baru. Selesaikan dulu masalah yang ada. Siapkan tempat untuk semua PKL yang akan direlokasi agar tidak ada permasalahan yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Oyok itu meminta agar para PKL bersikap kooperatif. Sebab, kata dia, semua program yang sudah dicanangkan Pemkab Sumenep untuk perbaikan daerah dan perekonomian masyarakat.

”Mungkin PKL lelah karena sudah dua kali dipindah. Itu wajar. Tapi sekarang ini kan beda. Artinya, mereka dibuatkan tempat baru, ada kompleks khusus. Kalau awal pindah kemudian sepi pembeli, itu wajar. Tapi kalau jadi kompleks kegiatan perekonomian, pasti nanti ramai,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/