alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Wabup Ajak Insan Pers Lawan Hoaks

SUMENEP – Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari menjadi momentum atas refleksi peran pers di negeri ini. Baik peran pers di tingkat nasional ataupun daerah. Tantangan-tangan yang dihadapi pers juga semakin kompleks. Terutama dengan semakin menjamurnya informasi-informasi palsu alias hoaks.

Begitu besarnya dampak dari informasi hoaks hingga Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi meminta agar insan pers berada di garda terdepan untuk memeranginya. Menurut Fauzi, hoaks harus dilawan. Jika tidak, hoaks akan dianggap kebenaran oleh masyarakat secara umum.

”Pers ini tidak boleh kalah sama hoaks. Sekarang kita sulit membedakan yang mana hoaks dan yang mana berita benar,” katanya kemarin (8/2).

Hoaks menyebar melalui media sosial. Bukan hanya media yang berbentuk aplikasi seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, dan sebagainya. Sekarang penyebaran hoaks juga melalui website tak resmi yang diolah seakan-akan serupa media online.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Bidik Pelayanan Berbasis Teknologi

”Sekarang kan orang mudah membuat media www apalah gitu. Kemudian diisi dengan informasi-informasi yang tidak benar alias hoaks,” jelasnya. ”Itu yang menjadi masalah. Orang beranggapan bahwa saat media itu berupa website dianggap media online yang menyiarkan berita benar. Padahal aslinya hoaks,” tegas dia.

Karena itu, pada momentum HPN 2019 ini pihaknya mengajak insan pers untuk menjadi pelurus informasi-informasi yang tidak benar. Pers diharapkan menjadi suara kebenaran. Jika ada kabar hoaks menyebar melalui medsos, diharapkan pers menyajikan data pembanding yang lebih akurat dan teruji kebenarannya.

Pers ini harus berada di garda terdepan untuk melakukan counter terhadap berita-berita hoaks,” pintanya.

Selain melawan hoaks, politikus PDI Perjuangan itu juga meminta agar pers turut serta mendorong percepatan pembangunan. Saat ini Sumenep sedang menggalakkan kunjungan wisata. Diharapkan pers bisa memberikan informasi-informasi menarik dan bisa memancing wisatawan untuk berwisata ke Kota Keris.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Pamerkan Prestasi Anak Didik

”Agar event bisa bersinergi dengan kunjungan wisatawan, sehingga event bisa menjadi tontonan. Teman-teman media bisa ada di dalamnya juga,” jelasnya.

Ada beberapa catatan yang juga dia titipkan kepada insan pers dalam menyajikan berita. Ketika hendak menulis berita kriminal, dia meminta wartawan untuk membingkainya secara baik. Sebab jika ditampilkan secara mengerikan dan sadis, dikhawatirkan membuat wisatawan takut untuk berkunjung ke Sumenep.

”Dengan bahasa pembunuhan yang sadis, wisatawan bisa takut ke Sumenep. Ini harus dibingkai dengan bahasa yang manis agar tumbuh sinergi bersama-sama. Keinginan pemkab bisa difasilitasi tapi pers sebagai kontrol juga tetap bisa berjalan sesuai koridornya,” tukasnya.

SUMENEP – Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari menjadi momentum atas refleksi peran pers di negeri ini. Baik peran pers di tingkat nasional ataupun daerah. Tantangan-tangan yang dihadapi pers juga semakin kompleks. Terutama dengan semakin menjamurnya informasi-informasi palsu alias hoaks.

Begitu besarnya dampak dari informasi hoaks hingga Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi meminta agar insan pers berada di garda terdepan untuk memeranginya. Menurut Fauzi, hoaks harus dilawan. Jika tidak, hoaks akan dianggap kebenaran oleh masyarakat secara umum.

”Pers ini tidak boleh kalah sama hoaks. Sekarang kita sulit membedakan yang mana hoaks dan yang mana berita benar,” katanya kemarin (8/2).


Hoaks menyebar melalui media sosial. Bukan hanya media yang berbentuk aplikasi seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, dan sebagainya. Sekarang penyebaran hoaks juga melalui website tak resmi yang diolah seakan-akan serupa media online.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Pamerkan Prestasi Anak Didik

”Sekarang kan orang mudah membuat media www apalah gitu. Kemudian diisi dengan informasi-informasi yang tidak benar alias hoaks,” jelasnya. ”Itu yang menjadi masalah. Orang beranggapan bahwa saat media itu berupa website dianggap media online yang menyiarkan berita benar. Padahal aslinya hoaks,” tegas dia.

Karena itu, pada momentum HPN 2019 ini pihaknya mengajak insan pers untuk menjadi pelurus informasi-informasi yang tidak benar. Pers diharapkan menjadi suara kebenaran. Jika ada kabar hoaks menyebar melalui medsos, diharapkan pers menyajikan data pembanding yang lebih akurat dan teruji kebenarannya.

Pers ini harus berada di garda terdepan untuk melakukan counter terhadap berita-berita hoaks,” pintanya.

Selain melawan hoaks, politikus PDI Perjuangan itu juga meminta agar pers turut serta mendorong percepatan pembangunan. Saat ini Sumenep sedang menggalakkan kunjungan wisata. Diharapkan pers bisa memberikan informasi-informasi menarik dan bisa memancing wisatawan untuk berwisata ke Kota Keris.

Baca Juga :  Enggan Tinggalkan Profesi Jurnalis karena Cinta

”Agar event bisa bersinergi dengan kunjungan wisatawan, sehingga event bisa menjadi tontonan. Teman-teman media bisa ada di dalamnya juga,” jelasnya.

Ada beberapa catatan yang juga dia titipkan kepada insan pers dalam menyajikan berita. Ketika hendak menulis berita kriminal, dia meminta wartawan untuk membingkainya secara baik. Sebab jika ditampilkan secara mengerikan dan sadis, dikhawatirkan membuat wisatawan takut untuk berkunjung ke Sumenep.

”Dengan bahasa pembunuhan yang sadis, wisatawan bisa takut ke Sumenep. Ini harus dibingkai dengan bahasa yang manis agar tumbuh sinergi bersama-sama. Keinginan pemkab bisa difasilitasi tapi pers sebagai kontrol juga tetap bisa berjalan sesuai koridornya,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/