alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

AMOS Mengutuk Tindakan Kekerasan Terhadap Jurnalis Pamekasan

SUMENEP – Penganiayaan terhadap Faisol, 22, jurnalis memoonline.co.id, yang bertugas di wilayah hukum Pamekasan memantik simpati rekan-rekan jurnalis di Sumenep.

Buktinya, Aliansi Media Online Sumenep (AMOS) menggelar aksi solidaritas di Taman Adipura, Rabu (9/1). AMOS mengutuk kekerasan terhadap jurnalis.

Ahmad Muni mengatakan, perilaku premanisme oknum anggota kelompok masyarakat (pokmas) Desa Plakpak, Kecamatan Pagentenan tidak bisa dibiarkan. “Karena itu, AMOS minta kasus tersebut diusut tuntas,” ujarnya.

Ditegaskan, aksi premasnisme terhadap jurnalis tidak boleh terjadi lagi. Jika ada yang merasa dirugikan atas karya jurnalis, setiap warga negara bisa mengklarifikasi.

“Dan ingat, masyarakat bisa menggunakan hak jawab. Hal tersebut sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999,” jelasnya.

Baca Juga :  Musawamah Tidak Kesulitan Berobat Berkat JKN

Menurut Ahmadi Muni, jurnalis bukan teroris dan bukan preman. Sebaliknya lewat sajian berita, jurnalis secara tidak langsung memberi edukasi bagi masyarakat.

“AMOS Sumenep minta Kapolres Pamekasan mengawal agar kasus tersebut diusut tuntas. Pelaku harus mendapat hukuman setimpal,” ingatnya. (Ubay Shabaro)

SUMENEP – Penganiayaan terhadap Faisol, 22, jurnalis memoonline.co.id, yang bertugas di wilayah hukum Pamekasan memantik simpati rekan-rekan jurnalis di Sumenep.

Buktinya, Aliansi Media Online Sumenep (AMOS) menggelar aksi solidaritas di Taman Adipura, Rabu (9/1). AMOS mengutuk kekerasan terhadap jurnalis.

Ahmad Muni mengatakan, perilaku premanisme oknum anggota kelompok masyarakat (pokmas) Desa Plakpak, Kecamatan Pagentenan tidak bisa dibiarkan. “Karena itu, AMOS minta kasus tersebut diusut tuntas,” ujarnya.


Ditegaskan, aksi premasnisme terhadap jurnalis tidak boleh terjadi lagi. Jika ada yang merasa dirugikan atas karya jurnalis, setiap warga negara bisa mengklarifikasi.

“Dan ingat, masyarakat bisa menggunakan hak jawab. Hal tersebut sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999,” jelasnya.

Baca Juga :  Dulsiam Terancam Gagal Jadi Ketua DPRD

Menurut Ahmadi Muni, jurnalis bukan teroris dan bukan preman. Sebaliknya lewat sajian berita, jurnalis secara tidak langsung memberi edukasi bagi masyarakat.

“AMOS Sumenep minta Kapolres Pamekasan mengawal agar kasus tersebut diusut tuntas. Pelaku harus mendapat hukuman setimpal,” ingatnya. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/