26.9 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Jika Tetap Jual Miras

Ancam Cabut Izin Kafe Lotus

SUMENEP – Surat teguran kepada pengelola Kafe Lotus sudah diberikan oleh Tim Terpadu Pengawasan dan Penertiban Perizinan (TP3) Kabupaten Sumenep. Bahkan, pemkab mengancam akan mencabut dokumen perizinan kafe apabila masih menjual minuman keras (miras).

Ketua TP3 Sumenep Moh. Ramli menegaskan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah sesuai prosedur yang berlaku. Yakni, dalam menyikapi sejumlah kafe yang melanggar aturan seperti menjual minuman beralkohol.

”Pengunjung Kafe Lotus kedapatan sedang menikmati miras saat dilakukan razia. Sudah kita berikan pencerahan dan surat teguran pertama,” katanya.

Pengawasan dan pemantauan pada kafe di Kota Keris akan ditingkatkan. Utamanya Kafe Lotus. Kalau tetap berulang, akan diberi sanksi berupa pencabutan izin,” tegas Ramli.

Baca Juga :  Dilindas Bus, Perempuan Paro Baya Tewas

Ramli mengaku aktif memberikan pembinaan kepada para pemilik kafe di Sumenep. Termasuk, mengingatkan tentang aturan-aturan yang harus dipatuhi dan tak diperbolehkan. Seperti larangan menjual minuman beralkohol.

Jadi tidak hanya fungsi pengawasan dan penertiban saja,melainkan juga menjalankan fungsi pembinaan,” kata pria yang juga menjabat Asisten Administrasi Umum Setkab Sumenep itu.

Ramli menambahkan, selama ini pemkab selalu terbuka kepada siapa saja yang akan membuka usaha di Sumenep. Tujuannya, supaya minat dan daya investasi di Kota Kerissemakin tumbuh.

Pemkab Sumenep terus mendorong dan memberikan ruang kepada siapa saja untuk melakukan usaha. Dengan catatan,harus tetap mematuhi aturan yang berlaku,” tukasnya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Siapkan Event Kontes Kucing Internasional

Dedy selaku manajer Kafe Lotus membenarkan bahwa pihaknya memperoleh teguran atas temuan miras di kafenyasaat dirazia oleh tim gabungan. Namun, Dedy membantah tudingan bahwa kafenya menjual miras.

Untuk teguran sudah ada. Tapi, untuk pemanggilan tidak ada. Yang pasti kami tidak menyediakan miras. Mungkin itu pengunjung yang bawa sendiri,” katanya.

Perlu diketahui, Minggu (4/12), satuan polisi pamong praja (satpol PP) bersama tim gabungan melakukan razia di Kafe Lotus. Hasilnya, sejumlah pengunjung kedapatan sedang menikmati miras. Sebanyak 15 orang beserta barang bukti diamankan ke kantor satpol PP. (iqb/rus)

SUMENEP – Surat teguran kepada pengelola Kafe Lotus sudah diberikan oleh Tim Terpadu Pengawasan dan Penertiban Perizinan (TP3) Kabupaten Sumenep. Bahkan, pemkab mengancam akan mencabut dokumen perizinan kafe apabila masih menjual minuman keras (miras).

Ketua TP3 Sumenep Moh. Ramli menegaskan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah sesuai prosedur yang berlaku. Yakni, dalam menyikapi sejumlah kafe yang melanggar aturan seperti menjual minuman beralkohol.

”Pengunjung Kafe Lotus kedapatan sedang menikmati miras saat dilakukan razia. Sudah kita berikan pencerahan dan surat teguran pertama,” katanya.


Pengawasan dan pemantauan pada kafe di Kota Keris akan ditingkatkan. Utamanya Kafe Lotus. Kalau tetap berulang, akan diberi sanksi berupa pencabutan izin,” tegas Ramli.

Baca Juga :  RSUDMA Sumenep Sosialisasikan Pencegahan Dini Gagal Ginjal

Ramli mengaku aktif memberikan pembinaan kepada para pemilik kafe di Sumenep. Termasuk, mengingatkan tentang aturan-aturan yang harus dipatuhi dan tak diperbolehkan. Seperti larangan menjual minuman beralkohol.

Jadi tidak hanya fungsi pengawasan dan penertiban saja,melainkan juga menjalankan fungsi pembinaan,” kata pria yang juga menjabat Asisten Administrasi Umum Setkab Sumenep itu.

Ramli menambahkan, selama ini pemkab selalu terbuka kepada siapa saja yang akan membuka usaha di Sumenep. Tujuannya, supaya minat dan daya investasi di Kota Kerissemakin tumbuh.

- Advertisement -

Pemkab Sumenep terus mendorong dan memberikan ruang kepada siapa saja untuk melakukan usaha. Dengan catatan,harus tetap mematuhi aturan yang berlaku,” tukasnya.

Baca Juga :  Evaluasi SAKIP 2018, Sumenep Kembali Raih Predikat B

Dedy selaku manajer Kafe Lotus membenarkan bahwa pihaknya memperoleh teguran atas temuan miras di kafenyasaat dirazia oleh tim gabungan. Namun, Dedy membantah tudingan bahwa kafenya menjual miras.

Untuk teguran sudah ada. Tapi, untuk pemanggilan tidak ada. Yang pasti kami tidak menyediakan miras. Mungkin itu pengunjung yang bawa sendiri,” katanya.

Perlu diketahui, Minggu (4/12), satuan polisi pamong praja (satpol PP) bersama tim gabungan melakukan razia di Kafe Lotus. Hasilnya, sejumlah pengunjung kedapatan sedang menikmati miras. Sebanyak 15 orang beserta barang bukti diamankan ke kantor satpol PP. (iqb/rus)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/