alexametrics
22.1 C
Madura
Monday, May 23, 2022

DAK Disdik Rp 6,7 Miliar Gagal Terealisasi

SUMENEP – Keseriusan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep merealisasikan program dipertanyakan. Calon penerima dana alokasi khusus (DAK) di disdik gigit jari. Sebab, DAK Rp 6,75 miliar tidak bisa direalisasikan hingga Kamis (7/12).

DAK yang bersumber dari APBN 2017 tersebut belum digunakan. Ditengarai, hal itu akibat adanya perubahan aturan. Untuk sementara, dana ditangguhkan dan belum direalisasikan kepada semua calon penerima.

Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan membenarkan DAK Rp 6,75 miliar belum terealisasi. Kata dia, hal itu bukan faktor kelalaian atau kesengajaan. ”Kami terbentur aturan baru sehingga dana dari Kementerian Keuangan tidak bisa dicairkan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, dalam aturan baru disebutkan, semua program yang bersumber dari DAK sudah ada kontrak paling lambat 31 Agustus 2017. Sementara perencanaan yang ada mengacu pada peraturan sebelumnya sehingga harus dilakukan perubahan.

Baca Juga :  Cetak Calon Wirausaha Andal

”Banyak aturan baru yang harus kami terima dan menyesuaikan. Apalagi aturannya semakin rumit. Anggaran di atas Rp 200 juta harus dilelang. Sementara proses lelang membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” imbuhnya.

Iksan menyampaikan, peraturan baru  turun pada Juni 2017. Dia mengaku, seandainya peraturan itu sama dengan tahun sebelumnya, DAK pasti terealisasi. ”Kami memastikan kegiatan ini tidak terealiasi. Kami tidak bisa memaksakan,” ucapnya.

Untuk diketahui, DAK tersebut rencananya untuk pengadaan buku sekolah dasar (SD) Rp 5,75 miliar dan rehabilitasi gedung SMP Rp 1 miliar. Calon penerima DAK sudah terdata sesuai perencanaan. Hanya, DAK tidak bisa digunakan.

SUMENEP – Keseriusan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep merealisasikan program dipertanyakan. Calon penerima dana alokasi khusus (DAK) di disdik gigit jari. Sebab, DAK Rp 6,75 miliar tidak bisa direalisasikan hingga Kamis (7/12).

DAK yang bersumber dari APBN 2017 tersebut belum digunakan. Ditengarai, hal itu akibat adanya perubahan aturan. Untuk sementara, dana ditangguhkan dan belum direalisasikan kepada semua calon penerima.

Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan membenarkan DAK Rp 6,75 miliar belum terealisasi. Kata dia, hal itu bukan faktor kelalaian atau kesengajaan. ”Kami terbentur aturan baru sehingga dana dari Kementerian Keuangan tidak bisa dicairkan,” ucapnya.


Dia menjelaskan, dalam aturan baru disebutkan, semua program yang bersumber dari DAK sudah ada kontrak paling lambat 31 Agustus 2017. Sementara perencanaan yang ada mengacu pada peraturan sebelumnya sehingga harus dilakukan perubahan.

Baca Juga :  Pengelola Madrasah Tarik Sumbangan

”Banyak aturan baru yang harus kami terima dan menyesuaikan. Apalagi aturannya semakin rumit. Anggaran di atas Rp 200 juta harus dilelang. Sementara proses lelang membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” imbuhnya.

Iksan menyampaikan, peraturan baru  turun pada Juni 2017. Dia mengaku, seandainya peraturan itu sama dengan tahun sebelumnya, DAK pasti terealisasi. ”Kami memastikan kegiatan ini tidak terealiasi. Kami tidak bisa memaksakan,” ucapnya.

Untuk diketahui, DAK tersebut rencananya untuk pengadaan buku sekolah dasar (SD) Rp 5,75 miliar dan rehabilitasi gedung SMP Rp 1 miliar. Calon penerima DAK sudah terdata sesuai perencanaan. Hanya, DAK tidak bisa digunakan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/