alexametrics
29.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Raih Adipura, Pemkab Sumenep Beri Bonus Umrah Pasukan Kuning

SUMENEP – Pemkab Sumenep berhasil mempertahankan pretasi sebagai peraih penghargaan Adipura. Tahun ini, kabupaten yang dipimpin pasangan A. Busyro Karim-Achmad Fauzi itu mendapat penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Sebagai bentuk kebanggaan atas prestasi itu, pemkab menggelar kirab Adipura Senin (7/8). Peserta kirab dilepas Bupati A. Busyro Karim disaksikan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka bergerak dari halaman kantor bupati Sumenep di Jalan Dr Cipto sekitar pukul 07.00.

Iring-iringan kendaraan di sepanjang jalan protokol menjadi pusat perhatian warga. Kirab Piala Adipura yang menggunakan mobil operasional salah satu OPD itu dikawal satuan polisi pamong praja (satpol PP). Kirab diikuti petugas pematusan dinas perumahan rakyat, kawasan permukiman dan cipta karya serta pasukan kuning (paskun).

Baca Juga :  Penerbangan Sumenep–Surabaya Kian Diminati

Bupati A. Busyro Karim menyampaikan, penghargaan yang diraih itu merupakan prestasi seluruh masyarakat Sumenep. Sebab, kebersihan yang merupakan faktor utama penghargaan bisa diraih itu tak lepas dari kesadaran masyarakat. Karena itu, masyarakat patut bangga karena Sumenep satu-satunya kabupaten di Madura yang meraih penghargaan Adipura dalam dua tahun ini.

”Penghargaan ini juga terasa istimewa karena kriteria penilaiannya semakin ketat, sehingga penerimanya juga makin sedikit,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, tahun lalu ada 73 kabupaten/kota se-Indonesia meraih Adipura. Tahun ini berkurang menjadi 55 kabupaten/kota. Hal itu disebabkan kriteria penilaian yang semakin ketat.

Penilaian Adipura, sambung bupati, meliputi penilaian fisik dan nonfisik. Meliputi pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, pengendalian pencemaran air, udara atau lingkungan rusak karena faktor pertambangan. ”Kami juga siapkan bonus umrah kepada pasukan kuning,” katanya.

Baca Juga :  Jaga Kelsetarian Lingkungan Mulai dari Diri Sendiri

Proses untuk mendapatkan Adipura membutuhkan waktu lama. Penilaian cukup ketat, berbagai lokasi dinilai dari sisi kebersihan. Piala Adipura yang diraih ini merupakan penghargaan Adipura ke-9 atau yang keenam selama kepemimpinan Bupati Busyro.

SUMENEP – Pemkab Sumenep berhasil mempertahankan pretasi sebagai peraih penghargaan Adipura. Tahun ini, kabupaten yang dipimpin pasangan A. Busyro Karim-Achmad Fauzi itu mendapat penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Sebagai bentuk kebanggaan atas prestasi itu, pemkab menggelar kirab Adipura Senin (7/8). Peserta kirab dilepas Bupati A. Busyro Karim disaksikan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka bergerak dari halaman kantor bupati Sumenep di Jalan Dr Cipto sekitar pukul 07.00.

Iring-iringan kendaraan di sepanjang jalan protokol menjadi pusat perhatian warga. Kirab Piala Adipura yang menggunakan mobil operasional salah satu OPD itu dikawal satuan polisi pamong praja (satpol PP). Kirab diikuti petugas pematusan dinas perumahan rakyat, kawasan permukiman dan cipta karya serta pasukan kuning (paskun).

Baca Juga :  Dokter Ogah Bertugas di Kepulauan

Bupati A. Busyro Karim menyampaikan, penghargaan yang diraih itu merupakan prestasi seluruh masyarakat Sumenep. Sebab, kebersihan yang merupakan faktor utama penghargaan bisa diraih itu tak lepas dari kesadaran masyarakat. Karena itu, masyarakat patut bangga karena Sumenep satu-satunya kabupaten di Madura yang meraih penghargaan Adipura dalam dua tahun ini.

”Penghargaan ini juga terasa istimewa karena kriteria penilaiannya semakin ketat, sehingga penerimanya juga makin sedikit,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, tahun lalu ada 73 kabupaten/kota se-Indonesia meraih Adipura. Tahun ini berkurang menjadi 55 kabupaten/kota. Hal itu disebabkan kriteria penilaian yang semakin ketat.

Penilaian Adipura, sambung bupati, meliputi penilaian fisik dan nonfisik. Meliputi pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, pengendalian pencemaran air, udara atau lingkungan rusak karena faktor pertambangan. ”Kami juga siapkan bonus umrah kepada pasukan kuning,” katanya.

Baca Juga :  HNSI Sepakat Menangkan Paslon Sumenep Barokah

Proses untuk mendapatkan Adipura membutuhkan waktu lama. Penilaian cukup ketat, berbagai lokasi dinilai dari sisi kebersihan. Piala Adipura yang diraih ini merupakan penghargaan Adipura ke-9 atau yang keenam selama kepemimpinan Bupati Busyro.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/