alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Curiga Diklat Jadi Ajang Bisnis Oknum Kemenag

SUMENEP – Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep dikeluhkan. Kegiatan yang digelar Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Maju Indonesiaku itu menarik pembayaran Rp 350 ribu per peserta. Diklat diduga ajang bisnis oknum kemenag.

Sesuai agenda, diklat dilaksanakan selama dua hari. Pembukaan berlangsung Senin (7/8) sekitar pukul 13.40–18.00. Hari kedua pelatihan dimulai pukul 08.00–14.00. Peserta diklat merupakan PNS di lingkungan Kemenag Sumenep. Fasilitas untuk peserta hanya pemateri dengan total kegiatan selama dua hari sepuluh jam.

Pada malam hari, peserta pulang ke rumah masing-masing. ”Diklat ini mendadak. Kami diperintah mengikuti kegiatan ini,” ungkap salah seorang peserta yang meminta namanya dirahasiakan. Undangan diklat menyebar kemarin pagi. Dia mengaku, biaya diklat cukup memberatkan karena tergolong mahal dengan fasilitas yang tidak memadai.

Baca Juga :  Dua Penghuni Ruang Isolasi Kabur

Sesuai undangan yang menyebar, diklat tersebut ditujukan pada seluruh lembaga di bawah naungan Kemenag Sumenep. Surat ditujukan untuk kepala MIN, MTsN, MAN, dan kepala KUA. Diduga, kegiatan tersebut merupakan ajang bisnis oknum Kemenag Sumenep.

Pantauan di lokasi diklat, peserta memberikan uang kepada panitia. Peserta melakukan registrasi dan membayar sesuai dengan ketentuan. Dalam kegiatan tersebut, panitia menargetkan 150 peserta. Pelatihan hanya sebentar tanpa fasilitas jelas.

Kepala Kemenag Sumenep Moh. Bakri mengaku tidak tahu tentang diklat tersebut. Dia menuturkan hanya diundang dalam kegiatan itu. ”Mereka hanya menumpang kegiatan. Kami tidak bekerja sama,” klaimnya.

Pernyataan berbeda disampaikan Dewan Pembina LPP Maju Indonesiaku Agung Sasongko. Dia menegaskan bahwa diklat itu bekerja sama dengan Kemenag Sumenep. Pihaknya mengaku tiga bulan lalu surat sudah masuk Kemenag. Namun, kegiatan baru digelar kemarin. ”Ini tugas negara. Kami bekerja sama dengan Kemenag,” ucapnya.

Baca Juga :  Wings Air Ogah Layani Rute Sumenep–Surabaya

 

SUMENEP – Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep dikeluhkan. Kegiatan yang digelar Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Maju Indonesiaku itu menarik pembayaran Rp 350 ribu per peserta. Diklat diduga ajang bisnis oknum kemenag.

Sesuai agenda, diklat dilaksanakan selama dua hari. Pembukaan berlangsung Senin (7/8) sekitar pukul 13.40–18.00. Hari kedua pelatihan dimulai pukul 08.00–14.00. Peserta diklat merupakan PNS di lingkungan Kemenag Sumenep. Fasilitas untuk peserta hanya pemateri dengan total kegiatan selama dua hari sepuluh jam.

Pada malam hari, peserta pulang ke rumah masing-masing. ”Diklat ini mendadak. Kami diperintah mengikuti kegiatan ini,” ungkap salah seorang peserta yang meminta namanya dirahasiakan. Undangan diklat menyebar kemarin pagi. Dia mengaku, biaya diklat cukup memberatkan karena tergolong mahal dengan fasilitas yang tidak memadai.

Baca Juga :  Wings Air Ogah Layani Rute Sumenep–Surabaya

Sesuai undangan yang menyebar, diklat tersebut ditujukan pada seluruh lembaga di bawah naungan Kemenag Sumenep. Surat ditujukan untuk kepala MIN, MTsN, MAN, dan kepala KUA. Diduga, kegiatan tersebut merupakan ajang bisnis oknum Kemenag Sumenep.

Pantauan di lokasi diklat, peserta memberikan uang kepada panitia. Peserta melakukan registrasi dan membayar sesuai dengan ketentuan. Dalam kegiatan tersebut, panitia menargetkan 150 peserta. Pelatihan hanya sebentar tanpa fasilitas jelas.

Kepala Kemenag Sumenep Moh. Bakri mengaku tidak tahu tentang diklat tersebut. Dia menuturkan hanya diundang dalam kegiatan itu. ”Mereka hanya menumpang kegiatan. Kami tidak bekerja sama,” klaimnya.

Pernyataan berbeda disampaikan Dewan Pembina LPP Maju Indonesiaku Agung Sasongko. Dia menegaskan bahwa diklat itu bekerja sama dengan Kemenag Sumenep. Pihaknya mengaku tiga bulan lalu surat sudah masuk Kemenag. Namun, kegiatan baru digelar kemarin. ”Ini tugas negara. Kami bekerja sama dengan Kemenag,” ucapnya.

Baca Juga :  Ma’ruf Amin Ajak Jaga Persatuan

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/