alexametrics
29.4 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Harga Garam Rakyat Tetap Bagus

SUMENEP – Memasuki musim produksi, lahan pegaraman di Sumenep mulai digarap. Diharapkan, harga garam selama musim produksi tahun ini bagus. Sebagaimana diketahui, saat ini harga garam kristal putih Rp 2.400 per kilogram.

Tahun ini PT Garam (Persero) menargetkan penyerapan garam rakyat 200 ribu ton. Untuk mencapai target tersebut, PT Garam harus berani bersaing harga dengan perusahaan swasta. Sebab, petani di Sumenep cenderung lebih memilih menjual garam ke pihak swasta. Alasannya, mendapat kemudahan.

Seperti disampaikan Sujai, 35, petani garam yang tinggal di Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Sumenep. Dia mengaku menjual garam kepada perusahaan swasta karena sering mendapat kemudahan. Salah satunya, diberi pinjaman modal tanpa bunga.

Baca Juga :  Kondisi Garam Rakyat Pamekasan Dua Tahun Terakhir

”Harga antara PT Garam dan perusahaan swasta sama. Bedanya, kalau petani butuh uang, boleh utang ke perusahaan swasta. Syaratnya, garam saya dijual ke perusahaan swasta itu,” ungkapnya.

Dia juga mengaku lebih memilih menjual garam ke pengusaha karena kedekatan emosional. ”Ada juga pengusaha yang rumahnya dekat dengan rumah saya, tetanggaan. Jadi, saya sungkan kalau tidak jual garam ke dia,” imbuhnya.

Dihubungi, Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko mengaku tidak memusingkan perilaku petani garam itu. Dia optimistis target serapan garam rakyat terlaksana.

”Untuk harga, PT Garam ikut harga pasar. Misalnya seperti tahun ini, harga garam lumayan tinggi karena berada di atas Rp 2 juta per ton. Artinya, harga garam masih mahal. Tapi, kami tetap mengikuti harga pasar untuk membeli garam petani,” jelasnya.

Baca Juga :  Impor Bunuh Petani Garam Rakyat

Di samping itu, PT Garam akan memulai produksi garam lebih cepat. Rencananya, pihaknya akan mengeluarkan surat keputusan (SK) produksi garam pada 10 Mei. ”Tapi, di lapangan pekerja kami sudah mulai berproduksi hari ini (kemarin, Red),” pungkasnya.

SUMENEP – Memasuki musim produksi, lahan pegaraman di Sumenep mulai digarap. Diharapkan, harga garam selama musim produksi tahun ini bagus. Sebagaimana diketahui, saat ini harga garam kristal putih Rp 2.400 per kilogram.

Tahun ini PT Garam (Persero) menargetkan penyerapan garam rakyat 200 ribu ton. Untuk mencapai target tersebut, PT Garam harus berani bersaing harga dengan perusahaan swasta. Sebab, petani di Sumenep cenderung lebih memilih menjual garam ke pihak swasta. Alasannya, mendapat kemudahan.

Seperti disampaikan Sujai, 35, petani garam yang tinggal di Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Sumenep. Dia mengaku menjual garam kepada perusahaan swasta karena sering mendapat kemudahan. Salah satunya, diberi pinjaman modal tanpa bunga.

Baca Juga :  Tangkal Stunting, 3.000 Anak di Sumenep Sarapan Pagi Padat Nutrisi

”Harga antara PT Garam dan perusahaan swasta sama. Bedanya, kalau petani butuh uang, boleh utang ke perusahaan swasta. Syaratnya, garam saya dijual ke perusahaan swasta itu,” ungkapnya.

Dia juga mengaku lebih memilih menjual garam ke pengusaha karena kedekatan emosional. ”Ada juga pengusaha yang rumahnya dekat dengan rumah saya, tetanggaan. Jadi, saya sungkan kalau tidak jual garam ke dia,” imbuhnya.

Dihubungi, Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko mengaku tidak memusingkan perilaku petani garam itu. Dia optimistis target serapan garam rakyat terlaksana.

”Untuk harga, PT Garam ikut harga pasar. Misalnya seperti tahun ini, harga garam lumayan tinggi karena berada di atas Rp 2 juta per ton. Artinya, harga garam masih mahal. Tapi, kami tetap mengikuti harga pasar untuk membeli garam petani,” jelasnya.

Baca Juga :  Kerusakan Drainase Tanggung Jawab Rekanan

Di samping itu, PT Garam akan memulai produksi garam lebih cepat. Rencananya, pihaknya akan mengeluarkan surat keputusan (SK) produksi garam pada 10 Mei. ”Tapi, di lapangan pekerja kami sudah mulai berproduksi hari ini (kemarin, Red),” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/