alexametrics
24 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Minggu Pembukaan di Pantai Slopeng

SUMENEP – Kegiatan visit 2019 di Sumenep molor. Tahun lalu event yang menunjang kunjungan wisatawan itu dimulai Februari. Tahun ini, hingga awal Maret ini, masih dilakukan tahap persiapan. Rencananya, pembukaan program visit digelar Minggu (10/3) di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, kalender event tahun ini berubah dari rencana awal. Sesuai dengan agenda, program visit semestinya digelar Februari. Tapi karena beberapa alasan, dilakukan penyesuaian-penyesuaian.

”Bukan molor, sekarang lagi musim hujan,” kata Fauzi. ”Kalender event memang direvisi karena kami sesuaikan dengan beberapa agenda politik,” tambahnya.

Suami Nia Kurnia itu menegaskan, pada kalender yang disusun 2018, ada beberapa jadwal event yang berbenturan dengan masa tenang dan libur Lebaran. Padahal pada masa tenang, tidak boleh ada kegiatan. Karena itulah pihaknya melakukan perombakan.

Baca Juga :  Ingin Temui Bupati, Ditolak, Bibir Korlap FAM'S Luka Kena Pukul Aparat

Bagaimana persiapan pelaksanaan event 2019? Mantan jurnalis itu memastikan sudah siap digelar. Ada sejumlah artis Ibu Kota yang akan dihadirkan dalam acara tersebut.

”Namanya event Festival Kreasi Pemuda Indonesia. Dalam event tersebut, kami datangkan bintang tamu Jikustik dan Nos,” tegasnya.

Meski mengalami perubahan, menurut Fauzi, jumlah event tidak berubah. Kegiatan-kegiatan yang sudah dicanangkan tetap digelar. Saat ini pengelolaan event lebih banyak melibatkan pihak ketiga dibandingkan dengan pihak pemkab. ”Tahun ini hampir 80 persen non-APBD,” tukasnya.

Untuk diketahui, tahun ini Pemkab Sumenep akan menggelar 42 event yang diharapkan menunjang kunjungan wisatawan. Misalnya, Batik on The Sea, Indonesia Mengukir, Balap Burung Merpati Nasional, Festival Musik Tongtong, dan lain-lain.

Baca Juga :  Warga Protes Pemusnahan Rokok Ilegal

Event-event tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 15,7 miliar. Tetapi menurut Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi, event tersebut tidak didanai pemkab. ”Itu diserahkan kepada pihak ketiga. Pihak ketigalah yang nantinya mencarikan dana,” jelas Edy.

SUMENEP – Kegiatan visit 2019 di Sumenep molor. Tahun lalu event yang menunjang kunjungan wisatawan itu dimulai Februari. Tahun ini, hingga awal Maret ini, masih dilakukan tahap persiapan. Rencananya, pembukaan program visit digelar Minggu (10/3) di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, kalender event tahun ini berubah dari rencana awal. Sesuai dengan agenda, program visit semestinya digelar Februari. Tapi karena beberapa alasan, dilakukan penyesuaian-penyesuaian.

”Bukan molor, sekarang lagi musim hujan,” kata Fauzi. ”Kalender event memang direvisi karena kami sesuaikan dengan beberapa agenda politik,” tambahnya.

Suami Nia Kurnia itu menegaskan, pada kalender yang disusun 2018, ada beberapa jadwal event yang berbenturan dengan masa tenang dan libur Lebaran. Padahal pada masa tenang, tidak boleh ada kegiatan. Karena itulah pihaknya melakukan perombakan.

Baca Juga :  Setahun, Ternyata Ada 785 Bule Berkunjung ke Pantai Sembilan

Bagaimana persiapan pelaksanaan event 2019? Mantan jurnalis itu memastikan sudah siap digelar. Ada sejumlah artis Ibu Kota yang akan dihadirkan dalam acara tersebut.

”Namanya event Festival Kreasi Pemuda Indonesia. Dalam event tersebut, kami datangkan bintang tamu Jikustik dan Nos,” tegasnya.

Meski mengalami perubahan, menurut Fauzi, jumlah event tidak berubah. Kegiatan-kegiatan yang sudah dicanangkan tetap digelar. Saat ini pengelolaan event lebih banyak melibatkan pihak ketiga dibandingkan dengan pihak pemkab. ”Tahun ini hampir 80 persen non-APBD,” tukasnya.

Untuk diketahui, tahun ini Pemkab Sumenep akan menggelar 42 event yang diharapkan menunjang kunjungan wisatawan. Misalnya, Batik on The Sea, Indonesia Mengukir, Balap Burung Merpati Nasional, Festival Musik Tongtong, dan lain-lain.

Baca Juga :  Warga Protes Pemusnahan Rokok Ilegal

Event-event tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 15,7 miliar. Tetapi menurut Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi, event tersebut tidak didanai pemkab. ”Itu diserahkan kepada pihak ketiga. Pihak ketigalah yang nantinya mencarikan dana,” jelas Edy.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/