alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Warga Tutup Jalan dengan Bambu dan Pohon Pisang

SUMENEP – Jalan raya di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk, ditutup warga. Itu dilakukan untuk menghindari kecelakaan. Hal itu karena sejak beberapa waktu lalau jalan tersebut ambles. Jalan yang menjadi akses ke Pesantren Annuqayah itu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

Imam Hanafi, warga Kecamatan Guluk-Guluk mengatakan, jalan tersebut ambles karena gorong-gorong di bawahnya rusak. Dia berharap instansi terkait harus segera menindaklanjuti. Fasilitas tersebut harus segera diperbaiki. Sebab, kerusakan bisa mengganggu dan membahayakan pengendara.

            Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, di badan jalan warga memasang bambu di dua jalur. Warga juga memasang drum dan pohon pisang. ”Terutama ketika malam, sangat berbahaya apabila ada pengendara tidak tahu. Khawatir menabrak bambu atau penutup jalan,” katanya Rabu (7/2).

Baca Juga :  Insentif Guru Sukwan Hanya Rp 150 Ribu

            Kerusakan tersebut sudah terjadi sejak lama. Tetapi, hingga kemarin belum ada perbaikan. Padahal, setiap saat pengendara berlalu lalang di lokasi itu. Sejumlah warga berencana mendatangi instansi terkait untuk menyampaikan informasi dan kondisi terkini jalan rusak itu.

 

 

SUMENEP – Jalan raya di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk, ditutup warga. Itu dilakukan untuk menghindari kecelakaan. Hal itu karena sejak beberapa waktu lalau jalan tersebut ambles. Jalan yang menjadi akses ke Pesantren Annuqayah itu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

Imam Hanafi, warga Kecamatan Guluk-Guluk mengatakan, jalan tersebut ambles karena gorong-gorong di bawahnya rusak. Dia berharap instansi terkait harus segera menindaklanjuti. Fasilitas tersebut harus segera diperbaiki. Sebab, kerusakan bisa mengganggu dan membahayakan pengendara.

            Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, di badan jalan warga memasang bambu di dua jalur. Warga juga memasang drum dan pohon pisang. ”Terutama ketika malam, sangat berbahaya apabila ada pengendara tidak tahu. Khawatir menabrak bambu atau penutup jalan,” katanya Rabu (7/2).

Baca Juga :  Dukung REI Beri Pelatihan pada Pengusaha

            Kerusakan tersebut sudah terjadi sejak lama. Tetapi, hingga kemarin belum ada perbaikan. Padahal, setiap saat pengendara berlalu lalang di lokasi itu. Sejumlah warga berencana mendatangi instansi terkait untuk menyampaikan informasi dan kondisi terkini jalan rusak itu.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/