alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Disdik Ajukan Pembangunan 180 Sekolah

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Sekolah yang ingin mengajukan perbaikan gedung tahun ini tidak bisa dilakukan. Sebab, rehabilitasi lembaga pendidikan 2021 ditiadakan. Hanya ada beberapa pembangunan.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sumenep Abd. Kadir menerangkan, rehabilitasi gedung sudah tidak tersedia lagi di menu aplikasi Krisna. Hanya terdapat pembangunan fisik. Mulai dari pembangunan ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru (RKB), pembangunan sanitasi, perpustakaan, dan pembangunan lainnya.

Dinas Pendidikan Sumenep mengajukan 180 sekolah untuk mendapatkan pembangunan gedung tahun ini. Tetapi, jumlah sekolah penerima belum final. Penentuannya langsung dari Kemendikbud. ”Penentuannya sekitar Maret yang akan datang,” katanya Rabu (6/1).

Selain itu, disdik juga berencana mengajukan sejumlah sekolah melalui Kementerian PUPR. Sebab, pada 2020 lalu ada 22 lembaga yang tidak bisa melaksanakan rehabilitasi dan pembangunan. ”Tidak bisa dilaksanakan karena anggarannya dialihkan untuk Covid-19,” terangnya.

Baca Juga :  Artidjo Berpesan Arti Penting Pendidikan

Kadir mengatakan, sekolah tersebut akan diajukan kembali dan kemungkinan akan ada penambahan lembaga yang akan diajukan untuk penganggaran tahun ini. Sementara dari kabupaten tidak ada pembangunan ataupun rehabilitasi sekolah.

Tahun lalu memang ada dari daerah. Anggaran yang tersedia Rp 300 juta diterima tiga sekolah untuk rehabilitasi. ”Itu sisa uang 2019 lalu yang tidak terpakai,” ucapnya.

Sebab, anggaran dari pusat tidak terealisasi dan masuk ke kas daerah. Sehingga, rehabilitasi dipakai pada 2020. Untuk anggaran yang bersumber dari pusat sudah terlaksana pada 34 sekolah. (mi)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Sekolah yang ingin mengajukan perbaikan gedung tahun ini tidak bisa dilakukan. Sebab, rehabilitasi lembaga pendidikan 2021 ditiadakan. Hanya ada beberapa pembangunan.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sumenep Abd. Kadir menerangkan, rehabilitasi gedung sudah tidak tersedia lagi di menu aplikasi Krisna. Hanya terdapat pembangunan fisik. Mulai dari pembangunan ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru (RKB), pembangunan sanitasi, perpustakaan, dan pembangunan lainnya.

Dinas Pendidikan Sumenep mengajukan 180 sekolah untuk mendapatkan pembangunan gedung tahun ini. Tetapi, jumlah sekolah penerima belum final. Penentuannya langsung dari Kemendikbud. ”Penentuannya sekitar Maret yang akan datang,” katanya Rabu (6/1).


Selain itu, disdik juga berencana mengajukan sejumlah sekolah melalui Kementerian PUPR. Sebab, pada 2020 lalu ada 22 lembaga yang tidak bisa melaksanakan rehabilitasi dan pembangunan. ”Tidak bisa dilaksanakan karena anggarannya dialihkan untuk Covid-19,” terangnya.

Baca Juga :  Gara Gara Banjir, Sekolah Pulangkan Anak Didik

Kadir mengatakan, sekolah tersebut akan diajukan kembali dan kemungkinan akan ada penambahan lembaga yang akan diajukan untuk penganggaran tahun ini. Sementara dari kabupaten tidak ada pembangunan ataupun rehabilitasi sekolah.

Tahun lalu memang ada dari daerah. Anggaran yang tersedia Rp 300 juta diterima tiga sekolah untuk rehabilitasi. ”Itu sisa uang 2019 lalu yang tidak terpakai,” ucapnya.

Sebab, anggaran dari pusat tidak terealisasi dan masuk ke kas daerah. Sehingga, rehabilitasi dipakai pada 2020. Untuk anggaran yang bersumber dari pusat sudah terlaksana pada 34 sekolah. (mi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/