alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Abrasi Pantai Kian Mengkhawatirkan

SUMENEP – Sebagian warga Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek, mengkhawatirkan abrasi yang semakin parah. Gerusan tanah oleh ombak itu sudah lama terjadi. Namun, pemerintah belum turun tangan untuk menangani.

Ahmad Masrudi, 26, warga Desa Romben Barat, mengeluhkan lambatnya respons pemerintah guna mengatasi abrasi di desanya. Menurut dia, belum ada usaha pemerintah untuk menangani abrasi yang semakin parah.

”Ada rumah warga yang kira-kira batas dengan laut hanya sekitar dua meter. Kalau dibiarkan, lama-lama rumahnya bisa ambruk,” ungkapnya Minggu (7/1).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep Moh. Syukri mengaku banyak laporan mengenai abrasi di berbagai daerah. Di antaranya di Dungkek, Pulau Sapudi, Kangean, dan Masalembu. ”Sumenep ini daerah kabupaen kepulauan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kontribusi PT WUS kepada Pemkab Sumenep

Syukri mengaku telah meminta dinas PU sumber daya air segera mengatasi permasalahan tersebut. Dia khawatir jika dibiarkan, akan ada warga yang kehilangan rumah dan lahan. ”Tapi, memang banyak sekali daerah yang membutuhkan. Sedangkan tenaga kita terbatas,” ucapnya.

Dia ingin masyarakat juga paham bahwa terjadinya abrasi bukan hanya karena faktor alam, melainkan juga faktor manusia. Penambangan pasir laut sangat berpengaruh terhadap percepatan abrasi di pantai. ”Akibatnya tidak langsung dirasakan. Tapi, tahun-tahun berikutnya pasti akan sangat terasa,” katanya.

Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Sumenep Eri Susanto tidak dapat memberikan keterangan. Beberapa kali dihubungi melalui nomor pribadinya, dia tidak menjawab.

- Advertisement -

SUMENEP – Sebagian warga Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek, mengkhawatirkan abrasi yang semakin parah. Gerusan tanah oleh ombak itu sudah lama terjadi. Namun, pemerintah belum turun tangan untuk menangani.

Ahmad Masrudi, 26, warga Desa Romben Barat, mengeluhkan lambatnya respons pemerintah guna mengatasi abrasi di desanya. Menurut dia, belum ada usaha pemerintah untuk menangani abrasi yang semakin parah.

”Ada rumah warga yang kira-kira batas dengan laut hanya sekitar dua meter. Kalau dibiarkan, lama-lama rumahnya bisa ambruk,” ungkapnya Minggu (7/1).


Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep Moh. Syukri mengaku banyak laporan mengenai abrasi di berbagai daerah. Di antaranya di Dungkek, Pulau Sapudi, Kangean, dan Masalembu. ”Sumenep ini daerah kabupaen kepulauan,” jelasnya.

Baca Juga :  Puskeswan Tak Terawat

Syukri mengaku telah meminta dinas PU sumber daya air segera mengatasi permasalahan tersebut. Dia khawatir jika dibiarkan, akan ada warga yang kehilangan rumah dan lahan. ”Tapi, memang banyak sekali daerah yang membutuhkan. Sedangkan tenaga kita terbatas,” ucapnya.

Dia ingin masyarakat juga paham bahwa terjadinya abrasi bukan hanya karena faktor alam, melainkan juga faktor manusia. Penambangan pasir laut sangat berpengaruh terhadap percepatan abrasi di pantai. ”Akibatnya tidak langsung dirasakan. Tapi, tahun-tahun berikutnya pasti akan sangat terasa,” katanya.

Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Sumenep Eri Susanto tidak dapat memberikan keterangan. Beberapa kali dihubungi melalui nomor pribadinya, dia tidak menjawab.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/