alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Ribuan Koperasi Belum Gelar RAT

SUMENEP – Kota Keris ada 1.565 koperasi. Namun, tidak semua aktif dan produktif. Bahkan, ada ribuan koperasi yang menggelar rapat anggota tahunan (RAT) hingga triwulan keempat.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM) Sumenep Fajar Rahman mengakui masih banyak koperasi yang belum produktif alias mati suri. Saat ini lembaganya gencar melakukan pendataan untuk mengelompokkan koperasi berdasar manajemennya.

”Sudah dua bulan ini bagian kelembagaan turun untuk mengecek di lapangan,” kata Fajar kemarin (6/11).

Setiap koperasi wajib melakukan RAT dan melapor kepada lembaganya setahun sekali. Hal itu, kata Fajar, minimalnya harus membahas usaha yang dijalani, keuangan, dan pergantian struktur kepengurusan di tiap koperasi.

Baca Juga :  Sapi Mata Satu Gegerkan Warga

Sementara itu, laporan RAT koperasi syariah dilaporkan ke lembaga khusus, bukan ke diskop-UM. ”Kalau yang tidak sehat itu salah satunya tidak melakukan RAT,” terangnya.

Mantan kepala Satpol PP Sumenep itu menyebutkan, tidak dilakukannya RAT di setiap koperasi disebabkan beberapa hal. Yakni, masalah sumber daya manusia (SDM) dan minimnya pengetahuan pengelolaan koperasi.

”Paling banyak terutama masalah kepengurusan yang sudah selesai tidak dilakukan pemilihan yang baru sehingga berlarut-larut dan koperasinya tidak berjalan,” ungkap Fajar.

Fajar mengancam koperasi yang mati suri dan bertahun-tahun tidak melakukan RAT akan diajukan kepada pemerintah pusat untuk dibubarkan. Tahun ini ada 25 koperasi yang diajukan dibubarkan karena tidak melakukan RAT. ”Saya mengimbau kepada seluruh pengurus agar koperasi dikelola dengan baik. Setiap koperasi  harus mematuhi aturan,” imbaunya.

Baca Juga :  Cegah Kebocoran PAD, Empat Pasar Terapkan E-Retribusi

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari meminta pemerintah tidak tinggal diam mengenai banyaknya koperasi yang tidak melakukan RAT. Dia meminta setiap pengurus koperasi diberi pembinaan. ”Kami meminta SDM-nya diperhatikan dan terus diberi pembinaan,” desaknya. (jup)

 

SUMENEP – Kota Keris ada 1.565 koperasi. Namun, tidak semua aktif dan produktif. Bahkan, ada ribuan koperasi yang menggelar rapat anggota tahunan (RAT) hingga triwulan keempat.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM) Sumenep Fajar Rahman mengakui masih banyak koperasi yang belum produktif alias mati suri. Saat ini lembaganya gencar melakukan pendataan untuk mengelompokkan koperasi berdasar manajemennya.

”Sudah dua bulan ini bagian kelembagaan turun untuk mengecek di lapangan,” kata Fajar kemarin (6/11).


Setiap koperasi wajib melakukan RAT dan melapor kepada lembaganya setahun sekali. Hal itu, kata Fajar, minimalnya harus membahas usaha yang dijalani, keuangan, dan pergantian struktur kepengurusan di tiap koperasi.

Baca Juga :  Lagi, Wings Air Batalkan Penerbangan

Sementara itu, laporan RAT koperasi syariah dilaporkan ke lembaga khusus, bukan ke diskop-UM. ”Kalau yang tidak sehat itu salah satunya tidak melakukan RAT,” terangnya.

Mantan kepala Satpol PP Sumenep itu menyebutkan, tidak dilakukannya RAT di setiap koperasi disebabkan beberapa hal. Yakni, masalah sumber daya manusia (SDM) dan minimnya pengetahuan pengelolaan koperasi.

”Paling banyak terutama masalah kepengurusan yang sudah selesai tidak dilakukan pemilihan yang baru sehingga berlarut-larut dan koperasinya tidak berjalan,” ungkap Fajar.

Fajar mengancam koperasi yang mati suri dan bertahun-tahun tidak melakukan RAT akan diajukan kepada pemerintah pusat untuk dibubarkan. Tahun ini ada 25 koperasi yang diajukan dibubarkan karena tidak melakukan RAT. ”Saya mengimbau kepada seluruh pengurus agar koperasi dikelola dengan baik. Setiap koperasi  harus mematuhi aturan,” imbaunya.

Baca Juga :  Sapi Mata Satu Gegerkan Warga

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari meminta pemerintah tidak tinggal diam mengenai banyaknya koperasi yang tidak melakukan RAT. Dia meminta setiap pengurus koperasi diberi pembinaan. ”Kami meminta SDM-nya diperhatikan dan terus diberi pembinaan,” desaknya. (jup)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Gagal Ungkap Kasus Senpi

Perusakan APK Kian Marak

Artikel Terbaru

/