alexametrics
22 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Dapat Jatah BOS, tapi Tak Bisa Cair

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Sebanyak 650 lembaga pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep mendapatkan jatah biaya operasional sekolah (BOS) 2021. Dari jumlah tersebut terdapat satu sekolah dasar yang diketahui tidak ada aktivitas belajar mengajar (KBM). Namun, sekolah itu tetap menerima dana BOS reguler.

Sekolah yang tercatat masih menerima dana BOS, yaitu SDN Batuputih Daya III, Kecamatan Batuputih. Total dana yang didapat senilai Rp 63 juta. Tetapi, sekolah itu tidak bisa membelanjakan bantuan tersebut karena tidak ada muridnya.

Kasubbag Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Disdik Sumenep Tri Fathanah mengutarakan, dana BOS reguler 2021 diberikan ke 650 SD. SDN Batuputih Daya III tidak bisa menggunakan dana BOS karena tidak ada aktivitas belajar mengajar.

Dana BOS yang dikirim ke rekening sekolah akan dikembalikan melalui aplikasi Simponi dari Kemendikbud. ”Uangnya kembali ke negara melalui aplikasi Simponi. Sekolah itu tidak berhak menerima dana BOS, karena tidak ada muridnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Disdik Akan Ajukan Perbaikan Jalan Sekolah

Tri menyatakan, meski dana BOS itu masuk ke rekening SDN Batuputih Daya III, uang tersebut tetap tidak bisa diambil. Pada saat proses sinkronisasi data pada cut-off BOS 31 Agustus 2021 lalu, SDN Batuputih Daya III tidak melakukan input data. ”Apa yang mau diinput kalau tidak ada aktivitas belajar mengajar,” tuturnya.

SDN Batuputih Daya III sudah masuk proses regrouping. Namun, proses marger itu menunggu SK dari bupati. Guru-gurunya sudah pindah ke sekolah yang lain. ”Terutama yang berstatus PNS,” ucapnya.

Saat proses sinkronisasi data di dapodik cut-off BOS SD 31 Agustus 2021, diketahui ada 653 sekolah yang tersebar di Sumenep. Namun, tiga sekolah belum melakukan input data. Sebab,  tiga sekolah tersebut juga akan di-marger.

”Ada tiga sekolah lagi yang akan di-marger, makanya tiga sekolah itu tercatat belum kirim di dapodik,” paparnya. Tiga sekolah itu, SDN Rombiya Timur III, Ganding; SDN Jabaan III, Manding; dan SDN Kolpo II, Batang-Batang.

Baca Juga :  Delapan Tahun Baru Tuntas Perbaiki Sekolah Rusak

Tri mengatakan, pada cut-off BOS SD 31 Agustus 2021, hanya sekolah yang rampung melakukan sinkronisasi yang berhak menerima BOS. Besaran dana per siswa juga berubah. Pada 2020 hanya senilai Rp 900 ribu. Kini naik Rp 1.050.000. ”Ada kenaikan Rp 150 ribu,” sebutnya.

Plt Kepala SDN Batuputih Daya III Madani membenarkan bahwa lembaganya sudah tidak ada aktivitas belajar mengajar. Saat ini hanya menunggu SK bupati. ”Sekarang saya kembali lagi ke SDN Bullaan I sebagai guru,” kata dia.

Madani mengaku menjabat Plt di SDN Batuputih Daya III hanya mengisi kekosongan sejak awal 2020. ”Saat saya ke sana, muridnya hanya tiga. Urusan BOS di-pending, tidak bisa dibelanjakan,” tandasnya.

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Sebanyak 650 lembaga pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep mendapatkan jatah biaya operasional sekolah (BOS) 2021. Dari jumlah tersebut terdapat satu sekolah dasar yang diketahui tidak ada aktivitas belajar mengajar (KBM). Namun, sekolah itu tetap menerima dana BOS reguler.

Sekolah yang tercatat masih menerima dana BOS, yaitu SDN Batuputih Daya III, Kecamatan Batuputih. Total dana yang didapat senilai Rp 63 juta. Tetapi, sekolah itu tidak bisa membelanjakan bantuan tersebut karena tidak ada muridnya.

Kasubbag Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Disdik Sumenep Tri Fathanah mengutarakan, dana BOS reguler 2021 diberikan ke 650 SD. SDN Batuputih Daya III tidak bisa menggunakan dana BOS karena tidak ada aktivitas belajar mengajar.


Dana BOS yang dikirim ke rekening sekolah akan dikembalikan melalui aplikasi Simponi dari Kemendikbud. ”Uangnya kembali ke negara melalui aplikasi Simponi. Sekolah itu tidak berhak menerima dana BOS, karena tidak ada muridnya,” ujarnya.

Baca Juga :  98 Desa Belum Cairkan DD-ADD, Terancam Tak Terserap 100 Persen

Tri menyatakan, meski dana BOS itu masuk ke rekening SDN Batuputih Daya III, uang tersebut tetap tidak bisa diambil. Pada saat proses sinkronisasi data pada cut-off BOS 31 Agustus 2021 lalu, SDN Batuputih Daya III tidak melakukan input data. ”Apa yang mau diinput kalau tidak ada aktivitas belajar mengajar,” tuturnya.

SDN Batuputih Daya III sudah masuk proses regrouping. Namun, proses marger itu menunggu SK dari bupati. Guru-gurunya sudah pindah ke sekolah yang lain. ”Terutama yang berstatus PNS,” ucapnya.

Saat proses sinkronisasi data di dapodik cut-off BOS SD 31 Agustus 2021, diketahui ada 653 sekolah yang tersebar di Sumenep. Namun, tiga sekolah belum melakukan input data. Sebab,  tiga sekolah tersebut juga akan di-marger.

”Ada tiga sekolah lagi yang akan di-marger, makanya tiga sekolah itu tercatat belum kirim di dapodik,” paparnya. Tiga sekolah itu, SDN Rombiya Timur III, Ganding; SDN Jabaan III, Manding; dan SDN Kolpo II, Batang-Batang.

Baca Juga :  Alokasi dana BOS Bertambah Rp 1,3 Miliar

Tri mengatakan, pada cut-off BOS SD 31 Agustus 2021, hanya sekolah yang rampung melakukan sinkronisasi yang berhak menerima BOS. Besaran dana per siswa juga berubah. Pada 2020 hanya senilai Rp 900 ribu. Kini naik Rp 1.050.000. ”Ada kenaikan Rp 150 ribu,” sebutnya.

Plt Kepala SDN Batuputih Daya III Madani membenarkan bahwa lembaganya sudah tidak ada aktivitas belajar mengajar. Saat ini hanya menunggu SK bupati. ”Sekarang saya kembali lagi ke SDN Bullaan I sebagai guru,” kata dia.

Madani mengaku menjabat Plt di SDN Batuputih Daya III hanya mengisi kekosongan sejak awal 2020. ”Saat saya ke sana, muridnya hanya tiga. Urusan BOS di-pending, tidak bisa dibelanjakan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/