alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Ponpes Al-Hayyan Bakal Surati Kemenag RI

Karena Tak Terima Disebut Cairkan BOP Dua Kali

SUMENEP – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hayyan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, bakal melayangkan surat klarifikasi pada Kementerian Agama (Kemenag) RI. Hal itu dilakukan untuk memberikan penegasan jika dana bantuan operasional pesantren (BOP) yang diterima hanya satu kali.

Penasihat Hukum Ponpes Al-Hayyan Marlaf Sucipto mengatakan, informasi yang menyebutkan kliennya sebagai penerima dana BOP ganda sangat merugikan. Karena itu, harus segera diklarifikasi. ”Secepatnya saya akan merespons surat dari Kemenag RI untuk memberikan klarifikasi bahwa Ponpes Al-Hayyan hanya menerima dana BOPS sekali,” katanya.

Marlaf Sucipto menuturkan, jika mengacu pada surat yang diterima dari Kemenag RI, batas akhir kliennya harus mengembalikan uang kepada kas negara pada 10 Agustus 2022. ”Sebelum 10 Agustus, saya harus mengirimkan surat klarifikasi pada Kemenag RI. Itu agar persoalan segera klir,” ucapnya.

Baca Juga :  Sumenep Berpotensi Jadi Wisata Unggulan

Dijelaskan, dalam surat klarifikasi tersebut, pihaknya akan menegaskan bahwa kliennya tidak mencairkan dana BOP sebanyak dua kali. Surat klarifikasi tersebut nantinya juga akan dikirim ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai tembusan. ”Sebab, BPK merupakan pihak yang menemukan adanya pencairan dana BOP ganda,” ulasnya.

Menurutnya, kliennya memang terdaftar sebagai penerima dana BOP. Bahkan, bantuan uang sebesar Rp 25 juta itu sudah selesai dicairkan Ponpes Al-Hayyan. Pencairan itu dilakukan sesuai prosedur. Tapi, pencairan itu hanya dilakukan satu kali. ”Ponpes Al-Hayyan menolak untuk mengembalikan (dana kepada kas negara). Sebab, klien saya hanya menerima satu kali,” tegas Marlaf Sucipto.

Marlaf Sucipto menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan penelusuran atas temuan BPK tesebut. Dia menduga ada pihak lain yang mencairkan dana BOP dengan menggunakan dokumen palsu. ”Pencairan itu kan ada syaratnya. Jadi, dugaan saya ada yang sengaja mencairkan dana BOP menggunakan data palsu seolah-olah mewakili Ponpes Al-Hayyan,” tandasnya.

Baca Juga :  Geger Anak Kambing Disebut Mirip Manusia

Sebelumnya, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Chaironi Hidayat menegaskan, institusinya tidak mengetahui secara pasti terkait pencairan dana BOP. Sebab, selama ini lembaganya hanya dilibatkan saat dilakukan proses verifikasi data. ”Kalau masalah pencairann, langsung dikirim ke rekening penerima dana BOP,” paparnya. (iqb/yan)

SUMENEP – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hayyan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, bakal melayangkan surat klarifikasi pada Kementerian Agama (Kemenag) RI. Hal itu dilakukan untuk memberikan penegasan jika dana bantuan operasional pesantren (BOP) yang diterima hanya satu kali.

Penasihat Hukum Ponpes Al-Hayyan Marlaf Sucipto mengatakan, informasi yang menyebutkan kliennya sebagai penerima dana BOP ganda sangat merugikan. Karena itu, harus segera diklarifikasi. ”Secepatnya saya akan merespons surat dari Kemenag RI untuk memberikan klarifikasi bahwa Ponpes Al-Hayyan hanya menerima dana BOPS sekali,” katanya.

Marlaf Sucipto menuturkan, jika mengacu pada surat yang diterima dari Kemenag RI, batas akhir kliennya harus mengembalikan uang kepada kas negara pada 10 Agustus 2022. ”Sebelum 10 Agustus, saya harus mengirimkan surat klarifikasi pada Kemenag RI. Itu agar persoalan segera klir,” ucapnya.

Baca Juga :  Honorer K-2 Tuntut Cabut Permen PAN-RB

Dijelaskan, dalam surat klarifikasi tersebut, pihaknya akan menegaskan bahwa kliennya tidak mencairkan dana BOP sebanyak dua kali. Surat klarifikasi tersebut nantinya juga akan dikirim ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai tembusan. ”Sebab, BPK merupakan pihak yang menemukan adanya pencairan dana BOP ganda,” ulasnya.

Menurutnya, kliennya memang terdaftar sebagai penerima dana BOP. Bahkan, bantuan uang sebesar Rp 25 juta itu sudah selesai dicairkan Ponpes Al-Hayyan. Pencairan itu dilakukan sesuai prosedur. Tapi, pencairan itu hanya dilakukan satu kali. ”Ponpes Al-Hayyan menolak untuk mengembalikan (dana kepada kas negara). Sebab, klien saya hanya menerima satu kali,” tegas Marlaf Sucipto.

Marlaf Sucipto menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan penelusuran atas temuan BPK tesebut. Dia menduga ada pihak lain yang mencairkan dana BOP dengan menggunakan dokumen palsu. ”Pencairan itu kan ada syaratnya. Jadi, dugaan saya ada yang sengaja mencairkan dana BOP menggunakan data palsu seolah-olah mewakili Ponpes Al-Hayyan,” tandasnya.

Baca Juga :  Kapal Karam, Satu Tewas, Sembilan Korban Hilang

Sebelumnya, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Chaironi Hidayat menegaskan, institusinya tidak mengetahui secara pasti terkait pencairan dana BOP. Sebab, selama ini lembaganya hanya dilibatkan saat dilakukan proses verifikasi data. ”Kalau masalah pencairann, langsung dikirim ke rekening penerima dana BOP,” paparnya. (iqb/yan)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/