alexametrics
23.1 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Hanya 14 Agen Elpiji Berizin

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Keberadaan agen elpiji di Kabupaten Sumenep yang sudah mengantongi izin 14 agen. Sesuai informasi dari Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep, tahun ini akan bertambah satu agen elpiji.

Kasubbag Energi Bagian SDA Setkab Sumenep Erwin Hendra mengutarakan, agen elpiji yang berizin 14. Menurut dia, tahun ini ada tambahan satu agen yang izinnya masih dalam proses. ”Kalau selesai prosesnya, total ada 15 agen elpiji di Sumenep,” katanya.

Menurut Hendra, sebenarnya tidak ada masalah terkait penambahan agen elpiji. Justru itu lebih bagus. Artinya, sebaran elpiji bisa banyak menjangkau wilayah-wilayah terpencil. ”Enggak apa-apa, tergantung pengusaha yang mau jadi agen,” ujarnya.

Baca Juga :  Kuota Elpiji Melon 2018 Belum Jelas

Namun, jika agen elpiji semakin banyak berdampak pada jatah setiap agen, pasti lebih sedikit. Sebab, kuota elpiji itu harus dibagi dengan 15 agen. ”Itu sisi tidak baiknya, tapi lagi-lagi itu bagi agen,” terangnya.

Sementara, urusan pendistribusian elpiji ke Kabupaten Sumenep tidak berubah. Sesuai dengan kebutuhan elpiji yang dikirim ke Pertamina setiap tahun. Kebetulan, tahun ini pihaknya mengajukan 25 ribu metrik ton. Pengajuan tersebut lebih tinggi daripada 2020 yang hanya 24 ribu metrik ton.

”Jatah ke Sumenep itu setiap tahun antara 8–9 juta tabung. Sejauh ini masih aman, tidak langka,” tandasnya.

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Keberadaan agen elpiji di Kabupaten Sumenep yang sudah mengantongi izin 14 agen. Sesuai informasi dari Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep, tahun ini akan bertambah satu agen elpiji.

Kasubbag Energi Bagian SDA Setkab Sumenep Erwin Hendra mengutarakan, agen elpiji yang berizin 14. Menurut dia, tahun ini ada tambahan satu agen yang izinnya masih dalam proses. ”Kalau selesai prosesnya, total ada 15 agen elpiji di Sumenep,” katanya.

Menurut Hendra, sebenarnya tidak ada masalah terkait penambahan agen elpiji. Justru itu lebih bagus. Artinya, sebaran elpiji bisa banyak menjangkau wilayah-wilayah terpencil. ”Enggak apa-apa, tergantung pengusaha yang mau jadi agen,” ujarnya.

Baca Juga :  LPG Melon Mulai Langka

Namun, jika agen elpiji semakin banyak berdampak pada jatah setiap agen, pasti lebih sedikit. Sebab, kuota elpiji itu harus dibagi dengan 15 agen. ”Itu sisi tidak baiknya, tapi lagi-lagi itu bagi agen,” terangnya.

Sementara, urusan pendistribusian elpiji ke Kabupaten Sumenep tidak berubah. Sesuai dengan kebutuhan elpiji yang dikirim ke Pertamina setiap tahun. Kebetulan, tahun ini pihaknya mengajukan 25 ribu metrik ton. Pengajuan tersebut lebih tinggi daripada 2020 yang hanya 24 ribu metrik ton.

”Jatah ke Sumenep itu setiap tahun antara 8–9 juta tabung. Sejauh ini masih aman, tidak langka,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/