alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Larang Seremonial Perpisahan Kelas Akhir

SUMENEP – Kebijakan tentang kewaspadaan persebaran Covid-19 di dunia pendidikan terus bermunculan. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep mengeluarkan larangan seremonial perpisahaan kelas akhir untuk jenjang SD dan SMP.

Ketentuan itu tertuang dalam surat Nomor 420/1081/435.101.1/2020. Perayaan kelulusan yang biasa digelar setiap tahun bagi para siswa-siswi kelas akhir tersebut dianggap akan mengundang kerumunan massa.

Kepala Disdik Sumenep Carto menyatakan, surat tersebut menindaklanjuti regulasi dan ketentuan lainnya terkait percepatan penanganan Covid-19 di Kota Keris. Untuk itu, kegiatan yang bisa mengumpulkan massa perlu ditiadakan sementara.

”Begitu juga dengan prosesi wisuda. Mengingat situasi pandemi dan jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Sumenep terus bertambah,” kata Carto kemarin (6/6).

Baca Juga :  Satlantas Stop Pelayanan SIM

Meski perayaan perpisahan dan wisuda menerapkan protokol kesehatan, tidak ada yang bisa menjamin bisa dijalankan dengan maksimal. Berkerumun dan kontak fisik masih berpotensi dilakukan. Untuk itu, larangan pelaksanaan perlu dikeluarkan demi memastikan tidak ada kegiatan yang digelar dengan risiko penularan Covid-19 secara masif.

Carto mengingatkan agar kebijakan itu dijalankan oleh semua lembaga pendidikan di bawah naungan Disdik Sumenep. Pihaknya mengaku akan memberlakukan sanksi. Tidak hanya itu, jika diketahui ada sekolah yang menggelar kegiatan pengumpulan massa, pihak lembaga harus menanggung semua risiko.

”Termasuk kalau terjadi penularan Covid-19. Karena virus ini tidak terlihat,” ujar mantan kepala Disparbudpora Sumenep itu.

Carto menambahkan, kebijakan yang dikeluarkan hanya untuk memastikan persebaran Covid-19 tidak merambah ke setiap insan pendidikan. Baik peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, wali murid, serta stakeholder kependidikan lainnya.

Baca Juga :  Sehat, Lima PMI Boleh Pulang

”Kalau penularan Covid-19 ini mulai masuk ke dunia pendidikan, bisa jadi persebarannya akan lebih cepat. Maka dari itu, lebih baik hindari potensi itu,” tandasnya.

- Advertisement -

SUMENEP – Kebijakan tentang kewaspadaan persebaran Covid-19 di dunia pendidikan terus bermunculan. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep mengeluarkan larangan seremonial perpisahaan kelas akhir untuk jenjang SD dan SMP.

Ketentuan itu tertuang dalam surat Nomor 420/1081/435.101.1/2020. Perayaan kelulusan yang biasa digelar setiap tahun bagi para siswa-siswi kelas akhir tersebut dianggap akan mengundang kerumunan massa.

Kepala Disdik Sumenep Carto menyatakan, surat tersebut menindaklanjuti regulasi dan ketentuan lainnya terkait percepatan penanganan Covid-19 di Kota Keris. Untuk itu, kegiatan yang bisa mengumpulkan massa perlu ditiadakan sementara.


”Begitu juga dengan prosesi wisuda. Mengingat situasi pandemi dan jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Sumenep terus bertambah,” kata Carto kemarin (6/6).

Baca Juga :  Akan Dibangun Dermaga di Gili Labak

Meski perayaan perpisahan dan wisuda menerapkan protokol kesehatan, tidak ada yang bisa menjamin bisa dijalankan dengan maksimal. Berkerumun dan kontak fisik masih berpotensi dilakukan. Untuk itu, larangan pelaksanaan perlu dikeluarkan demi memastikan tidak ada kegiatan yang digelar dengan risiko penularan Covid-19 secara masif.

Carto mengingatkan agar kebijakan itu dijalankan oleh semua lembaga pendidikan di bawah naungan Disdik Sumenep. Pihaknya mengaku akan memberlakukan sanksi. Tidak hanya itu, jika diketahui ada sekolah yang menggelar kegiatan pengumpulan massa, pihak lembaga harus menanggung semua risiko.

”Termasuk kalau terjadi penularan Covid-19. Karena virus ini tidak terlihat,” ujar mantan kepala Disparbudpora Sumenep itu.

Carto menambahkan, kebijakan yang dikeluarkan hanya untuk memastikan persebaran Covid-19 tidak merambah ke setiap insan pendidikan. Baik peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, wali murid, serta stakeholder kependidikan lainnya.

Baca Juga :  Wafat di Perjalanan, Jenazah Pemudik Dikubur Sesuai Protokol Covid-19

”Kalau penularan Covid-19 ini mulai masuk ke dunia pendidikan, bisa jadi persebarannya akan lebih cepat. Maka dari itu, lebih baik hindari potensi itu,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/