alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

SMAN 2 Sumenep Beri Layanan Terbaik

SUMENEP – SMAN 2 Sumenep terus berinovasi untuk memajukan pendidikan. Salah satunya, akan melaksanakan pembelajaran dengan sistem kredit semester (SKS). Langkah pertama yang dilakukan adalah menggelar workshop untuk pemberdayaan guru. Itu dilakukan demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Kepala SMAN 2 Sumenep Hermono Prayudi Anggoro menjelaskan, workshop digelar untuk memberikan pemahaman kepada guru tentang SKS. Apa yang dilakukan guru mengubah mindset. Pembelajaran reguler yang masih tradisional diarahkan pada proses pelayanan individual.

”Pembelajaran berbasis pada perbedaan individu. Ini yang harus diubah mindset-nya,” kata dia kemarin (6/5). Dari konsep mindset ini, lanjut Hermono, akan bergerak pada proses operasional perlengkapan pembelajaran.

Mulai analisis kompetensi dasar sampai pada penilaian unit kegiatan belajar mandiri (UKBM). Pertimbangannya akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Siapkan Event Kontes Kucing Internasional

Proses pendidikan yang adil adalah SKS. ”Adil dalam arti memberikan layanan sesuai kecepatan anak. Adanya perbedaan SKS bisa dilayanai. Syarat-syaratnya sudah masuk. Kami akan bertahap dan berlanjut,” jelasnya.

Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep Slamet Goestiantoko mengatakan, adanya peraturan layanan untuk siswa yang berkebutuhan khusus memiliki bakat lebih bisa diatur melalui perkembangan SKS. Saat ini sudah ada semangat dari kepala sekolah beserta jajarannya untuk mengambil makna. Apalagi ini program pusat.

”Maknanya memberikan peluang kepada anak yang memiliki kelebihan khusus supaya terlayani dengan baik. Dengan sistem kredit semester ini, nanti bisa jadi ada yang dua tahun lulus karena kemampuan yang dimiliki anak itu sendiri. Ini adalah program yang sangat baik dan perlu kita dukung. Kami mendukung melakukan inovasi supaya pendidikan di Sumenep meningkat,” paparnya.

Baca Juga :  Super Mantap, CFD Semarak, JPRM Janjikan Kejutan Setiap Minggu

Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Dinas Pendidikan Jatim Eka Ananda menyampaikan, program sekolah sebenarnya ada dua. Yakni, reguler seperti biasanya dan program SKS. Program SKS cukup lama disiapkan pemerintah.

Untuk menjadi sekolah penyelenggara SKS tidak mudah. ”Pembelajaran SKS ini untuk siswa yang paling pintar dan paling rendah. Pembelajaran dilakukan dengan kemampuan siswa,” ujarnya. 

SUMENEP – SMAN 2 Sumenep terus berinovasi untuk memajukan pendidikan. Salah satunya, akan melaksanakan pembelajaran dengan sistem kredit semester (SKS). Langkah pertama yang dilakukan adalah menggelar workshop untuk pemberdayaan guru. Itu dilakukan demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Kepala SMAN 2 Sumenep Hermono Prayudi Anggoro menjelaskan, workshop digelar untuk memberikan pemahaman kepada guru tentang SKS. Apa yang dilakukan guru mengubah mindset. Pembelajaran reguler yang masih tradisional diarahkan pada proses pelayanan individual.

”Pembelajaran berbasis pada perbedaan individu. Ini yang harus diubah mindset-nya,” kata dia kemarin (6/5). Dari konsep mindset ini, lanjut Hermono, akan bergerak pada proses operasional perlengkapan pembelajaran.


Mulai analisis kompetensi dasar sampai pada penilaian unit kegiatan belajar mandiri (UKBM). Pertimbangannya akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga :  SMAN 1 Sumenep Akan Sajikan Musik Tongtong

Proses pendidikan yang adil adalah SKS. ”Adil dalam arti memberikan layanan sesuai kecepatan anak. Adanya perbedaan SKS bisa dilayanai. Syarat-syaratnya sudah masuk. Kami akan bertahap dan berlanjut,” jelasnya.

Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep Slamet Goestiantoko mengatakan, adanya peraturan layanan untuk siswa yang berkebutuhan khusus memiliki bakat lebih bisa diatur melalui perkembangan SKS. Saat ini sudah ada semangat dari kepala sekolah beserta jajarannya untuk mengambil makna. Apalagi ini program pusat.

”Maknanya memberikan peluang kepada anak yang memiliki kelebihan khusus supaya terlayani dengan baik. Dengan sistem kredit semester ini, nanti bisa jadi ada yang dua tahun lulus karena kemampuan yang dimiliki anak itu sendiri. Ini adalah program yang sangat baik dan perlu kita dukung. Kami mendukung melakukan inovasi supaya pendidikan di Sumenep meningkat,” paparnya.

Baca Juga :  Marching Band Smada Tampil pada Event Batik on The Sea

Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Dinas Pendidikan Jatim Eka Ananda menyampaikan, program sekolah sebenarnya ada dua. Yakni, reguler seperti biasanya dan program SKS. Program SKS cukup lama disiapkan pemerintah.

Untuk menjadi sekolah penyelenggara SKS tidak mudah. ”Pembelajaran SKS ini untuk siswa yang paling pintar dan paling rendah. Pembelajaran dilakukan dengan kemampuan siswa,” ujarnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/