alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Geledah Rutan, Tim Gabungan Temukan Benda Tajam

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Dugaan penyelundupan barang-barang terlarang ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep terbukti. Itu terungkap setelah tim gabungan menemukan sejumlah benda tajam saat menggeledah kamar yang dihuni warga binaan rutan yang teletak di Jalan KH Mansyur, Nomor 355, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, tersebut.

Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Veverdi Anggoro mengatakan, penggeledahan dilakukan tim gabungan dari pihak internal, Polri, dan petugas BNNK Sumenep. ”Hasilnya, tim gabungan menemukan barang-barang yang secara aturan dilarang masuk sel. Salah satunya, benda tajam seperti gunting, silet, pemotong kuku, dan beberapa benda berbahan logam,” ucapnya.

Menurut Veverdi Anggoro, tim gabungan juga berhasil menyita tali di salah satu kamar warga binaan. Tali itu disita karena tim gabungan khawatir disalahgunakan oleh warga binaan. ”Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, barang-barang terlarang itu kami data dan disita,” imbuhnya.

Baca Juga :  Penentuan Zonasi SD Perlu Dievaluasi

Dia menduga, barang-barang itu dibawa warga binaan ke sel seusai ada kegiatan. ”Mereka (warga binaan, Red) akan ditegur agar tidak kembali memasukkan barang-barang terlarang ke sel. Dalam penggeledahan kali ini, tim gabungan tidak menemukan barang-barang yang dianggap sangat membahayakan,” katanya.

Veverdi Anggoro mengungkapkan, barang-barang yang dianggap sangat membahayakan adalah senjata tajam (sajam) dann narkoba. Sebab, sajam dan narkoba merupakan target utama dalam kegiatan tersebut. Jika ditemukan narkoba maupun sajam, warga binaan akan di-BAP dan hak yang melekat kepadanya bakal dicabut.

”Jumlah penghuni rutan overluoad. Kapasitas rutan hanya 130, tapi jumlah penghuni saat ini 323 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Kabagops Polres Sumenep Kompol Achmad Robial menyampaikan, ada 63 personel yang dilibatkan dalam penggeledahan di rutan. Puluhan personel itu sudah dibagi sekian kelompok sesuai jumlah sel yang akan digeledah. Agar penggeledahan lebih efektif, barang terlarang yang digeledah dipisahkan. ”Kami tahu rutan overload. Makanya, kami atur sedemikian rupa agar penggeledahan berjalan optimal,” pungkasnya. (jun)

Baca Juga :  Covid-19 Turunkan Omzet Pengusaha Batik
- Advertisement -

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Dugaan penyelundupan barang-barang terlarang ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep terbukti. Itu terungkap setelah tim gabungan menemukan sejumlah benda tajam saat menggeledah kamar yang dihuni warga binaan rutan yang teletak di Jalan KH Mansyur, Nomor 355, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, tersebut.

Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Veverdi Anggoro mengatakan, penggeledahan dilakukan tim gabungan dari pihak internal, Polri, dan petugas BNNK Sumenep. ”Hasilnya, tim gabungan menemukan barang-barang yang secara aturan dilarang masuk sel. Salah satunya, benda tajam seperti gunting, silet, pemotong kuku, dan beberapa benda berbahan logam,” ucapnya.

Menurut Veverdi Anggoro, tim gabungan juga berhasil menyita tali di salah satu kamar warga binaan. Tali itu disita karena tim gabungan khawatir disalahgunakan oleh warga binaan. ”Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, barang-barang terlarang itu kami data dan disita,” imbuhnya.

Baca Juga :  Warga Temukan Mayat Dalam Rumah Kosong

Dia menduga, barang-barang itu dibawa warga binaan ke sel seusai ada kegiatan. ”Mereka (warga binaan, Red) akan ditegur agar tidak kembali memasukkan barang-barang terlarang ke sel. Dalam penggeledahan kali ini, tim gabungan tidak menemukan barang-barang yang dianggap sangat membahayakan,” katanya.

Veverdi Anggoro mengungkapkan, barang-barang yang dianggap sangat membahayakan adalah senjata tajam (sajam) dann narkoba. Sebab, sajam dan narkoba merupakan target utama dalam kegiatan tersebut. Jika ditemukan narkoba maupun sajam, warga binaan akan di-BAP dan hak yang melekat kepadanya bakal dicabut.

”Jumlah penghuni rutan overluoad. Kapasitas rutan hanya 130, tapi jumlah penghuni saat ini 323 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Kabagops Polres Sumenep Kompol Achmad Robial menyampaikan, ada 63 personel yang dilibatkan dalam penggeledahan di rutan. Puluhan personel itu sudah dibagi sekian kelompok sesuai jumlah sel yang akan digeledah. Agar penggeledahan lebih efektif, barang terlarang yang digeledah dipisahkan. ”Kami tahu rutan overload. Makanya, kami atur sedemikian rupa agar penggeledahan berjalan optimal,” pungkasnya. (jun)

Baca Juga :  Warga Mandangin Temukan Mayat Mr X
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/