alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Resmikan Kantor PT Garam, Menteri BUMN Hindari Media

SUMENEP – Pemkab Sumenep menyambut baik pemanfaatan kembali kantor PT Garam (Persero) di Kecamatan Kalianget. Badan usaha milik negara (BUMN) ini diharapkan berdampak positif kepada masyarakat Madura. Terutama dalam peningkatan ekonomi.

Harapan tersebut disampaikan Wabup Sumenep Achmad Fauzi. Dengan berkantor di Sumenep, pemkab akan lebih intens berkomunikasi dengan PT Garam. Bisa menyinergikan program pemkab dengan perusahaan itu.

Salah satunya dari corporate social responsibility (CSR) dari PT Garam. Jadi bisa memberikan sumbangsih yang baik untuk Pemkab Sumenep. ”Harga garam bisa lebih baik. Ekonomi masyarakat bisa lebih baik. Hal-hal yang tidak dilakukan sebelumnya bisa dilaksanakan dengan adanya kantor PT Garam,” harapnya.

Selain meresmikan kantor PT Garam di Kalianget, kedatangan Menteri BUMN Rini Soemarno ke Sumenep untuk berkunjung ke ke Pondok Pesantren (Ponpes) Aqidah Usymuni Terate. Selain itu juga memantau bank sampah PT Pegadaian (Persero).

Rini Soemarno terkesan menghindari awak media. Saat berada di Ponpes Aqidah Usymuni, bagian protokoler Kementerian BUMN melarang awak media untuk wawancara. ”Jangan wawancara dulu, Mas. Ibu (Menteri BUMN, Red) masih banyak acara,” kata salah satu protokol.

Baca Juga :  SMAN 1 Sumenep Tagih Sumbangan Wali Murid

Kemudian sejumlah awak media dari televisi, cetak, maupun online menunggu di Kantor PT Garam. Sebelum Rini Soemarno datang, mereka diarahkan bersiap di sisi kanan pintu masuk utama kantor PT Garam untuk wawancara. Namun saat Rini Soemarno datang, tiba-tiba rombongan bergegas berjalan dan masuk ke gedung PT Garam melalui pintu barat.

Awak media yang hendak ikut masuk dihalangi satpam kantor PT Garam. Sesaat kemudian, Rini Soemarno keluar untuk meresmikan gedung PT Garam di depan pintu utama. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita, dan potong tumpeng. Setelah itu, baru awak media bisa masuk. Namun, tetap harus berdesakan dan dijaga ketat satpam PT Garam.

Setelah itu, Menteri BUMN memantau kelas kreatif di gedung yang sama. Setelah itu, masuk ke ruang khusus undangan untuk rehat. Saat meminta waktu untuk wawancara, lagi-lagi dicegah. Salah satu tim protokoler kemudian mengarahkan awak media bersiap di dekat mobil dinas Menteri BUMN untuk wawancara.

Baca Juga :  Larang PT Garam Lanjutkan Pembangunan

Sekitar 15 menit menunggu, mobil rombongan yang berjejer di depan kantor PT Garam tiba-tiba melaju ke arah barat dikawal patwal kepolisian. Sementara Rini Soemarno melewati pintu belakang menuju peresmian elektrifikasi PLN di sekitar Lapangan Adirasa Kalianget.

Saat media sampai lokasi, rombongan sudah meninggalkan tempat dan langsung menuju Bandara Trunojoyo. Alhasil, wartawan yang menunggu sejak pukul 12.00 harus kecele. ”Bu Menteri agak sedikit kecapekan,” kata Wabup Sumenep Achmad Fauzi menanggapi kekecewaan wartawan.

Direktur Utama PT Garam Budi Sasongko juga menampik Menteri BUMN menghindari awak media. Menurut dia, protokoler sudah mengatur pembagian jam kunjungan menteri. Karena waktu terbatas, sehingga Menteri BUMN tersebut tidak sempat menemui para wartawan.

”Jadwalnya 16.30 harus take-off. Itu diarahkan untuk cepat. Ibu tidak ada niatan (menghindari wartawan). Murni dari protokol,” kata Budi.

Dengan diresmikannya kantor PT Garam di Sumenep, dia berharap bisa ikut berperan lebih dalam mengawal pegaraman nasional. ”Harapannya, bisa tetap bersatu dan bersinergi dengan stakeholder,” tandasnya.

- Advertisement -

SUMENEP – Pemkab Sumenep menyambut baik pemanfaatan kembali kantor PT Garam (Persero) di Kecamatan Kalianget. Badan usaha milik negara (BUMN) ini diharapkan berdampak positif kepada masyarakat Madura. Terutama dalam peningkatan ekonomi.

Harapan tersebut disampaikan Wabup Sumenep Achmad Fauzi. Dengan berkantor di Sumenep, pemkab akan lebih intens berkomunikasi dengan PT Garam. Bisa menyinergikan program pemkab dengan perusahaan itu.

Salah satunya dari corporate social responsibility (CSR) dari PT Garam. Jadi bisa memberikan sumbangsih yang baik untuk Pemkab Sumenep. ”Harga garam bisa lebih baik. Ekonomi masyarakat bisa lebih baik. Hal-hal yang tidak dilakukan sebelumnya bisa dilaksanakan dengan adanya kantor PT Garam,” harapnya.


Selain meresmikan kantor PT Garam di Kalianget, kedatangan Menteri BUMN Rini Soemarno ke Sumenep untuk berkunjung ke ke Pondok Pesantren (Ponpes) Aqidah Usymuni Terate. Selain itu juga memantau bank sampah PT Pegadaian (Persero).

Rini Soemarno terkesan menghindari awak media. Saat berada di Ponpes Aqidah Usymuni, bagian protokoler Kementerian BUMN melarang awak media untuk wawancara. ”Jangan wawancara dulu, Mas. Ibu (Menteri BUMN, Red) masih banyak acara,” kata salah satu protokol.

Baca Juga :  Mei Penerbangan Bisa Setiap Hari Lagi

Kemudian sejumlah awak media dari televisi, cetak, maupun online menunggu di Kantor PT Garam. Sebelum Rini Soemarno datang, mereka diarahkan bersiap di sisi kanan pintu masuk utama kantor PT Garam untuk wawancara. Namun saat Rini Soemarno datang, tiba-tiba rombongan bergegas berjalan dan masuk ke gedung PT Garam melalui pintu barat.

Awak media yang hendak ikut masuk dihalangi satpam kantor PT Garam. Sesaat kemudian, Rini Soemarno keluar untuk meresmikan gedung PT Garam di depan pintu utama. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita, dan potong tumpeng. Setelah itu, baru awak media bisa masuk. Namun, tetap harus berdesakan dan dijaga ketat satpam PT Garam.

Setelah itu, Menteri BUMN memantau kelas kreatif di gedung yang sama. Setelah itu, masuk ke ruang khusus undangan untuk rehat. Saat meminta waktu untuk wawancara, lagi-lagi dicegah. Salah satu tim protokoler kemudian mengarahkan awak media bersiap di dekat mobil dinas Menteri BUMN untuk wawancara.

Baca Juga :  Blangko Kosong, Dispenduk Keluarkan Suket

Sekitar 15 menit menunggu, mobil rombongan yang berjejer di depan kantor PT Garam tiba-tiba melaju ke arah barat dikawal patwal kepolisian. Sementara Rini Soemarno melewati pintu belakang menuju peresmian elektrifikasi PLN di sekitar Lapangan Adirasa Kalianget.

Saat media sampai lokasi, rombongan sudah meninggalkan tempat dan langsung menuju Bandara Trunojoyo. Alhasil, wartawan yang menunggu sejak pukul 12.00 harus kecele. ”Bu Menteri agak sedikit kecapekan,” kata Wabup Sumenep Achmad Fauzi menanggapi kekecewaan wartawan.

Direktur Utama PT Garam Budi Sasongko juga menampik Menteri BUMN menghindari awak media. Menurut dia, protokoler sudah mengatur pembagian jam kunjungan menteri. Karena waktu terbatas, sehingga Menteri BUMN tersebut tidak sempat menemui para wartawan.

”Jadwalnya 16.30 harus take-off. Itu diarahkan untuk cepat. Ibu tidak ada niatan (menghindari wartawan). Murni dari protokol,” kata Budi.

Dengan diresmikannya kantor PT Garam di Sumenep, dia berharap bisa ikut berperan lebih dalam mengawal pegaraman nasional. ”Harapannya, bisa tetap bersatu dan bersinergi dengan stakeholder,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/