alexametrics
25.3 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Pelayaran ke Masalembu Hanya Satu Pekan Sekali

SUMENEP – Pemkab Sumenep sebenarnya sudah mengadakan armada kapal baru. Yakni, Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III seharga sekitar Rp 39 miliar. Kapal tersebut sudah diluncurkan pada akhir Oktober 2018. Tapi sampai sekarang tidak kunjung dioperasionalkan.

Belum dioperasionalkannya KMP DBS III ini pun dikeluhkan warga kepulauan. Warga menilai percuma pemerintah punya kapal baru jika tidak digunakan. Padahal keberadaan kapal tersebut sangat dinantikan warga. ”Seandainya kapal tersebut beroperasi, kami warga kepulauan sangat senang,” kata Saiful Iskandar, 42, warga Kepulauan Masalembu Minggu (6/1).

Dijelaskan, selama ini pelayaran ke Masalembu hanya dilakukan sekali dalam seminggu. Itu pun jika kondisi cuaca normal. Jika cuaca buruk, bisa setengah bulan sekali baru ada kapal berlayar. ”Kalau kapalnya sudah ada, mengapa belum dioperasionalkan. Ini merugikan bagi warga,” tambahnya.

Baca Juga :  Rugi Rp 700 Juta, PD Sumekar Pailit

Petugas Bagian Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas IV Kalianget Edy Sucipto mengatakan, sebenarnya ada dua armada kapal tujuan Masalembu. Dua-duanya milik KMP Sabuk Nusantara. Dia menyatakan, pelayaran menuju Masalembu dari Kalianget memang dilakukan satu kali dalam sepekan. ”Kalau KMP DBS III sudah dioperasionalkan, ya bisa dua kali pelayaran. Satu kali Sabuk Nusantara, satu kali DBS III,” jelasnya.

Menurut Edy, KMP DBS III memang diproyeksikan untuk melayani pelayaran menuju Masalembu. Namun sampai sekarang belum dioperasionalkan karena izinnya belum lengkap. Dia tidak tahu pasti kapan kapal tersebut akan digunakan untuk umum.

”Kalau kapan akan dioperasikan, saya tidak bisa menjawab. Itu lebih baik ditanyakan kepada pemkab,” jelasnya. ”Kalau saya menjawab, khawatir salah dan saya juga tidak punya wewenang untuk menjawabnya,” tegas dia.

Baca Juga :  PT EML Berharap Membawa Kemakmuran bagi Madura

Ditanya di mana KMP DBS III sekarang berada? Menurut dia kapal tersebut diletakkan di tengah laut. Sengaja tidak disandarkan di pinggir pantai karena sekitar dermaga Kalianget cukup sempit. Jika DBS III bersandar di dermaga, kapal-kapal lain tidak menemukan tempat saat hendak bersandar untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, saat ini KMP DBS III belum bisa dioperasionalkan. Pemkab sudah mengupayakan untuk segera melengkapi perizinan supaya kapal tersebut bisa beroperasi. ”Masih dalam proses pengurusan administrasi,” katanya singkat.

SUMENEP – Pemkab Sumenep sebenarnya sudah mengadakan armada kapal baru. Yakni, Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III seharga sekitar Rp 39 miliar. Kapal tersebut sudah diluncurkan pada akhir Oktober 2018. Tapi sampai sekarang tidak kunjung dioperasionalkan.

Belum dioperasionalkannya KMP DBS III ini pun dikeluhkan warga kepulauan. Warga menilai percuma pemerintah punya kapal baru jika tidak digunakan. Padahal keberadaan kapal tersebut sangat dinantikan warga. ”Seandainya kapal tersebut beroperasi, kami warga kepulauan sangat senang,” kata Saiful Iskandar, 42, warga Kepulauan Masalembu Minggu (6/1).

Dijelaskan, selama ini pelayaran ke Masalembu hanya dilakukan sekali dalam seminggu. Itu pun jika kondisi cuaca normal. Jika cuaca buruk, bisa setengah bulan sekali baru ada kapal berlayar. ”Kalau kapalnya sudah ada, mengapa belum dioperasionalkan. Ini merugikan bagi warga,” tambahnya.

Baca Juga :  PKL Eks Tajamara Enggan Tempati Kios Baru

Petugas Bagian Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas IV Kalianget Edy Sucipto mengatakan, sebenarnya ada dua armada kapal tujuan Masalembu. Dua-duanya milik KMP Sabuk Nusantara. Dia menyatakan, pelayaran menuju Masalembu dari Kalianget memang dilakukan satu kali dalam sepekan. ”Kalau KMP DBS III sudah dioperasionalkan, ya bisa dua kali pelayaran. Satu kali Sabuk Nusantara, satu kali DBS III,” jelasnya.

Menurut Edy, KMP DBS III memang diproyeksikan untuk melayani pelayaran menuju Masalembu. Namun sampai sekarang belum dioperasionalkan karena izinnya belum lengkap. Dia tidak tahu pasti kapan kapal tersebut akan digunakan untuk umum.

”Kalau kapan akan dioperasikan, saya tidak bisa menjawab. Itu lebih baik ditanyakan kepada pemkab,” jelasnya. ”Kalau saya menjawab, khawatir salah dan saya juga tidak punya wewenang untuk menjawabnya,” tegas dia.

Baca Juga :  Pelabuhan ke Wisata Kakaktua Butuh Dermaga

Ditanya di mana KMP DBS III sekarang berada? Menurut dia kapal tersebut diletakkan di tengah laut. Sengaja tidak disandarkan di pinggir pantai karena sekitar dermaga Kalianget cukup sempit. Jika DBS III bersandar di dermaga, kapal-kapal lain tidak menemukan tempat saat hendak bersandar untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, saat ini KMP DBS III belum bisa dioperasionalkan. Pemkab sudah mengupayakan untuk segera melengkapi perizinan supaya kapal tersebut bisa beroperasi. ”Masih dalam proses pengurusan administrasi,” katanya singkat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/