alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Tebang Pohon Kelapa, Tiang Listrik Roboh

SUMENEP – Pengguna jalan yang melintas di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Sumenep, sedikit terganggu Kamis (5/10). Itu lantaran empat tiang listrik roboh dan menimpa jalan. Layanan kepada pelanggan PLN di tiga daerah mengalami dampak pemadaman.

Berdasarkan keterangan warga, pelaku penebangan pohon kelapa tujuh orang. Enam orang bertugas menarik tali yang diikatkan ke pohon. Satu orang memotong batang pohon dengan alat mesin. Pohon kelapa itu milik Moh. Suni, warga setempat, yang sengaja ditebang karena miring.

”Yang memotong namanya Sahawi. Sementara yang lain hanya menarik tali,” ucap Erfan salah satu warga yang ikut membantu penebangan.

Dikatakan, penebang sudah mengatur letak roboh pohon kepala. Pohon ditarik dari arah berlawanan dengan jaringan listrik. Namun saat penebangan hampir selesai, tali yang digunakan untuk menarik putus. Akibatnya, pohon berbalik arah ke arah jaringan listrik.

Tak ayal, pohon roboh tepat di atas kabel listrik. Saat yang bersamaan, empat tiang listrik roboh. ”Kami sudah mengarahkan batang pohon jatuh ke arah barat. Namun angin kencang dan membuat tali putus. Batang pohon terhempas dan roboh ke arah yang berlawanan dengan tali,” ucap Erfan.

Baca Juga :  Densus 88 Tangkap Warga Kolor

Saat kejadian sempat mengagetkan pekerja. Trafo sekitar tiang meledak dan mengeluarkan percik api. Beruntung tidak memakan korban jiwa.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Ambunten Rudi Hartono membenarkan tiang penyulang listrik di wilayah kerjanya roboh. Lima tiang yang bermasalah dengan rincian, tiga tiang penyangga kabel jaringan tegangan menengah (JTM) patah, satu tiang tegangan rendah (TR) patah, dan satu tiang tegangan menengah (TM) retak.

Kerusakan tiang disebabkan pohon kelapa yang ditebang warga mengenai kabel JTM. ”Itu masuk penyulang Rayon Ambunten. Dua tiang patah dan satu tiang retak,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, untuk tegangan jaringan listrik ke Kecamatan Rubaru, Ambunten, dan Pasongsongan dimanuver ke penyulang Batuputih. Dengan cara itu, tiga daerah yang tiang penyulangnya mengalami gangguan tetap menyala. ”Kami bersama petugas sedang melakukan perbaikan di lokasi kerusakan. Jika sudah selesai baru akan kami normalkan lagi,” terangnya.

Baca Juga :  Resmikan Kantor PT Garam, Menteri BUMN Hindari Media

Perbaikan kerusakan tiang diupayakan selesai dalam waktu satu hari. Pihaknya berjanji hari ini sudah bisa dituntaskan. ”Kami mohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat gangguan ini. Kami akan berupaya maksimal untuk menyelesaikan perbaikan ini,” janjinya.

Koordinator Pelayanan Teknik PT PLN Rayon Ambunten Supardi mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan soal rencana penebangan. Andai penebang memberi tahu sebelum bertindak, pihaknya bisa membantu sebelum terjadi musibah.

Akibat kerusakan tersebut banyak pelanggan yang tidak bisa menikmati aliran listrik. Empat kecamatan yang mengalami pemadaman. Yakni, Kecamatan Rubaru, Ambunten, dan Pasongsongan, Sumenep serta Kecamatan Pasean, Pamekasan. ”Kami akan selesaikan secepatnya. Kami terus melakukan perbaikan sampai tuntas,” ungkapnya.

SUMENEP – Pengguna jalan yang melintas di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Sumenep, sedikit terganggu Kamis (5/10). Itu lantaran empat tiang listrik roboh dan menimpa jalan. Layanan kepada pelanggan PLN di tiga daerah mengalami dampak pemadaman.

Berdasarkan keterangan warga, pelaku penebangan pohon kelapa tujuh orang. Enam orang bertugas menarik tali yang diikatkan ke pohon. Satu orang memotong batang pohon dengan alat mesin. Pohon kelapa itu milik Moh. Suni, warga setempat, yang sengaja ditebang karena miring.

”Yang memotong namanya Sahawi. Sementara yang lain hanya menarik tali,” ucap Erfan salah satu warga yang ikut membantu penebangan.


Dikatakan, penebang sudah mengatur letak roboh pohon kepala. Pohon ditarik dari arah berlawanan dengan jaringan listrik. Namun saat penebangan hampir selesai, tali yang digunakan untuk menarik putus. Akibatnya, pohon berbalik arah ke arah jaringan listrik.

Tak ayal, pohon roboh tepat di atas kabel listrik. Saat yang bersamaan, empat tiang listrik roboh. ”Kami sudah mengarahkan batang pohon jatuh ke arah barat. Namun angin kencang dan membuat tali putus. Batang pohon terhempas dan roboh ke arah yang berlawanan dengan tali,” ucap Erfan.

Baca Juga :  Sepekan Jelang Tutup, Pendaftar CPNS Masih Landai

Saat kejadian sempat mengagetkan pekerja. Trafo sekitar tiang meledak dan mengeluarkan percik api. Beruntung tidak memakan korban jiwa.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Ambunten Rudi Hartono membenarkan tiang penyulang listrik di wilayah kerjanya roboh. Lima tiang yang bermasalah dengan rincian, tiga tiang penyangga kabel jaringan tegangan menengah (JTM) patah, satu tiang tegangan rendah (TR) patah, dan satu tiang tegangan menengah (TM) retak.

Kerusakan tiang disebabkan pohon kelapa yang ditebang warga mengenai kabel JTM. ”Itu masuk penyulang Rayon Ambunten. Dua tiang patah dan satu tiang retak,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, untuk tegangan jaringan listrik ke Kecamatan Rubaru, Ambunten, dan Pasongsongan dimanuver ke penyulang Batuputih. Dengan cara itu, tiga daerah yang tiang penyulangnya mengalami gangguan tetap menyala. ”Kami bersama petugas sedang melakukan perbaikan di lokasi kerusakan. Jika sudah selesai baru akan kami normalkan lagi,” terangnya.

Baca Juga :  Pelaksana Proyek Gardu Induk Dikeluhkan

Perbaikan kerusakan tiang diupayakan selesai dalam waktu satu hari. Pihaknya berjanji hari ini sudah bisa dituntaskan. ”Kami mohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat gangguan ini. Kami akan berupaya maksimal untuk menyelesaikan perbaikan ini,” janjinya.

Koordinator Pelayanan Teknik PT PLN Rayon Ambunten Supardi mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan soal rencana penebangan. Andai penebang memberi tahu sebelum bertindak, pihaknya bisa membantu sebelum terjadi musibah.

Akibat kerusakan tersebut banyak pelanggan yang tidak bisa menikmati aliran listrik. Empat kecamatan yang mengalami pemadaman. Yakni, Kecamatan Rubaru, Ambunten, dan Pasongsongan, Sumenep serta Kecamatan Pasean, Pamekasan. ”Kami akan selesaikan secepatnya. Kami terus melakukan perbaikan sampai tuntas,” ungkapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/