alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

Siswa Payudan Lakukan Ini untuk Guru Budi

SUMENEP – Kegiatan sosial itu juga dilakukan OSIS MTs dan SMK Al Ghafur, Desa Payudan Karangsokon, Guluk-Guluk, Sumenep, Senin (5/2). Mereka keliling kampung menjemput keikhlasan warga demi meringankan beban materi istri almarhum Achmad Budi Cahyanto. ”Murni mau membantu meringankan istri Pak Budi yang lagi hamil,” ujar Makkiyah, salah seorang peserta.

Ketua OSIS SMK Al-Ghafur Qurrotul Oyun mengatakan, siswa berkomitmen tetap hormat kepada guru. Baginya, nilai kesopanan lebih tinggi daripada kecerdasan. ”Kami diajari kitab Ta’lim Muta’allim,” ucapnya.

Moh. Samli selaku pembina OSIS menuturkan, dengan aksi itu pihaknya ingin menanamkan kepekaan sosial, kesadaran, dan kesopanan. ”Guru itu digugu dan ditiru. Jika ingin manfaat ilmunya, maka muliakanlah,” paparnya. ”Kami berharap pemangku kebijakan mengevaluasi sistem pendidikan agar kejadian serupa tidak lagi terjadi,” ucapnya.

Baca Juga :  Larangan Mudik Tak Pengaruhi Penerbangan

Budi Cahyanto terjadi Kamis (1/2) saat jam pelajaran terakhir dengan materi seni lukis. HZF tidak mengikuti arahan guru dan justru mengganggu teman-temannya. Remaja 17 tahun itu malah mencoret-coret lukisan milik teman-temannya.

Saat ditegur, anak kepala pasar itu tak menghiraukan. Budi menyanksi dengan memoleskan cat ke pipinya sesuai penjanjian awal. HZF tidak terima dan memukul gurunya. Budi kemudian mengambil kertas presensi dan memukul ke arah korban.

HZF menangkis dan memukul sang guru. Pukulan itu terkena pelipis kanan dan mengakibatkan guru yang juga musisi itu terjatuh. Korban meninggal dunia di rumah sakit. HZF telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Kelas II-B Sampang.

Baca Juga :  Izin Tambak Udang Belum Lengkap

SUMENEP – Kegiatan sosial itu juga dilakukan OSIS MTs dan SMK Al Ghafur, Desa Payudan Karangsokon, Guluk-Guluk, Sumenep, Senin (5/2). Mereka keliling kampung menjemput keikhlasan warga demi meringankan beban materi istri almarhum Achmad Budi Cahyanto. ”Murni mau membantu meringankan istri Pak Budi yang lagi hamil,” ujar Makkiyah, salah seorang peserta.

Ketua OSIS SMK Al-Ghafur Qurrotul Oyun mengatakan, siswa berkomitmen tetap hormat kepada guru. Baginya, nilai kesopanan lebih tinggi daripada kecerdasan. ”Kami diajari kitab Ta’lim Muta’allim,” ucapnya.

Moh. Samli selaku pembina OSIS menuturkan, dengan aksi itu pihaknya ingin menanamkan kepekaan sosial, kesadaran, dan kesopanan. ”Guru itu digugu dan ditiru. Jika ingin manfaat ilmunya, maka muliakanlah,” paparnya. ”Kami berharap pemangku kebijakan mengevaluasi sistem pendidikan agar kejadian serupa tidak lagi terjadi,” ucapnya.

Baca Juga :  Mendikbud Bertekad Bangun SMK Garam di Madura

Budi Cahyanto terjadi Kamis (1/2) saat jam pelajaran terakhir dengan materi seni lukis. HZF tidak mengikuti arahan guru dan justru mengganggu teman-temannya. Remaja 17 tahun itu malah mencoret-coret lukisan milik teman-temannya.

Saat ditegur, anak kepala pasar itu tak menghiraukan. Budi menyanksi dengan memoleskan cat ke pipinya sesuai penjanjian awal. HZF tidak terima dan memukul gurunya. Budi kemudian mengambil kertas presensi dan memukul ke arah korban.

HZF menangkis dan memukul sang guru. Pukulan itu terkena pelipis kanan dan mengakibatkan guru yang juga musisi itu terjatuh. Korban meninggal dunia di rumah sakit. HZF telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Kelas II-B Sampang.

Baca Juga :  DPR RI Kawal Proses Hukum Penganiayaan Guru
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/