alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Pelabuhan Lobuk Luput dari Perhatian Pemerintah

SUMENEP – Pelabuhan di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, rusak parah. Meski demikian, fasilitas penyeberangan ke sejumlah pulau itu tidak kunjung diperbaiki. Tahun ini juga tidak ada anggaran untuk fasilitas tersebut.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kabid Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Dadang Dedi Iskandar justru mengaku tidak tahu. Dia juga memastikan, tahun ini, pelabuhan tersebut tidak termasuk dalam objek perbaikan di lembaganya.

Dadang mengungkapkan, Pelabuhan Lobuk tidak masuk program prioritas. Hanya beberapa pelabuhan yang mendapat anggaran tahun ini. ”Yang menjadi prioritas kami yaitu pelabuhan untuk mendukung pariwisata dan pelabuhan kapal masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (4/11).

Tidak semua pelabuhan bisa diperbaiki. Sebab, instansinya terkendala anggaran. Saat ini pihaknya banyak mengajukan anggaran perbaikan pada pemerintah pusat dan Pemprov Jatim. ”Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang yang mendapat bantuan dari provinsi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Disdik Akan Ajukan Perbaikan Jalan Sekolah

Dadang mengakui belum mengetahui data pelabuhan rusak. Karena itu, pihaknya berencana melakukan pendataan untuk mengetahui berapa pelabuhan yang membutuhkan perbaikan. ”Pelabuhan itu ada yang milik daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep Latib meminta dishub melakukan inventarisasi pelabuhan di Kota Keris. Tujuannya, agar pembangunan pelabuhan lebih terarah. ”Harusnya didata, berapa yang rusak dan di mana saja yang membutuhkan penanganan segera,” imbuhnya.

Politikus PPP tersebut meminta pemerintah mengawasi proyek pelabuhan yang tengah berlangsung. Semua proyek fisik harus dikerjakan secara profesional. Kualitas harus dikedepankan. ”Kualitas pembangunan pelabuhan harus bagus karena setiap hari dihantam ombak,” ingatnya. (jup)

Baca Juga :  Pembangunan Dermaga dan Ruang Tunggu Dipastikan Batal

SUMENEP – Pelabuhan di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, rusak parah. Meski demikian, fasilitas penyeberangan ke sejumlah pulau itu tidak kunjung diperbaiki. Tahun ini juga tidak ada anggaran untuk fasilitas tersebut.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kabid Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Dadang Dedi Iskandar justru mengaku tidak tahu. Dia juga memastikan, tahun ini, pelabuhan tersebut tidak termasuk dalam objek perbaikan di lembaganya.

Dadang mengungkapkan, Pelabuhan Lobuk tidak masuk program prioritas. Hanya beberapa pelabuhan yang mendapat anggaran tahun ini. ”Yang menjadi prioritas kami yaitu pelabuhan untuk mendukung pariwisata dan pelabuhan kapal masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (4/11).


Tidak semua pelabuhan bisa diperbaiki. Sebab, instansinya terkendala anggaran. Saat ini pihaknya banyak mengajukan anggaran perbaikan pada pemerintah pusat dan Pemprov Jatim. ”Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang yang mendapat bantuan dari provinsi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sarpras Penunjang Pelabuhan Taddan Belum Bisa Dibangun

Dadang mengakui belum mengetahui data pelabuhan rusak. Karena itu, pihaknya berencana melakukan pendataan untuk mengetahui berapa pelabuhan yang membutuhkan perbaikan. ”Pelabuhan itu ada yang milik daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep Latib meminta dishub melakukan inventarisasi pelabuhan di Kota Keris. Tujuannya, agar pembangunan pelabuhan lebih terarah. ”Harusnya didata, berapa yang rusak dan di mana saja yang membutuhkan penanganan segera,” imbuhnya.

Politikus PPP tersebut meminta pemerintah mengawasi proyek pelabuhan yang tengah berlangsung. Semua proyek fisik harus dikerjakan secara profesional. Kualitas harus dikedepankan. ”Kualitas pembangunan pelabuhan harus bagus karena setiap hari dihantam ombak,” ingatnya. (jup)

Baca Juga :  Kanstin Dermaga Taddan Bakal Dibongkar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/