alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Visit 2019 Libatkan Pihak Ketiga

SUMENEP – Program Visit Sumenep 2018 menyisakan banyak kritik. Pasalnya, beberapa program yang sudah dijadwalkan tidak terlaksana tepat waktu. Dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) jauh dari target. Dari target 10 ribu wisman yang tercapai hingga saat ini baru sekitar dua ribuan orang.

Hal ini disadari Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi. Menurut dia, pemkab sudah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap program Visit 2018. Secara garis besar dia mengklaim bahwa program visit telah berjalan sukses.

”Meskipun perlu ada beberapa pembenahan, alhamdulillah saya bilang sudah sukses. Kita lakukan evaluasi Visit 2018,” jelasnya.

Dari berbagai evaluasi yang dilakukan, pihaknya menyadari bahwa Visit 2018 masih banyak kelemahan. Hal itu menurutnya karena Sumenep baru tahun pertama punya program visit. Beda dengan Banyuwangi yang sudah bertahun-tahun mencanangkan kunjungan wisata.

Baca Juga :  Libatkan Generasi Pemuda Lestarikan Budaya

”Jadi gini, Banyuwangi berapa tahun baru bisa bergeliat? Kita baru satu tahun,” tegas mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep itu.

Apa langkah selanjutnya dari program visit? Pria kelahiran 8 Agustus 1965 itu memastikan bahwa tahun depan program visit tetap dilanjutkan. Bahkan, konsepnya disebut-sebut lebih matang dari tahun ini.

”Kita sudah ada beberapa langkah dan dimungkinkan kita masih rapat terus untuk itu. Mudah-mudahan 2019 tidak seperti kejadian tahun ini,” tambahnya.

Untuk Visit 2019, Pemkab Sumenep sudah menyusun proposal secara utuh. Di proposal itu tercantum program-program yang akan digelar serta penganggarannya. Dia memastikan tidak akan ada lagi ketidaksinkronan antara kalender visit dengan pelaksanaan. ”Kita akan melibatkan pihak ketiga untuk menjalankan itu,” papar pria yang mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) sejak 1990 tersebut.

Baca Juga :  Libatkan Akademisi, MA Apresiasi Pejuang Covid-19

Pihaknya menyampaikan agar seluruh OPD bisa bekerja bersama-sama menyukseskan program visit. Sebab, visit bukan hanya menjadi tanggung jawab disparbudpora. Dinas-dinas lain perlu terlibat dalam menopang program unggulan Kota Keris itu.

”Prinsipnya, kemarin Pak Bupati menyampaikan bahwa kita, untuk wisata ini, harus bekerja bersama-sama. Salah satu contoh, jalan menuju wisata itu bukan hanya tanggung jawab disparbudpora. Dinas PU Bina Marga juga perlu membantu melebarkan jalan,” tukas Edy.

- Advertisement -

SUMENEP – Program Visit Sumenep 2018 menyisakan banyak kritik. Pasalnya, beberapa program yang sudah dijadwalkan tidak terlaksana tepat waktu. Dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) jauh dari target. Dari target 10 ribu wisman yang tercapai hingga saat ini baru sekitar dua ribuan orang.

Hal ini disadari Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi. Menurut dia, pemkab sudah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap program Visit 2018. Secara garis besar dia mengklaim bahwa program visit telah berjalan sukses.

”Meskipun perlu ada beberapa pembenahan, alhamdulillah saya bilang sudah sukses. Kita lakukan evaluasi Visit 2018,” jelasnya.


Dari berbagai evaluasi yang dilakukan, pihaknya menyadari bahwa Visit 2018 masih banyak kelemahan. Hal itu menurutnya karena Sumenep baru tahun pertama punya program visit. Beda dengan Banyuwangi yang sudah bertahun-tahun mencanangkan kunjungan wisata.

Baca Juga :  Pantau Proses Belajar Anak Didik, Kepala Disdik Sumenep Lakukan Ini

”Jadi gini, Banyuwangi berapa tahun baru bisa bergeliat? Kita baru satu tahun,” tegas mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep itu.

Apa langkah selanjutnya dari program visit? Pria kelahiran 8 Agustus 1965 itu memastikan bahwa tahun depan program visit tetap dilanjutkan. Bahkan, konsepnya disebut-sebut lebih matang dari tahun ini.

”Kita sudah ada beberapa langkah dan dimungkinkan kita masih rapat terus untuk itu. Mudah-mudahan 2019 tidak seperti kejadian tahun ini,” tambahnya.

Untuk Visit 2019, Pemkab Sumenep sudah menyusun proposal secara utuh. Di proposal itu tercantum program-program yang akan digelar serta penganggarannya. Dia memastikan tidak akan ada lagi ketidaksinkronan antara kalender visit dengan pelaksanaan. ”Kita akan melibatkan pihak ketiga untuk menjalankan itu,” papar pria yang mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) sejak 1990 tersebut.

Baca Juga :  Libatkan Generasi Pemuda Lestarikan Budaya

Pihaknya menyampaikan agar seluruh OPD bisa bekerja bersama-sama menyukseskan program visit. Sebab, visit bukan hanya menjadi tanggung jawab disparbudpora. Dinas-dinas lain perlu terlibat dalam menopang program unggulan Kota Keris itu.

”Prinsipnya, kemarin Pak Bupati menyampaikan bahwa kita, untuk wisata ini, harus bekerja bersama-sama. Salah satu contoh, jalan menuju wisata itu bukan hanya tanggung jawab disparbudpora. Dinas PU Bina Marga juga perlu membantu melebarkan jalan,” tukas Edy.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/