alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Mural KB dan Narkoba Asah Kemampuan Siswa

SUMENEP – Melukis harus fokus untuk menghasilkan karya bagus. Seperti dilakukan peserta lomba mural Jumat malam (2/11). Mereka mewujudkan ekspresi seni rupa dengan tangan di dinding tepi jalan utara Lapangan Giling.

Malam itu seluruh peserta menghadap tembok. Tangannya tampak lihai memegang kuas. Sekitar pukul 21.15 mereka sibuk. Ada yang melukis, mengaduk cat, dan ada pula yang hanya membantu menyediakan peralatan untuk peserta yang sedang melukis.

”Jurnalis,” bisik remaja putri berkerudung kuning kepada temannya saat RadarMadura.id mengabadikan aktivitas mereka dalam potret. Namanya Ananda Alifa,14, asal Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Nanda melukis mulai pukul 19.00 hingga pukul 24.00. ”Ini masih belum selesai,” tuturnya sambil tersenyum. Dalam melukis Nanda butuh cat banyak warna. Malam itu disediakan cat merah, biru, hijau, oranye, kuning, putih, cokelat, dan hitam. ”Nanti dicampur semua warna cat itu,” ujar perempuan yang suka meledak-ledak ide melukisnya ketika galau itu.

Baca Juga :  Duh, Pelajar Berusia 17 Tahun di Sumenep Diamankan Polisi Gegara Ini

Lukisan yang digarap peserta nomor 2 itu bertema keluarga berencana (KB). Selain KB, tema yang ditentukan panitia adalah narkoba. ”Kami pilih KB saja,” kata siswa MTsN 2 Sumenep itu.

Sumantri, juri lomba mural remaja tersebut, mengatakan, kegiatan itu bertujuan mewadahi kreativitas anak muda masa kini. Selama ini mereka tidak punya tempat untuk berinteraksi dengan masyarakat. ”Diadakan Puskesmas Pamolokan” jelasnya.

Dengan kegiatan tersebut, tambah dia, kreativitas remaja bisa terasah dan terarah. Penilaian paling penting dalam melukis mural tersebut harus tematik. ”Setiap nomor ada temanya. Setelah itu, penilaian sisi artistiknya,” kata .

Kepala Puskesmas Pamolokan Rifmi Utami menyatakan, sebagai kader kesehatan, remaja harus selalu dibina menjadi pribadi kreatif dan inovatif. ”Selain menjadi media informasi kesehatan, bisa dibuat selfie untuk masyarakat di sepanjang jalan menuju puskesmas,” terang mantan kepala Puskesmas Lenteng itu.

Baca Juga :  Musim Ini Target Serap 200 Ribu Ton Garam Rakyat

Sasaran lomba melukis mural tersebut hanya SMP dan SMA se-Sumenep. Pelaksanaannya berlangsung 2–3 November. Lomba itu diikuti 19 tim dari 15 sekolah. ”Kami berharap lukisan mural remaja menjadi pesan yang dibaca masyarakat,” harapnya. (c2)

SUMENEP – Melukis harus fokus untuk menghasilkan karya bagus. Seperti dilakukan peserta lomba mural Jumat malam (2/11). Mereka mewujudkan ekspresi seni rupa dengan tangan di dinding tepi jalan utara Lapangan Giling.

Malam itu seluruh peserta menghadap tembok. Tangannya tampak lihai memegang kuas. Sekitar pukul 21.15 mereka sibuk. Ada yang melukis, mengaduk cat, dan ada pula yang hanya membantu menyediakan peralatan untuk peserta yang sedang melukis.

”Jurnalis,” bisik remaja putri berkerudung kuning kepada temannya saat RadarMadura.id mengabadikan aktivitas mereka dalam potret. Namanya Ananda Alifa,14, asal Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.


Nanda melukis mulai pukul 19.00 hingga pukul 24.00. ”Ini masih belum selesai,” tuturnya sambil tersenyum. Dalam melukis Nanda butuh cat banyak warna. Malam itu disediakan cat merah, biru, hijau, oranye, kuning, putih, cokelat, dan hitam. ”Nanti dicampur semua warna cat itu,” ujar perempuan yang suka meledak-ledak ide melukisnya ketika galau itu.

Baca Juga :  Hendak Disergap Polisi, Warga Bangkalan Sembunyi di Plafon Rumah

Lukisan yang digarap peserta nomor 2 itu bertema keluarga berencana (KB). Selain KB, tema yang ditentukan panitia adalah narkoba. ”Kami pilih KB saja,” kata siswa MTsN 2 Sumenep itu.

Sumantri, juri lomba mural remaja tersebut, mengatakan, kegiatan itu bertujuan mewadahi kreativitas anak muda masa kini. Selama ini mereka tidak punya tempat untuk berinteraksi dengan masyarakat. ”Diadakan Puskesmas Pamolokan” jelasnya.

Dengan kegiatan tersebut, tambah dia, kreativitas remaja bisa terasah dan terarah. Penilaian paling penting dalam melukis mural tersebut harus tematik. ”Setiap nomor ada temanya. Setelah itu, penilaian sisi artistiknya,” kata .

Kepala Puskesmas Pamolokan Rifmi Utami menyatakan, sebagai kader kesehatan, remaja harus selalu dibina menjadi pribadi kreatif dan inovatif. ”Selain menjadi media informasi kesehatan, bisa dibuat selfie untuk masyarakat di sepanjang jalan menuju puskesmas,” terang mantan kepala Puskesmas Lenteng itu.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Resmikan Festival Keraton

Sasaran lomba melukis mural tersebut hanya SMP dan SMA se-Sumenep. Pelaksanaannya berlangsung 2–3 November. Lomba itu diikuti 19 tim dari 15 sekolah. ”Kami berharap lukisan mural remaja menjadi pesan yang dibaca masyarakat,” harapnya. (c2)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/