26.4 C
Madura
Sunday, March 26, 2023

Tahanan Kabur Belum Terdeteksi

SUMENEP – Pengejaran terhadap Matrawi dan Abd. Baidi belum berhasil. Keberadaan dua warga binaan Rutan Kelas II-B Sumenep yang kabur Minggu (29/9) itu belum terdeteksi.

Matrawi, 38, warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, merupakan narapidana kasus KDRT. Sementara Abd. Baidi, 32, warga Desa Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, ditahan karena tersangkut kasus narkoba.

Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Beni Hidayat menyampaikan, pengejaran terus dilakukan. Namun, pihaknya belum berhasil menangkap kembali keduanya. Untuk pengejaran, pihaknya bekerja sama dengan polisi dan TNI.

Pihaknya juga memeriksa petugas pada Rabu (2/10). Ada tujuh sipir yang diperiksa. Di antaranya, satu perwira dan enam petugas jaga. Pemeriksaan dilakukan untuk mencocokkan bukti rekaman CCTV dan disinkronkan dengan pengakuan para sipir.

Baca Juga :  Berkapastitas 318 Orang, Rutan Kelas II-B Bangkalan Tampung 116 Napi

Selain dari internal, dalam pemeriksaan itu juga melibatkan divisi permasyarakatan dari Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jawa Timur. Pihaknya menargetkan keduanya segera ditangkap. ”Alangkah lebih baik jika pelaku menyerahkan diri saja,” jelasnya kemarin (04/10).

Perlu diketahui, bagi Matrawi, ini bukan kasus pertama. Warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, itu sudah tiga kali kabur dari rutan. Yakni, pada 2008 dan Februari 2019. (c3)

SUMENEP – Pengejaran terhadap Matrawi dan Abd. Baidi belum berhasil. Keberadaan dua warga binaan Rutan Kelas II-B Sumenep yang kabur Minggu (29/9) itu belum terdeteksi.

Matrawi, 38, warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, merupakan narapidana kasus KDRT. Sementara Abd. Baidi, 32, warga Desa Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, ditahan karena tersangkut kasus narkoba.

Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Beni Hidayat menyampaikan, pengejaran terus dilakukan. Namun, pihaknya belum berhasil menangkap kembali keduanya. Untuk pengejaran, pihaknya bekerja sama dengan polisi dan TNI.


Pihaknya juga memeriksa petugas pada Rabu (2/10). Ada tujuh sipir yang diperiksa. Di antaranya, satu perwira dan enam petugas jaga. Pemeriksaan dilakukan untuk mencocokkan bukti rekaman CCTV dan disinkronkan dengan pengakuan para sipir.

Baca Juga :  Satu Napi Dapat Remisi

Selain dari internal, dalam pemeriksaan itu juga melibatkan divisi permasyarakatan dari Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jawa Timur. Pihaknya menargetkan keduanya segera ditangkap. ”Alangkah lebih baik jika pelaku menyerahkan diri saja,” jelasnya kemarin (04/10).

Perlu diketahui, bagi Matrawi, ini bukan kasus pertama. Warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, itu sudah tiga kali kabur dari rutan. Yakni, pada 2008 dan Februari 2019. (c3)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/