alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Blangko E-KTP Kosong, 17 Ribu Pemohon Dapat Suket

SUMENEP – Kekosongan blangko e-KTP masih terjadi hingga kemarin (4/10). Warga yang mengurus dokumen kependudukan tersebut hanya diberi surat keterangan (suket).

Hal itu diakui Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep Wahasah. Menurut dia, kelangkaan blangko e-KTP terjadi sejak beberapa hari lalu.

Wahasah mengutarakan, pemohon diberi suket pengganti e-KTP. Suket bisa difungsikan seperti e-KTP. ”Sudah 4 hari yang kosong blangkonya, tidak ada sama sekali,” ucapnya.

Perempuan berkerudung itu menyatakan, lembaganya sudah mengajukan permohonan e-KTP kepada pemerintah pusat. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban.

Berapa blangko e-KTP yang akan diberikan pemerintah pusat juga belum diketahui. ”Kita sifatnya hanya mengajukan, semua bergantung kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  SMA Muhammadiyah Jadi Peserta Jambore Pelajar Teladan Nasional

Pihaknya mengajukan 27.000 blangko. Hal itu disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang tidak memiliki e-KTP. ”Sampai kemarin, ada 17.000 yang hanya memiliki suket,” tuturnya.

Anggota DPRD Sumenep Latib meminta pemintah secepatnya menyikapi masalah kelangkaan blangko e-KTP. Pemkab harus mencari tahu kapan blangko dikirimkan ke Kota Keris. Apalagi, kelangkaan blangko sering terjadi. ”Pemerintah harus menjemput bola,” pintanya. (jup)

 

SUMENEP – Kekosongan blangko e-KTP masih terjadi hingga kemarin (4/10). Warga yang mengurus dokumen kependudukan tersebut hanya diberi surat keterangan (suket).

Hal itu diakui Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep Wahasah. Menurut dia, kelangkaan blangko e-KTP terjadi sejak beberapa hari lalu.

Wahasah mengutarakan, pemohon diberi suket pengganti e-KTP. Suket bisa difungsikan seperti e-KTP. ”Sudah 4 hari yang kosong blangkonya, tidak ada sama sekali,” ucapnya.


Perempuan berkerudung itu menyatakan, lembaganya sudah mengajukan permohonan e-KTP kepada pemerintah pusat. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban.

Berapa blangko e-KTP yang akan diberikan pemerintah pusat juga belum diketahui. ”Kita sifatnya hanya mengajukan, semua bergantung kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  RSUD Kerja Sama dengan Dinkes, Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Pihaknya mengajukan 27.000 blangko. Hal itu disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang tidak memiliki e-KTP. ”Sampai kemarin, ada 17.000 yang hanya memiliki suket,” tuturnya.

Anggota DPRD Sumenep Latib meminta pemintah secepatnya menyikapi masalah kelangkaan blangko e-KTP. Pemkab harus mencari tahu kapan blangko dikirimkan ke Kota Keris. Apalagi, kelangkaan blangko sering terjadi. ”Pemerintah harus menjemput bola,” pintanya. (jup)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/