alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Harga Bawang Putih Tembus Rp 100 Ribu

SUMENEP – Menjelang Ramadan 1440 Hijriah, harga bawang putih di pasar tradisional di Sumenep terus melejit. Di pasar lama Jalan Trunojoyo, misalnya. Kemarin (4/5) harganya sudah tembus Rp 100 ribu per kilogram. Padahal tiga hari sebelumnya Rp 80 ribu per kilogram.

Warga mengeluh atas kenaikan bahan dapur tersebut. Warga berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep melakukan pengawasan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Ida, 45, salah seorang pengunjung pasar lama menuturkan, mendekati bulan puasa harga sejumlah kebutuhan pokok naik itu sudah lumrah, khususnya bawang putih. Tapi, apabila kenaikan harga cukup tinggi, tentu masyarakat mengeluh.

”Naiknya cepat, yang semula hanya Rp 45 ribu per kilogram naik menjadi Rp 70 ribu. Lalu Rp 80 ribu, dan sekarang sudah ada pedagang yang menjual Rp 100 ribu per kilogram,” tuturnya.

Baca Juga :  Tebang Pohon Kelapa, Tiang Listrik Roboh

Warga Jalan Pepaya, Kelurahan Karang Duak, Kecamatan Sumenep itu mengatakan, harga bahan pokok yang saat ini naik drastis hanya bawang putih. Sementara untuk harga komoditas yang lain masih normal. Misalnya, bawang merah Rp 30 ribu per kilogram, cabai rawit Rp 20 ribu, dan cabai merah besar Rp 25 ribu per kilogram.

Dia berharap agar disperindag bisa melakukan pemantauan dan pengawasan harga bahan pokok di pasaran. Apabila kenaikan harga disebabkan persediaan minim, dinas terkait hendaknya bisa melakukan penambahan stok dan mengadakan operasi pasar.

”Ini kan kebutuhan pokok. Jadi semahal apa pun harganya, warga tetap akan membelinya. Tapi kalau harganya naik terus, tidak bagus juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Penumpang Bertambah, Harga Tiket Naik

Menanggapi itu, Kabid Perdagangan Disperindag Sumenep Abd. Sa’id mengatakan, kenaikan harga bawang putih karena permintaan konsumen menjelang puasa meningkat. Sementara stok di pedagang terbatas.

”Harga bawang putih di pasaran bervariatif. Pedagang menjualnya mulai dari harga Rp 70 ribu–Rp 80 ribu per kilogram,” terangnya.

Instansinya sudah berupaya mengantisipasi adanya lonjakan harga kebutuhan pokok. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar. Juga aktif melakukan pemantauan terkait dengan perkembangan harga bawang merah dan sejumlah kebutuhan pokok.

”Kalau ada yang menjual sampai Rp 100 ribu per kilogram kemungkinan itu hanya beberapa pedagang saja. Tidak menyeluruh,” tegasnya.

SUMENEP – Menjelang Ramadan 1440 Hijriah, harga bawang putih di pasar tradisional di Sumenep terus melejit. Di pasar lama Jalan Trunojoyo, misalnya. Kemarin (4/5) harganya sudah tembus Rp 100 ribu per kilogram. Padahal tiga hari sebelumnya Rp 80 ribu per kilogram.

Warga mengeluh atas kenaikan bahan dapur tersebut. Warga berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep melakukan pengawasan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Ida, 45, salah seorang pengunjung pasar lama menuturkan, mendekati bulan puasa harga sejumlah kebutuhan pokok naik itu sudah lumrah, khususnya bawang putih. Tapi, apabila kenaikan harga cukup tinggi, tentu masyarakat mengeluh.


”Naiknya cepat, yang semula hanya Rp 45 ribu per kilogram naik menjadi Rp 70 ribu. Lalu Rp 80 ribu, dan sekarang sudah ada pedagang yang menjual Rp 100 ribu per kilogram,” tuturnya.

Baca Juga :  Tim Medis dan Prajurit TNI/Polri Berjibaku Tangani Ratusan Pemudik

Warga Jalan Pepaya, Kelurahan Karang Duak, Kecamatan Sumenep itu mengatakan, harga bahan pokok yang saat ini naik drastis hanya bawang putih. Sementara untuk harga komoditas yang lain masih normal. Misalnya, bawang merah Rp 30 ribu per kilogram, cabai rawit Rp 20 ribu, dan cabai merah besar Rp 25 ribu per kilogram.

Dia berharap agar disperindag bisa melakukan pemantauan dan pengawasan harga bahan pokok di pasaran. Apabila kenaikan harga disebabkan persediaan minim, dinas terkait hendaknya bisa melakukan penambahan stok dan mengadakan operasi pasar.

”Ini kan kebutuhan pokok. Jadi semahal apa pun harganya, warga tetap akan membelinya. Tapi kalau harganya naik terus, tidak bagus juga,” ujarnya.

Baca Juga :  M. Syukri Resmi Gantikan Almarhum Ahmad Salim

Menanggapi itu, Kabid Perdagangan Disperindag Sumenep Abd. Sa’id mengatakan, kenaikan harga bawang putih karena permintaan konsumen menjelang puasa meningkat. Sementara stok di pedagang terbatas.

”Harga bawang putih di pasaran bervariatif. Pedagang menjualnya mulai dari harga Rp 70 ribu–Rp 80 ribu per kilogram,” terangnya.

Instansinya sudah berupaya mengantisipasi adanya lonjakan harga kebutuhan pokok. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar. Juga aktif melakukan pemantauan terkait dengan perkembangan harga bawang merah dan sejumlah kebutuhan pokok.

”Kalau ada yang menjual sampai Rp 100 ribu per kilogram kemungkinan itu hanya beberapa pedagang saja. Tidak menyeluruh,” tegasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/