alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Kekurangan Ribuan PNS

SUMENEP – Pada 2018 pemerintah melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara serentak. Namun, itu tidak membuat jumlah abdi negara di Kota Keris ideal. Kabupaten paling ujung timur Madura ini masih kekurangan ribuan PNS.

Kepala BKPSDM Sumenep Titik Suryati mengutarakan, kekurangan PNS di Sumenep untuk lima tahun ke depan diasumsikan sekitar 1.600 orang. Sebab, tiap tahun ada 400 sekian PNS yang masuk usia pensiun. ”Kekurangan ribuan PNS untuk lima tahun ke depan,” kata dia kemarin (4/2).

Menurut Titik, ada 230 bidan PTT dan penyuluh pertanian yang diangkat. Sementara jumlah PNS melalui rekrutmen CPNS tahun lalu berjumlah 307 orang. ”Sedikit terkurangi. Tapi, masih ada kekurangan ribuan PNS untuk Sumenep,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi I Nilai Bank Jatim Sumenep Kurang Responsif

Informasi yang diterimanya, pemerintah pusat tiap tahun akan melakukan rekrutmen. Baik melalui rekrutmen CPNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Itu bisa membantu kekurangan PNS di Sumenep. ”Kalau itu nanti dibuka. Lima tahun ke depan, tidak akan ada lagi tenaga honor. Yang ada ASN yang terdiri atas PNS dan P3K,” harapnya.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep Hamid Ali Munir mengatakan, informasi rekrutmen pegawai pemerintah harus disampaikan secara transparan. Sebab, hal itu sangat dibutuhkan. ”Tapi, PNS yang ada itu harus dimaksimalkan. Bukan tenaga honor yang bekerja. Tapi, PNS-nya harus lebih optimal,” pungkasnya.

SUMENEP – Pada 2018 pemerintah melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara serentak. Namun, itu tidak membuat jumlah abdi negara di Kota Keris ideal. Kabupaten paling ujung timur Madura ini masih kekurangan ribuan PNS.

Kepala BKPSDM Sumenep Titik Suryati mengutarakan, kekurangan PNS di Sumenep untuk lima tahun ke depan diasumsikan sekitar 1.600 orang. Sebab, tiap tahun ada 400 sekian PNS yang masuk usia pensiun. ”Kekurangan ribuan PNS untuk lima tahun ke depan,” kata dia kemarin (4/2).

Menurut Titik, ada 230 bidan PTT dan penyuluh pertanian yang diangkat. Sementara jumlah PNS melalui rekrutmen CPNS tahun lalu berjumlah 307 orang. ”Sedikit terkurangi. Tapi, masih ada kekurangan ribuan PNS untuk Sumenep,” ujarnya.

Baca Juga :  FISIP Unija dan IAPA Jatim Gelar Workshop

Informasi yang diterimanya, pemerintah pusat tiap tahun akan melakukan rekrutmen. Baik melalui rekrutmen CPNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Itu bisa membantu kekurangan PNS di Sumenep. ”Kalau itu nanti dibuka. Lima tahun ke depan, tidak akan ada lagi tenaga honor. Yang ada ASN yang terdiri atas PNS dan P3K,” harapnya.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep Hamid Ali Munir mengatakan, informasi rekrutmen pegawai pemerintah harus disampaikan secara transparan. Sebab, hal itu sangat dibutuhkan. ”Tapi, PNS yang ada itu harus dimaksimalkan. Bukan tenaga honor yang bekerja. Tapi, PNS-nya harus lebih optimal,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/