alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Rekan Seprofesi Meninggal karena Murid, Honorer Turun Jalan

SUMENEP – Forum Honorer K-2 Sumenep menggelar aksi penggalangan dana sejak Jumat (2/1). Aksi turun jalan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk solidaritas untuk Achmad Budi Cahyanto yang mengembuskan napas terakhir setelah dipukul siswanya. Peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi dalam dunia pendidikan.

”Ini merupakan bukti bahwa ada yang belum benar, saya tidakbilang salah, dalam pendidikan di Indonesia,” jelasKetua Forum Honorer K-2 Sumenep Abd. Rahman, Minggu (4/2).

Rahman berharap, kejadian itu menjadi yang terakhir. Dia juga inginkepolisian memproses kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.”Bagaimanapun juga guru Budi sudah tiada.Mari kita introspeksi diri masing-masing,” ucapnya.

Kasus penganiayaan siswa kelas XII SMAN 1 Torjun berinisial HZF terhadap Achmad Budi Cahyanto terjadi Kamis (1/2) saat jam pelajaran terakhir dengan materi seni lukis. HZF tidak mengikuti arahan guru dan justru mengganggu teman-temannya. Remaja 17 tahun itu malah mencoret-coret lukisan milik teman-temannya.

Baca Juga :  Peminat Layanan SIM Online Seminggu Hanya Satu Orang

Saat ditegur, anak kepala pasar itu tak menghiraukan. Budi menyanksi dengan memoleskan cat ke pipinya sesuai penjanjian awal. HZF tidak terima dan memukul gurunya. Budi kemudian mengambil kertas presensidan memukul kearah korban.

Tersangka menangkis dan memukul sang guru. Pukulan itu terkena pelipis kanan dan mengakibatkan guru yang juga musisi itu terjatuh. Korban meninggal dunia di rumah sakit. Alharhum meninggalkan seorang istri yang sedang hamil lima bulan.

SUMENEP – Forum Honorer K-2 Sumenep menggelar aksi penggalangan dana sejak Jumat (2/1). Aksi turun jalan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk solidaritas untuk Achmad Budi Cahyanto yang mengembuskan napas terakhir setelah dipukul siswanya. Peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi dalam dunia pendidikan.

”Ini merupakan bukti bahwa ada yang belum benar, saya tidakbilang salah, dalam pendidikan di Indonesia,” jelasKetua Forum Honorer K-2 Sumenep Abd. Rahman, Minggu (4/2).

Rahman berharap, kejadian itu menjadi yang terakhir. Dia juga inginkepolisian memproses kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.”Bagaimanapun juga guru Budi sudah tiada.Mari kita introspeksi diri masing-masing,” ucapnya.


Kasus penganiayaan siswa kelas XII SMAN 1 Torjun berinisial HZF terhadap Achmad Budi Cahyanto terjadi Kamis (1/2) saat jam pelajaran terakhir dengan materi seni lukis. HZF tidak mengikuti arahan guru dan justru mengganggu teman-temannya. Remaja 17 tahun itu malah mencoret-coret lukisan milik teman-temannya.

Baca Juga :  Water Park Kangean Telan Korban

Saat ditegur, anak kepala pasar itu tak menghiraukan. Budi menyanksi dengan memoleskan cat ke pipinya sesuai penjanjian awal. HZF tidak terima dan memukul gurunya. Budi kemudian mengambil kertas presensidan memukul kearah korban.

Tersangka menangkis dan memukul sang guru. Pukulan itu terkena pelipis kanan dan mengakibatkan guru yang juga musisi itu terjatuh. Korban meninggal dunia di rumah sakit. Alharhum meninggalkan seorang istri yang sedang hamil lima bulan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Nelayan Asal Pamekasan Diamankan

Pembudi Daya Udang Kesulitan Bibit

Timsel akan Pilih 10 Calon Panwaslu

Wisata Religi Masih Favorit Wisatawan

Artikel Terbaru

/