alexametrics
21.1 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Bambang Heriyanto Tokoh Pejabat Populer I Madura Awards 2017

SUMENEP – Bagi Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep Bambang Heriyanto, menjadi juara merupakan hal biasa. Meski begitu, terpilih sebagai tokoh pejabat/politik dalam ajang Madura Awards (MA) 2017 memiliki kebanggan tersendiri.

Bambang berhasil mendapat dukungan terbanyak dan keluar sebagai tokoh pejabat/politik pilihan pembaca Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Dalam malam puncak, yang digelar di Kabupaten Pamekasan beberapa waktu lalu, dia unggul dari beberapa nomine yang berasal dari tiga kabupaten lain.

Sebagai kepala Dispertapahorbun Sumenep, Bambang bercita-cita terus membangun dan memajukan pertanian di kabupaten ujung timur Madura. Tujuan utamanya, demi mewujudkan kesejahteraan petani. ”Usaha saya ini dalam rangka menciptakan petani yang sejahtera dan modern,” ucap pria 58 tahun itu.

Baca Juga :  Gelontorkan Rp 6,9 Miliar untuk RTLH

Sebagai tokoh panutan, Bambang sangat menjaga perilakunya. Baik selama bekerja maupun dalam kegiatan keseharian bersama keluarga. Sebagai kepala keluarga, dia selalu memosisikan dirinya sebagai imam. Sementara sebagai kepala dinas, dia selalu total dalam menjalankan program yang dia buat.

”Bagi saya, totalitas dalam menjalankan sesuatu (termasuk tugas jabatan) adalah kunci dari semuanya. Yakinlah kalau sudah total berusaha dan berdoa, pasti hasilnya baik. Kalaupun tidak seperti yang diinginkan, Tuhan punya cara sendiri dan Dia tahu yang terbaik untuk hambanya,” jelasnya.

Bahkan, dari totalitasnya dia sering dijuluki sebagai Kadis setengah gila. Dia tidak marah mendapat julukan seperti itu. Menurut dia, memang banyak hal yang perlu dilakukan dengan jurus mabuk. ”Mungkin julukan Kadis setengah gila itu muncul karena saya sering mengambil risiko yang lumayan besar. Tapi, bagi saya itu bagian dari perubahan. Asalkan tidak menabrak aturan,” ucapnya sambil tertawa.

Baca Juga :  Jadikan Prestasi sebagai Motivasi untuk Lebih Baik

Dia mencontohkan salah satu bukti kenekatannya menjalankan dua program nasional pada 2017. Yaitu, kemitraan jagung hibrida dan kartu tani. Dalam menjalankan program kemitraan jagung hibrida, Bambang mengubah mindset para petani. Yang biasanya menanam jagung lokal diganti dengan jagung hibrida.

”Ini bagian dari modernisasi petani yang saya bilang tadi. Bagaimana mengubah pemikiran para petani yang selama ini hanya memikirkan bagaiamana cara bertahan hidup menjadi bagaimana menghasilkan keutungan besar,” tutur sarjana Universitas Muhammadiyah Malang itu.

SUMENEP – Bagi Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep Bambang Heriyanto, menjadi juara merupakan hal biasa. Meski begitu, terpilih sebagai tokoh pejabat/politik dalam ajang Madura Awards (MA) 2017 memiliki kebanggan tersendiri.

Bambang berhasil mendapat dukungan terbanyak dan keluar sebagai tokoh pejabat/politik pilihan pembaca Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Dalam malam puncak, yang digelar di Kabupaten Pamekasan beberapa waktu lalu, dia unggul dari beberapa nomine yang berasal dari tiga kabupaten lain.

Sebagai kepala Dispertapahorbun Sumenep, Bambang bercita-cita terus membangun dan memajukan pertanian di kabupaten ujung timur Madura. Tujuan utamanya, demi mewujudkan kesejahteraan petani. ”Usaha saya ini dalam rangka menciptakan petani yang sejahtera dan modern,” ucap pria 58 tahun itu.

Baca Juga :  BNI Dukung Bambang Heriyanto

Sebagai tokoh panutan, Bambang sangat menjaga perilakunya. Baik selama bekerja maupun dalam kegiatan keseharian bersama keluarga. Sebagai kepala keluarga, dia selalu memosisikan dirinya sebagai imam. Sementara sebagai kepala dinas, dia selalu total dalam menjalankan program yang dia buat.

”Bagi saya, totalitas dalam menjalankan sesuatu (termasuk tugas jabatan) adalah kunci dari semuanya. Yakinlah kalau sudah total berusaha dan berdoa, pasti hasilnya baik. Kalaupun tidak seperti yang diinginkan, Tuhan punya cara sendiri dan Dia tahu yang terbaik untuk hambanya,” jelasnya.

Bahkan, dari totalitasnya dia sering dijuluki sebagai Kadis setengah gila. Dia tidak marah mendapat julukan seperti itu. Menurut dia, memang banyak hal yang perlu dilakukan dengan jurus mabuk. ”Mungkin julukan Kadis setengah gila itu muncul karena saya sering mengambil risiko yang lumayan besar. Tapi, bagi saya itu bagian dari perubahan. Asalkan tidak menabrak aturan,” ucapnya sambil tertawa.

Baca Juga :  Gas Bocor, Dapur Hangus Terbakar

Dia mencontohkan salah satu bukti kenekatannya menjalankan dua program nasional pada 2017. Yaitu, kemitraan jagung hibrida dan kartu tani. Dalam menjalankan program kemitraan jagung hibrida, Bambang mengubah mindset para petani. Yang biasanya menanam jagung lokal diganti dengan jagung hibrida.

- Advertisement -

”Ini bagian dari modernisasi petani yang saya bilang tadi. Bagaimana mengubah pemikiran para petani yang selama ini hanya memikirkan bagaiamana cara bertahan hidup menjadi bagaimana menghasilkan keutungan besar,” tutur sarjana Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/